Tuesday, November 23, 1999
Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip

Jam tiga dini hari aku sudah terbangun, mataku terbuka lebar tidak mau ditutup, seperti malam kemarin di London. Tadinya aku tidak yakin mengapa aku susah sekali kembali tertidur. Setelah kuhitung-hitung ternyata ini adalah jam pagi hari di Jakarta. Jetlag. Kuintipkan kepala keluar dari selimut..... Sialan, lukisan-lukisan itu! Kututupi lagi kepalaku dengan selimut. Karena masih tidak bisa tidur juga kuambil buku panduan dan kubaca, isinya tentang seismik stratigrafi di batuan karbonat. Kupelajari sampai habis.

Pagi jam tujuh. Masih gelap sekali. Aku tidak begitu ingin makan, tapi perut harus panas sebelum keluar dalam udara dingin itu. Jadi kupaksakan juga menikmati sarapan mewah gaya Inggris: telur, susis, bacon, kacang merah dan tomat. Kata Patrick, "Ini bukan kebiasaan kami sehari-hari lho. Kami tidak hidup semewah ini." Oh... rupanya mereka sehari-hari juga biasanya bersarapan pagi roti panggang dan cereal. Jadi di sini aji mumpung juga.

Tapi untung aku memaksa makanan panas itu masuk dalam perut, karena sehari itu lagi-lagi kami disiksa harus berjalan dalam kabut, dengan dingin yang menusuk tulang. Walaupun aku sudah berbaju berlapis-lapis dengan hanya mataku yang kelihatan, toh aku masih menggigil kedinginan. Lalu Chris memberi aku pertanyaan, otakku sudah buntu. “Ayo Nila, berpikirlah, ayo Nila, berpikir, malu dong dengan semua bos-bosmu semua di sini,” kataku dalam hati. Cling! Ide itu muncul dan ah... ternyata jawabanku betul. Jadi aku tidak perlu malu. Lalu aku bersembunyi di belakang supaya tidak diberi pertanyaan lagi.

Hari itu kami berjalan banyak sekali, naik turun bukit. Kakiku pincang. Susah sekali mengejar orang-orang ini, mereka berjalan cepat sekali dengan kaki mereka yang panjang-panjang itu. Kata David sambil tertawa, “Wah, kasihan sekali kamu ya, kakimu pendek. Pasti repot mengejar kami.” Terpaksa aku tertawa juga walaupun sebetulnya ingin bersumpah serapah. Kalau dia tahu aku harus bersusah payah menyamai langkah mereka, mengapa mereka tidak memperlambat jalan selain cuma bersimpati?

Tapi aku jadi sadar, bahwa ternyata memang iklim juga membentuk manusia. Dalam kabut dingin itu aku jadi berpikir, betapa beruntungnya kami di Indonesia, berlimpah sinar mentari! Tapi dalam iklim kejam beginilah orang ditempa. Mereka harus tetap bekerja, bergerak dan berpikir dalam cuaca sadis seperti ini.

Hari ini kami harus masuk merangkak-rangkak ke dalam gua, tapi sepertinya tidak ada yang berniat melakukan itu. Aku langsung bersembunyi di belakang bersama David menghindari tunjukan. Walaupun aku pernah jadi caver, tapi berbasah-basah ria dalam cuaca begini? No way. Ternyata yang menawarkan diri untuk masuk ke dalam gua mewakili kami adalah Patrick, si Worldwide Exploration Manager, dan Neil, anak buahnya, makhluk tercerdas dalam kelompok itu. Lama juga mereka di dalam gua. Waktu akhirnya keluar kembali, muka dan badan mereka sudah coklat berlumpur. Kami semua tersenyum kecil. Bos yang paling tinggi berbalut lumpur sementara kami tetap bersih...

Sorenya lagi-lagi kami harus mendengarkan presentasi dan dipaksa untuk berpikir. Seperti kemarin aku harus berjuang melawan kantuk. Lalu makan malam resmi yang luar biasa. Pertama-tama kami berdiri-berdiri di ruang makan mencomoti hors d'ouvres, sambil memilih menu dan mengobrol sana-sini. Menunya cukup membingungkan. Ada berbagai macam makanan pembuka, lalu makanan sela, lalu makanan utama. Aku memilih sekenanya: koktail udang, sup bawang, ikan panggang. Lalu kami harus duduk resmi, dengan berbagai sendok, garpu dan pisau di sisi-sisi piring dan tiga gelas di depanku. Satu gelas dituangi air putih, satu anggur pembuka dan satu lagi anggur untuk makanan utama. Kuhabiskan semua anggur itu. Kapan lagi bias minum anggur gratis. Enak sekali rasanya setengah mabuk..... Aku jadi lebih ceria dan dengan gampangnya mengobrol dengan pria-pria di kanan dan kiriku.

Lalu makanan datang silih berganti, semua cuku aneh buatku, sehingga mengundangku untuk mencicipi walaupun perutku sudah padat sekali. Lalu tiba-tiba kereta makanan penutup tiba, penuh berisi tart, kue, pie, krem karamel, dsb. Wah, sadarlah bahwa aku sudah salah taktik. Seharusnya jangan makan terlalu banyak sehingga masih bias menikmati makanan penutup yang lezat-lezat ini. Tapi kuminta juga sepiring krem karamel. Hmmm nyam nyam..... Segelas lagi anggur. Makin nikmat rasanya, badanku terasa ringan dan senyum makin mengumbar. Lalu makan malam ditutup dengan segelas kopi dan beberapa potong coklat. Malam itu aku tidur dengan nyenyak tanpa takut pada lukisan (dan tanpa mimpi menjadi gemuk!!).

Esok paginya kami harus, lagi-lagi, merambat-rambat pinggiran bukit dan tepian jurang, memanjat bebatuan sekali-sekali, ditengah angin kencang. Bukk... seseorang terpeleset di belakangku. What am I doing here, tanyaku dalam hati, tersiksa sekali. Yang paling melegakan dari hari-hari trip ini adalah waktu makan siang, waktu kami semua masuk ke dalam kehangatan pub khas pedesaan Inggris, menyantap makanan-makanan berporsi raksasa dan minum segelas bir serta secangkir kopi panas. Sehingga badan jadi hangat kembali dan darah kembali mengalir di jemari yang tadinya beku.

Tapi setelah itu kembali kami harus menyusuri jalan-jalan licin di antara pepohonan. Tapi alangkah senangnya, waktu akhirnya di sore hari terakhir itu matahari muncul! Maka tampaklah keindahan Derbyshire dengan kemercik air sungai jernih dan warna-warni musim gugurnya! Dengan buah berry merah di ranting-ranting gundulnya!

Lalu dengan penuh kebanggaan David mengajak kami melewati Sheffield, kota masa mudanya. Memang indah!

Malamnya lagi-lagi kami harus melewati waktu-waktu presentasi dan memaksakan diri untuk berpikir. Malam itu, kami semua harus menyusun kesimpulan hasil field trip. Untunglah teman sekelompokku adalah Phil, yang sangat bersemangat dan ambisius. Hahaha... kubiarkan saja dia bekerja dengan penuh semangat untuk kelompok kami.

Lalu lagi-lagi makan malam mewah itu. Tapi kali ini aku sudah siap. Makan sedikit saja, demi dessert yang menawan!! Dan dengan lagi-lagi tiga gelas anggur, lukisan-lukisan itu tidak lagi terlalu menakutkan...

(bersambung)


Posted at 11:20 pm by koeniel

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON