Sunday, November 28, 1999
Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen Lagi!

Minggu pagi di Aberdeen. Aku bangun kesiangan, buru-buru mandi dan menunggu Rossella dan suaminya Andy di pojok jalan. Lalu kami berjalan bersama ke gereja. Matahari bersinar cerah. Misa di dalam katedral tua. Ternyata banyak juga pengunjungnya. Aku agak kaget, karena dalam pandanganku orang-orang barat sudah tidak butuh gereja. Tapi toh ternyata masih banyak juga yang butuh mengalami Misa seperti pagi ini.

Pulang dari Misa di luar hujan lebat. Di sini memang cuaca bisa berubah mendadak. Maka segala perlengkapan mesti sudah disiapkan. Kupakai payungku, lalu kami berjalan ke luar. Rencana berjalan-jalan ke seputar Aberdeen terpaksa dibatalkan. Tapi aku minta supaya kami berjalan melewati pekuburan tua di halaman sebuah katedral yang kelihatan dari pinggir jalan. Aku selalu tertarik dengan pekuburan tua. Apalagi dari abad-abad 15-16. Yang ini dari abad 18-19. Nisannya besar-besar, banyak yang berhias patung-patung. Aku betah di situ, seandainya tidak hujan mungkin bisa sesiang penuh aku berjalan dari nisan ke nisan. Lalu kami masuk ke dalam gereja yang adalah katedral Gereja Presbyterian. Di tiap kota di Inggris Raya ini selalu banyak gereja, karena ada banyak macam denominasi. Bentuk gereja-gereja itu serupa. Di Aberdeen ada tiga katedral, satu Katolik, satu Presbyterian dan satu Anglikan, seandainya tidak tulisan jelas menyatakan katedral dari denominasi mana mereka, aku tidak bisa membedakan satu dengan yang lain, begitu miripnya!

Dari situ di bawah hujan lebat kami pergi ke Museum Maritim yang terletak di pinggir laut. A great museum. Di situ terekam kehidupan Aberdeen, mulai jaman kejayaannya sebagai sebuah pelabuhan ikan, sampai menjadi pelabuhan minyak. Minyak pertama yang menjayakan Aberdeen adalah minyak ikan paus, lalu sekarang ini minyak bumi. Di tingkat teratas ada sebuah miniatur platform alias anjungan produksi minyak dan gas bumi, kusebut miniatur karena memang bukan dalam ukuran aslinya, tapi sebagai sebuah miniature, platform itu besar juga! Miniatur helikopternya sebesar lenganku. Aku jadi terkenang akan kehidupanku di rig.

Dari museum kami menuju ke Slain Castle, sebuah bangunan bekas gereja antik yang diubah menjadi pub. Banyak gedung gereja yang diubah menjadi pub atau cafe, tapi yang satu ini memang kurang ajar (menurutku). Di dalamnya kita serasa masuk ke kerajaan setan. Gelap, tapi banyak lampu-lampu kecil berwarna kemerahan. Di sudut-sudut terpasang patung-patung setan, atau makhluk-makhluk semacamnya. Foto dan lukisan-lukisan Frankenstein, Dracula dan monster-monster memenuhi dinding. Para pelayan berdandan seperti vampir. Bad taste.

Lalu Rossella dan Andy berbelanja. Sore itu pertokoan penuh orang berbelanja Natal. Saat itu untuk pertamakalinya semua lampu-lampu Natal di jalan-jalan dan di Pohoh Natal besar di pusat kota dinyalakan. Di pinggir-pinggir jalan dan di pertokoan banyak kelompok musik memainkan lagu-lagu Natal, mengalahkan suara hujan dan angin.

Rossella orang Itali, dia suka sekali masak dan makan. Suaminya, Andy, orang Inggris asli, profesinya tukang masak profesional. Malam itu mereka akan memasak dinner buatku. Makan malam yang luar biasa enak di flat mereka yang sempit. Pertama kami makan Caprese, salad yang dibuat dari keju mozzarella, tomat dan minyak zaitun. Nyam nyam... Lalu pita bread panas, sejenis roti tak beragi makanan orang Yunani atau Asia tengah, dengan berbagai macam saus: salsa dan guacamole dari Meksiko dan Hummous dari Syria. Lalu pasta ravioli dengan saus tomat terenak yang pernah kurasakan. Nyam..nyam..

Malam itu aku terpaksa menginap di rumah mereka karena di luar angin mengamuk kencang dan hujan tidak berhenti turun. Tapi paginya cuaca bagus. Aku bangun pagi-pagi sekali (jam tujuh pagi, tapi di musim dingin jam tujuh masih gelap, karenanya masih pagi sekali, mataharipun belum keluar) dan langsung memandang ke luar jendela, ke laut. Ya, rumah mereka adalah salah satu dari deretan rumah batu granit yang ada di tepi laut. Dari jendela kelihatan kelap-kelip mercu suar... lalu kami berjalan-jalan di tepi pantai. Dingin sekali, dengan angina yang sibuk berusaha meniup topi dan syalku. Tapi burung-burung sudah mulai bergiat mencari mangsa.

Satu hal yang mengherankan bagiku, mereka, Rossella dan Andy, tidak mandi!! Aku bingung. Jelas tadi malam kami tidak mandi. Kulihat bathtub mereka penuh dengan barang-barang. Jadi aku tidak bias mandi juga. Maka aku Cuma mencuci muka dan menggosok gigi, walau badan ini terasa lengket minta dicuci. Lalu pagi hari, kupikir mereka akan menyingkirkan barang-barang dari dalam bathtub dan lalu mandi, ternyata tidak! Mereka cuma sekedar menggosok gigi, mencuci muka dan berganti baju. Hah.. pantas minyak wangi berderet-deret di situ. Payahnya, aku tidak biasa dengan itu, badanku rasanya gatal sekali! Aku butuh mandi, dua kali sehari seperti biasa! Biarpun habis mandi aku harus menggeletar kedinginan, aku selalu butuh mandi!

(bersambung)


Posted at 11:32 pm by koeniel

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON