Tuesday, March 29, 2005
Bukan Supranatural

Pagi ini temanku si Nat menulis tentang keprihatinannya terhadap bencana gempa di Nias yang terjadi tadi malam. Tulisan itu diakhiri begini: "Bencana Tsunami Desember lalu adalah 1 hari sesudah natal. Sekarang terjadi 1 hari setelah Paskah. Disisi lain, bencana itu tidak tahu kapan datangnya. Akan tetapi aku juga percaya kalau tidak ada sebuah 'kebetulan' dan ketak sengajaan. Semuanya ada sebuah pola. Tugas kita sekarang adalah mencoba mengambil benang merah dari kejadian yang sering kali kita pandang sebagai sebuah kebetulan"

Aku jadi tergoda untuk menjawab. Masalahnya sering sekali kudengar bencana dianggap sebagai peringatan atau hukuman Tuhan. Mengapa harus selalu mencari jawaban supranatural? Bencana alam adalah kejadian yang natural. Kecenderungan kita untuk selalu melarikan diri pada jawaban supranatural membuat kita menggampangkan masalah. Kita jadi tidak berusaha menggali lebih dalam dan mencari jawabnya secara logis.

Sama seperti yang dikatakan oleh seorang konsultan HSE alias K3L (Health, Safety and Environment alias Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan) yang datang ke kantor kami untuk menyelidiki sebuah insiden yang berpotensi membahayakan jiwa manusia. Pengalamannya menyelidiki insiden dan kecelakaan di Pakistan, Mesir, India dan Indonesia sempat membuatnya frustrasi. Pertanyaan-pertanyaannya yang berusaha menggali penyebab kecelakaan itu banyak mendapatkan jawaban, "It's God's will."  Sikap yang mudah sekali menimpakan kesalahan pada Tuhan (atau kekuatan supranatural) itu yang menyulitkan penyelidikan. Padahal dengan mengetahui penyebab kecelakaan atau insiden, kita bisa belajar dari itu dan menghindari kecelakaan yang sama di masa depan.

Begitulah, maka aku rajin sekali menampik pendapat bahwa bencana adalah peringatan atau hukuman dari Tuhan. Ini tulisanku pagi ini di milis Arek KAJ untuk menjawab pertanyaan Nat tentang pola dan benang merah di atas:

Polanya jelas ada Nat, akumulasi stress atau tekanan selama 100an tahun tiba-tiba tidak tertahankan lagi oleh lempeng indo-australia dan asia yang bertumbukan di sepanjang barat Sumatra itu. Maka mentallah salah satunya, menimbulkan gempa desember lalu (dan gempa-gempa kecil sebelum dan sesudahnya).

Setelah pergerakan itu titik-titik di sepanjang jalur tumbukan di kedua lempeng masih punya kemungkinan besar untuk bergerak lagi sampai titik stabil ditemukan lagi. Maka sepanjang jalur sesar tempat kedua lempeng bertumbukan masih akan rawan gempa sampai titik stabil ditemukan.

Bukan cuma itu, patahan Sumatra di sepanjang pulau Sumatra juga sudah sibuk mengakumulasi tekanan akibat perubahan posisi kedua lempeng. Ada kemungkinan akan bergerak juga.

Ada yang bertanya padaku, ada apa di sana? Mengapa bencana bertubi-tubi? Apa ini peringatan Tuhan? Bukan dingin tidak berperasaan, tapi jawabanku sesuai dengan ilmu geologi yang aku pelajari. Memang sudah selayaknya bergerak, setelah sekian tahun mengakumulasi tekanan. Setelah bergerak, kok masih ada gempa lain? Ya memang akan begitu sampai tercapai lagi titik stabil, sampai siklus yang sama terulang lagi setelah tekanan tak tertahankan terakumulasi lagi di titik stabil tadi.

Mengapa harus dihubung-hubungkan dengan kekuatan supranatural? Yang terjadi adalah sungguh natural. Bumi yang kita tinggali ini dinamis, selalu bergerak. Tapi skala waktunya panjang, kadang tidak masuk ingatan manusia atau catatan sejarahnya. Gempa dan tsunami sudah berulang kali terjadi di alam. Manusia adalah pendatang baru, yang tiba-tiba memenuhi bumi menempati daerah yang tadinya memang sudah rawan bencana.

Solusinya? Manusia bisa apa? Belajar hidup dengan bencana - membangun rumah tahan gempa, membangun early warning system. Berhenti merusak alam yang mengundang banjir. Tidak membangun pemukiman di daerah rawan longsor. Belajar mengetahui rahasia alam, melalui ilmu pengetahuan. Belajar mengenal parameter-parameternya sehingga sebelum bencana terjadi sudah bisa mengantisipasi.

Tidak gampang? Memang tidak. Sampai saat ini kita belum bisa tepat meramalkan gempa atau letusan gunung berapi. Walaupun kita terus belajar mengenainya. Manusia itu cuma kecil dan adalah pendatang baru. Ketika alam semesta dan bumi sudah tua sekali, barulah manusia hadir petentang-petenteng di atasnya. Seandainya umur alam semesta ini 24 jam, manusia baru hadir di detik terakhir menjelang fajar hari kedua. Selama berjam-jam sebelumnya lempeng terus bergerak, menimbulkan gempa di sana-sini, gunung meletus, meteor jatuh, lereng gunung longsor, es mencair, lalu membeku lagi. Dan akan terus begitu. Alam terus menggeliat dinamis sesuai hukum-hukum fisika.

Ini bukan ditulis dengan dingin tidak berperasaan. Ayo kita bantu mereka. Kita cari tahu nomor rekening.

Lalu di imil berikutnya kutambahkan sebuah link dan artikel yang kudapat dari majalah the New Scientist tanggal 16 Maret - hampir dua minggu yang lalu. Artikel ini menjelaskan kemungkinan terjadinya gempa besar di jalur patahan Sumatra dan di terusan jalur tumbukan lempeng Indo Australia dan Asia. Yang berarti sebetulnya memang gempa Nias ini sudah bisa diperkirakan sebelumnya. Hanya saja ilmu pengetahuan tingkat sekarang belum bisa menentukan kapan atau di mana tepatnya sebuah gempa akan terjadi. Ternyata tadi malam, di dekat pulau Nias.

http://www.newscientist.com/article.ns?id=dn7157

Aku berharap kampanye kecilku yang berusaha menerangkan logika terjadinya gempa dan tsunami ini bisa menyentuh cukup banyak orang. Sehingga makin banyak orang yang tidak dengan mudahnya menyalahkan kekuatan supranatural untuk sebuah kejadian yang sangat natural.

Jakarta, Selasa 29 Maret 2005
niel

Posted at 04:37 pm by koeniel

lili
March 3, 2007   12:15 AM PST
 
Satu lagi, aku mau link blog-nya mbak di blog aku yah. Then ini sudah bagus kok, tinggal di tambahkan saja previous post n archive, jadi yg baru mampir kayak aku masih bisa lihat n comment di tulisan mbak yang sebelumnya. Dan juga bisa kasih tambahan tag board, supaya lebih akrab..ha.ha.
lili
March 3, 2007   12:14 AM PST
 
Thank you mbak, semakin lengkaplah pengetahuanku n miising link-nya sudah bisa ku tangkap. Aku masih belum bisa nulis seperti mbak. Then, bahasa akupun masih amburadul, juga kadang malas banget untuk menulis lengkap. Contoh Dan aku rubah n. gituh mbak? payah deh aku..he.he..
Hikki
April 16, 2005   04:20 PM PDT
 
Mbak, makasih buat tulisannya yang bagus n udah 'sedikit' ngebuka wawasan keGeologianku...
dan..emang sungguh, aku juga bingung gimana aku ngadepin pertanyaan2 diluar sana, karena aku sendiri gak tau jawabannya...paling banter ya seputar tektonik lempeng tok...
ah, miris juga, di saat geologi menjadi milik umum, [calon] geologist sendiri akan berbicara apa...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON