Wednesday, December 22, 2004
Masih Banyak Lagi

1. Makanan
Hari ini hari Ibu. Temanku Oudy dan rekan-rekannya di Unilever sesiang tadi menyanyikan lagu, memberikan bunga dan cokelat pada setiap ibu di kantornya. Puisi-puisi tentang ibu banyak berkeliaran di dunia maya. Aku jadi teringat ibuku.

Sebetulnya aneh kalau aku bilang teringat, karena sampai setua usiaku sekarang ini aku masih tinggal dengan Bapak-Ibu. Tapi karena kesibukanku bekerja dan dengan seabreg kegiatanku jarang sekali aku bisa ketemu dengan mereka lebih dari beberapa menit setiap hari. Paling di pagi hari ketika aku turun dari kamarku sembari terburu-buru dan berteriak, "Pak, Bu, aku berangkat!" Malam ketika aku pulang ibu sering sudah tidur.

Yang mempertemukan aku dengan ibuku adalah makanan di meja makan. Ibuku seorang guru. Beliau mengajar anak-anak bisu tuli dan cacat mental di sebuah sekolah luar biasa di Cijantung. Beliau bekerja setengah hari. Sisanya dihabiskan untuk kegiatan sosial dan bekerja di rumah. Di rumah ibuku selalu memasak, untuk Bapak, dan sebenarnya juga untuk aku walaupun aku lebih sering makan di luar rumah. Ibuku mengira aku lebih senang makan di luar rumah. Padahal kegiatan pertama yang kelakukan setiap malam sepulang kantor adalah mencuci tangan kemudian melangkah ke meja makan dan mengintip ke bawah tudung saji - ada apa di situ. Lalu aku pasti mulai mencamil, atau malahan mengambil piring dan makan sekalian. Aku tidak pernah bilang pada ibuku, bahwa masakannya adalah yang terenak di dunia.

Ini bukan hiperbola. Aku bisa makan banyak sekali hanya dengan sayur lodeh, sambal terasi dan tempe goreng buatan ibuku. Atau dengan sambal menadonya, yang buatku lebih enak dari sambal restoran menado. Atau dengan sambal hijau padangnya, yang lebih enak dari sambal rumah makan padang manapun. Bukan cuma aku sebetulnya yang merasa begini, sobatku Ucup juga selalu merasa makanan terenak di dunia adalah masakan ibunya. Kami sering mengistilahkannya sebagai berikut: 'Tai disambelin pun pasti enak kalo nyokap gue yang bikin.'

Tapi aku belum pernah bilang itu pada ibuku.

2. Jomblo
Satu hal yang sering jadi sumber pertengkaran antara aku dan ibuku adalah kejombloanku. Ibuku memandang kuatir pada putri tertuanya yang sudah melewati 'batas' usia 30 tahun ini dengan status masih lajang. Bolak-balik beliau menanyakan statusku dengan pacarku. "Pacar yang mana?" Akhir-akhir ini kujawab. Karena memang sedang tidak jelas. Dan ibuku selalu mengelus dada. "Lho si itu?" Tanyanya. Ketika aku diam saja beliau masih bertanya lagi, "Sudah mau ganti lagi toh?" Nadanya sedih. Kecewa.

Dan aku jadi marah pada diriku sendiri. Karena aku tidak bisa membahagiakannya. Keinginannya sederhana - supaya aku menikah. Dulu beliau mensyaratkan suamiku harus Katolik, Jawa, berpendidikan dan bekerja baik, dalam urutan begitu. Ketika dalam perjalanan hidupku pacar-pacarku tidak pernah Jawa dan jelas tidak pernah mencapai impian idealnya, permintaan ibuku pun terus berubah. Saat terakhir bahkan ibuku berkata bahwa aku boleh menikah dengan siapapun - tanpa syarat. Itupun belum bisa kupenuhi.

Aku jadi marah pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak bisa membahagiakannya. Dengan menemukan seorang lelaki yang tepat untuk saling bertukar komitmen denganku. "She's blackmailing you!" Protes temanku tentang ibuku. Aku marah padanya. Tidak. Walaupun masalah kejombloanku selalu membuatku bertengkar dengan ibuku aku tetap tidak bisa menyalahkan beliau. Tidak peduli apa kata dunia.

3. Manja
Orang lain bilang aku ini manja. "You're spoiled rotten by your mum," katanya dan aku tertawa terbahak-bahak. Sebab memang iya. Setiap aku pulang kantor walaupun beliau sudah tidur aku tetap bisa menemukan meja penuh makanan. Setiap hari aku tinggal meletakkan pakaian kotor di ember kamar mandi belakang. Ibu yang mengatur supaya pembantu harian kami mencuci ini dengan mesin yang itu dengan tangan. Yang itu disetrika yang ini tidak.

Ibuku selalu tahu kalau celana panjangku sobek, atau kalau berat badanku turun sehingga rokku kedodoran. Kadang ditariknya aku, diukurnya seberapa besar kedodoran. Lalu tiga hari kemudian rok itu sudah pas kembali. Aku tahu beliau membawanya ke penjahit sahabatnya. In short, memang aku dimanjakan. Hidupku terurus dengan baik, karena aku masih tinggal dengan ibu. Dan aku membayar itu semua dengan murah, dengan belanja bulanan dan makan bersama di restoran mewah setahun sekali. Terlalu murah. Seharusnya lebih dari itu.

4. Asap knalpot
Setiap hari aku naik mobil Starlet merah kesayanganku, disiram AC dingin karena aku tidak suka berkeringat. Diiringi dentuman musik Linkin Park, Guns and Roses, Led Zeppelin atau suara tenor Placido Dominggo, Mario Frangoulis, Russel Watson dan si cakep Josh Groban. Perjalananku kemana-mana - dari dan ke kantor, ke bioskop, ke cafe, ke klub menyelamku dan ke pusat-pusat perbelanjaan - selalu nyaman.

Beda sekali dengan ibuku yang harus naik kendaraan umum - mikrolet, metro mini dan ojek - ke manapun beliau harus pergi. Menelan sekian banyak asap knalpot setiap hari. Berkeringat. Tawaran untuk punya supir ditolaknya. Tidak bebas, katanya. Lalu beliau terus naik turun kendaraan umum setiap hari. Dan aku cuma sesekali menawarkan untuk menyupirinya di hari Sabtu, mengantarnya mengajar. Itupun kalau aku sedang ada di rumah, dan tidak sedang berkelana atau menyelam atau melakukan seribu satu kegiatanku yang lain. Cuma sesekali.

5. Masih banyak lagi
Sebetulnya masih banyak lagi yang bisa kulakukan dan harusnya kulakukan. Buat ibuku.

Jakarta, 22 Desember 2004, tengah malam.


Posted at 11:50 pm by koeniel

Iskandar (Deplu)
August 24, 2007   08:18 AM PDT
 
what a Good daughter ....

hope the best for you......
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON