Monday, February 14, 2005
Oret-oret seputaran valentine


1. Ini hari Valentine tapi tengah hari aku baru ingat. Sepulang dari Ambon aku diserang flu berat - batuk pilek pusing panas meriang. Badanku yang dipaksa untuk bertahan menjalani 13 penyelaman dalam 5 hari, yang jadi berat karena dilakukan dengan sama sekali tanpa porter itu akhirnya menyerah. Pertahanan ambrol. Muncul di permukaan air dari penyelaman malam terakhir aku langsung keok - batuk tiada henti seperti kereta api. Sabtu Minggu sesampainya di Jakarta aku cuma bisa terkapar di rumah, sembari menggerutu mengingat Senin harus masuk kantor dan bekerja lagi. Meninggalkan ikan-ikan dan sejuta makhluk laut lain yang - sejujurnya - lebih jauh menarik hatiku daripada segerombolan garis-garis keriting seismic lines. Lalu tubuh ini juga masih dipenuhi obat-obatan pembuat kantuk. Maka boro-boro ingat ini hari kasih sayang.

Lalu seorang teman mengirimkan kartu ucapan selamat hari kasih sayang elektronik. Gambarnya seorang pejantan macho dengan wajah latino yang wuih guantengnya, dengan perut six pack, dada dan lengan yang mengundang. Alat kelaminnya yang juga luar biasa itu ditutupi separuh dengan coretan gambar hati. Happy Valentine - Don't you wish this was your gift? Hahahaha..... yeah yeah.... I agree.

Separuh tertawa separuh merutuk juga. Soalnya tidak perlu lelaki idaman semodel Brad Pitt begitu yang kuinginkan untuk hari ini. Cukup yang biasa-biasa saja - biasa naik BMW, biasa romantis, biasa nraktir di restoran berputar Imperial Grill. Hehehe.... just joking. Aku hanya ingin lelakiku sendiri di hari ini. Tapi mana lelaki itu?

Dan kenapa mesti hari ini? Ini kan cuma akal-akalan setan para pemroduksi barang-barang di dunia. Apapun bisa diiklankan sebagai hadiah valentine - komersialisme tiada henti: Lebaran, disusul Natal, disusul Tahun Baru, lalu Imlek lalu Valentine. Ini cuma akal-akalan pabrik dan pemilik shopping mall saja. Huh. Tapi toh biasanya aku terlibat juga. Walaupun.... apa istimewanya sih hari ini buatku? Apa itu cinta dan kasih sayang yang dirayakan orang hari ini?

Pertanyaan-pertanyaan ini malah jadi bergolak di relung kepalaku. Apa cinta itu seperti yang dirasakan oleh sobatku si C yang tergaga-gaga jatuh cinta setengah mati pada pria beristri dan beranak dua? Apa seperti perasaan si pria yang juga membalas cinta sobatku tapi juga tak tega meninggalkan istrinya yang paling tidak sudah hidup bersamanya - kalaupun tidak dalam cinta - selama bertahun-tahun. Atau perasaan si I yang punya dua pacar. Satunya lelaki yang menggairahkan yang menggoda dan membuat hidupnya penuh sengatan-sengatan listrik. Satunya lagi lelaki yang jadi sahabat dan penopang semasa kesusahan, yang bisa diajak berdiskusi dari hati ke hati yang membahagiakan hati, tapi tidak bisa membangkitkan gairah-gairah dan sensasi-sensasi. Atau cinta si M pada lelaki yang juga mencintainya tapi menolak mengawininya, sehingga M terombang-ambing antara ingin mengikuti cinta atau menikah dengan orang lain tanpa cinta sedalam itu.

Ada cintakah di antara B dan suaminya? Sementara dia bilang padaku kalau seringkali rasanya dia seperti sekamar dengan orang asing. Bercinta hanya kebutuhan tubuh saja, sementara hati sudah jauh. Atau antara R dan suaminya yang setelah menikah 7 tahun sekarang jadi seperti sepasang teman kos, berbicara hanya seperlunya, masing-masing sibuk sendiri dengan karir.

Stop. Stop. Jangan hanya membayangkan yang gelap saja. Soalnya cinta itu juga bisa seperti aura di sekitar Ibu ketika membuatkan kopi untuk Bapak, atau ketika Bapak menuangkan obat untuk Ibu. Atau seperti atmosfer yang membungkus adikku lelaki yang super romantis itu dan pacarnya, dua anak muda yang hidup di dunia gilang gemilang penuh tawa.

Sementara cinta apa yang kurayakan di valentine tahun ini? Jadi teringat adegan ketika Bridget Jones ber lip sync menyanyikan lagu Celine Dion


"When I was young
I never needed anyone
And making love was just for fun
Those days are gone
Livin' alone
I think of all the friends I've known
When I dial the telephone
Nobody's home

All by myself
Don't wanna be
All by myself
Anymore....!!!!!!!!"



2. Jam makan siang. Ruang makan penuh perempuan. Riuh rendah suara canda dan gosip di antara dentingan sendok. Keluh kesah tentang anak atau suami. Atau bentuk badan yang mulai tidak ideal. Buah dada yang menggelantung atau perut yang menggelambir. Artis sinetron yang kawin cerai. Kritik dandanan artis. Bos yang terlalu demanding. Kembali ke masalah anak dan suami.

"Lo tau gak. Tadi pagi suami gue nyiumin anak gue ampe abis. Sayaaaaang banget gitu. Gue manyun."
"Lha kenape emang? Bukannya bagus begitu?"
"Ya gue rada manyun aja. Anak diciumin mulu, sayaaaang banget. Lha giliran ama gue aja, romantis juga kagak. Kalo pengen aja langsung blas blus. Gak ada lagi tuh ciuman sayang gitu. Sirik gua lah, nelen ludah gitu deh ngliatnya. Mana ini valentine lagi."

Hah. Ternyata aku bukan satu-satunya yang tidak ber-valentine-ria.....


3. Malam. Nada dering standar telepon genggam Sony Ericsson 'old phone ring' terdengar di balik bantal. Tergopoh-gopoh kuangkat. Siapa tahu ini ucapan Selamat Valentine istimewa yang telat datang. Ternyata bukan yang diharapkan. Sayup-sayup dalam kantuk kudengar suara perempuan ceria penuh tawa itu.

"Heh.... valentinan ngapain aja loh? Biasanya kan lo beruntung lo, punya pacar bule yang tau romantika gak kayak suami gue Melayu gak romantis. Dapet bunga nggak lo taun ini?"
"Eh... enggak tuh..."
"Hah? Sumpeh lo? Turut berduka cita neng. Eh jangan-jangan lo dapet coklat, ato teddy bear lagi?"
"Please deh. Apaan sih teddy bear kayak abg aja."
"Astaga... jangan bilang... jangan bilang... lo dapet cincin ya? Iya lo dah dilamar ya?"
"Enggak, siapa lagi yang mo ngelamar gue. Orang jomblo gini."
"Ya ampuuuun. Anak gila, ngapain juga elo lepasin tuh cowok romantis kaya banyak duit?"
"Panjang critanya. Udah ah. Gak ada yang istimewa nih hari ini."
"Sumpeh lo! Dinner pun nggak ada? Gila keciaaan deh lo! Nelangsa amat sih !!! Gak mungkin tapi si buat elo. Gua ga percaya. Please deh."
"Yah, ada sih dinner."
"Nah, tuh kan... elo tu gue tau biar tampang jelek emang beruntung. Jomblo apaan. Mana pernah elo jomblo beneran. Ayo crita crita. Kayak apa nih dinnernya."
"Yah, biasalah. Pake candle gitu deh, walopun masih agak sore dan lampunya terang."
"Gak papa candle kan bukan buat penerangannya, tapi buat suasananya."
"Trus tempat duduknya deket air mancur gitu loh, ada suara kricik-kricik air, ada banyak pohonan."
"Hah... gila. Asik, asik.... terus... terus..."
"Yah biasa deh."
"Wah, hebat tuh. Di mana? Di mana?"
"Bakmi Japos Pondok Gede."
"Haaa??!?!?!" Gedubrakk! Terdengar suara di ujung sana dan aku tertawa terbahak-bahak.

Bakmi Japos, nggak romantis amat. Lha wong memang sedang tidak punya romantika kok dipaksa untuk punya. "Dinner" yang kugambarkan tadi memang terjadi, tapi sama sekali bukan sebuah valentine romantic dinner. Hari ini aku betul-betul bergerak seperti zombi, drugged up to my ears dengan segala obat-obatan yang dokter jejalkan kepadaku. Maka kutinggalkanlah starlet kesayanganku di rumah, daripada jatuh tertidur di atas setir. Untung Wisang instruktur menyelamku yang sekaligus teman nontonku itu berbaik hati menawarkan diri menjemputku sepulang kantor dan mengantarku pulang.

Memang lelaki satu itu terlalu baik hati, dengan setia mengantar dan menjemputi para perempuan teman-temannya. Tapi sering kali memang kebaikan hatinya itu pas sekali. Seperti ketika mengantar ke dan menjemputku di airport dalam perjalanan ke dan dari Ambon dengan segala bawaanku yang bak mau perang - koper besar berisi peralatan selam, tas besar berisi pakaian, 'perlengkapan lenong' dan obat-obatan, backpack berisi laptop dan seabrek asesorisnya, tas kamera berisi kamera Canon Rebel 300D beserta lensa-lensanya, serta satu lagi tas kamera berisi kamera Olympus C5060 dan underwater housingnya. Mobil tuanya jadi serasa kendaraan malaikat. Atau seperti hari ini. Saat buatku berjalanpun rasanya seperti setengah melayang.

Maka ketika dia mengeluh lapar walaupun aku sama sekali tidak punya nafsu makan akibat sariawan-sariawan besar di dinding mulut kurelakan untuk menemaninya makan bakmi di Bakmi Japos. Sembari mengaduk-aduk bakso-bakso bulat di dalam mangkuk aku jadi berpikir. Mungkin valentine kali ini yang harus kurayakan adalah rasa cinta dari para teman semacam dia ini dan para sobatku yang lain. Ucup yang menjemput dan mengantarku ke dokter. Atik yang melindungiku dari benda yang kutakuti saat kami merambah tanah Baduy. Abun dan Ucup yang meneleponku dari Jakarta saat aku kesepian di London. Rasa dekat yang ada saat aku dan Ucup mengantar dan menemani Riri ke dokter dan ikut berprihatin dengan hasil diagnosisnya, atau saat kami saling curhat, mungkin itulah cinta yang harus kurayakan hari ini. Mestinya ini memang semacam cinta juga. Kalau bukan, tak mungkin kuhabiskan pulsa untuk menginterlokal Rita dan mendengarkan curahan hatinya. Atau mengurusi urusan Nona di tengah segala kesibukanku.

Jadi terang buatku bahwa persahabatan macam milik kami, yang selalu siap untuk saling mendengarkan, saling mencela dan mengejek habis-habisan tapi juga siap untuk menolong sekuat tenaga, adalah hal yang patut kurayakan di hari valentine ini.


4. Semakin malam. Laptop hampir kututup karena kantuk makin menyerang. Tiba-tiba masuk sebuah sms. "Met valentong ya inong." Dari sobatku Atik yang sedang di Aceh sana membantu mengurusi para pengungsi. Sebuah bentuk cinta yang lain lagi yang patut dirayakan di hari valentine ini.

Jakarta, Senin 14 Februari 2005
buat para sobatku di manapun mereka berada
niel

 

 

 


Posted at 11:36 pm by koeniel

Margareth
August 31, 2006   02:42 PM PDT
 
Wah, menarik sekali artikel tentang JODOH. Karena saya secara kebetulan sedang mencari arti kata JODOH itu sendiri. Kemudian saya menemukan artikel ini. Excellent. Apakah mungkin qta berjodoh?huaa...ha...haa....
Boleh kenal penulis lbh jauh?
Vanie
September 26, 2005   11:32 AM PDT
 
terharu bacanya ^-^

Bentuk cinta emang macem2 yah. Ga selalu berarti pacar, tapi selalu berarti dengan orang2 terkasih, orang2 terdekat, orang2 yang qta peduli, yang peduli ama qta.

i really like ur blog.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON