Friday, September 28, 2001
Jadi Mahasiswa Lagi

Tidak disangka, ternyata aku kena penyakit anak baru juga, penyakit kesepian.

Sebelum masuk dan sesaat setelah sampai, di mana-mana kami mahasiswa baru, terutama international student, banyak diberi tips-tips terutama menyangkut masalah kesepian dan penyesuaian diri dengan budaya baru. Ada banyak nomor telepon, alamat dan contact person yang diberikan, yang maksudnya bisa dijadikan tempat curhat buat kami. Tadinya walaupun kagum pada terorganisasikannya dengan rapi semua kebutuhan anak baru, aku cuma tertawa dan menganggap enteng. Masak iya sih aku, yang sudah sering bertugas ke Inggris ini, dan bertandang ke negeri-negeri barat lainnya, yang bekerja di perusahaan asing dan berpacar seorang asingpun masih bakal kena gejala benturan budaya. Ternyata iya. Big time.

Yang jelas, walaupun bahasa Inggrisku sudah bagus sekali untuk ukuran international student, dengan nilai TOEFL yang mendekati sempurna, untuk bisa berkomunikasi lancar dalam hal bercanda dan mengobrol dengan teman-teman Inggris asli, ternyata masih sulit. Rasanya pembicaraan mereka yang lancar sekali itu jadi canggung dan agak tersendat kalau ada aku atau murid asing lain. Akibatnya kelihatan sekali, teman-teman Inggris membentuk grup sendiri, murid-murid asing juga berkumpul membentuk grup sendiri.

Di asrama lebih gampang. Di flatku yang isinya 8 orang itu, 6 orang di antaranya adalah murid asing. Semua, bahkan mereka yang sama-sama berasal dari Eropa pun (Yunani, Siprus, Italia, Spanyol) mengalami kesulitan penyesuaian diri, kekagetan dengan beban pelajaran, dan kesulitan berkomunikasi, sehingga kami langsung jadi akrab dan saling curhat. Tapi di kelasku cuma ada 5 murid asing, dari 20 orang. Jadi kami agak terpencil juga. Hari-hari pertama kuliah aduh rasanya sepi sekali. Apalagi aku sendiri bukan orang yang PD dan gampang kenal dengan orang baru. Aku sering minder dan malu serta sama sekali tidak pintar mencari bahan pembicaraan, kecuali pada yang sudah kukenal baik. Setelah beberapa hari kuliah berjalan, barulah aku mulai punya teman juga. Seorang lelaki Italia, Dario, seorang lelaki Korea, bernama Hyunjoon dan seorang perempuan Perancis bernama Angelique. Tapi kami masih bergaul sebatas di kelas saja. Begitu kelas berakhir aku jadi bingung lagi. Sendirian. Makanya aku jadi banyak berkutat di pusat komputer, menulis dan mengirim email pada teman-teman di Indonesia. Rasanya sudah seperti mengobrol.

Selain masalah komunikasi, ada lagi masalah budaya. Yang pertama soal pesta. Pesta teman-teman barat beda dengan pesta orang Indonesia. Di pesta kita biasanya acara utamanya adalah makan, sedangkan di pesta orang barat kita diharapkan berdiri-berdiri sambil memegang gelas dan mengobrol. Maka jadi sulit kalau tidak punya teman, atau terlalu pemalu untuk memulai berkenalan.

Nah, pada awal-awal kuliah begini banyak sekali undangan welcome drink party dimana-mana. Dan setiap harus memenuhi undangan itu, aku jadi ketakutan. Pasalnya urutan acaranya pasti begini - aku datang, lalu bingung, karena melihat banyak orang yang wajah-wajahnya tak kukenal. Sebetulnya hampir semua orang juga tidak saling kenal, cuma bedanya ada yang berani langsung mengajak berkenalan dan memulai pembicaraan, ada yang cuma berdiri canggung seperti aku ini. Maka biasanya aku berjalan menuju ke tempat mengambil minuman dan di situ pasti ada tuan rumah (entah dosen, entah kepala asrama, entah ketua murid atau semacamnya), maka pasti aku langsung disapa dan diajak mengobrol. Tapi susahnya, tidak lama kemudian pasti ada orang lain lagi datang yang harus diajak mengobrol pula maka akupun tersingkirlah. Maka lagi-lagi harus berdiri canggung, lalu biasanya akhirnya bertemu satu dua orang yang sudah kenal. Lalu mengobrollah aku dengan mereka. Tapi karena masih baru kenal, biasanya topik habis dalam beberapa menit. Lalu biasanya saling pamit dan masing-masing bergabung ke grup baru. Di sinilah susahnya. Aku tidak pernah punya cukup keberanian untuk langsung bilang "Hi, I'm Nila.. bla bla bla..." Pasti lama sekali aku men-scan ruangan untuk mencari grup mana kira-kira yang paling ramah dan terbuka. Padahal aku sendiri rasanya kok malu sekali selalu berdiri sendirian seperti gitu. Maka biasanya setelah kira-kira sudah cukup waktu, aku akan pulang duluan. Sedih. Karena aku sebetulnya bukan penyendiri. Aku pun ingin berteman dan bias mengobrol akrab dengan mereka. Tapi bagaimana memulainya?

Satu lagi, rupanya kehidupan orang Inggris ini memang berkisar di pub. Bolak-balik semua orang, termasuk pembesar sekolahan dalam pidato resmi, menyatakan bahwa kehidupan kami di Royal Holloway akan menyenangkan sekali, karena banyak pub untuk tempat kegiatan sosial. Kampus sendiri punya beberapa pub yang selalu ramai dikunjungi mahasiswa and dosen. Lalu di luar kampus di desa Englefield Green ada dua pub lagi yang lumayan ramai dikunjungi masyarakat kampus. Rupanya memang pusat kegiatan sosial mereka di pub. Tadinya aku tidak mengira akan sedalam itu. Beberapa kali setelah pesta aku diajak pergi ke pub. Nah, inilah kesulitan kedua. Aku tidak suka pub. Pertama menurutku empat itu berisik, kedua kegiatan di situ cuma minum dan mengobrol, ketiga umumnya minumannya adalah bir (walopun minum juice juga bisa, tapi kelihatannya cukup aneh), keempat tata sopan santun menyatakan bahwa pembelian bir dilakukan bergiliran. Saling traktir menraktir.

Soal pertama, berisik membikin kepala pusing, lagi pula untuk bisa terdengar orang lain waktu bicara, kadang kita harus berteriak. Dan walaupun nilai TOEFLku tinggi bukan berarti aku bisa mengerti semua yang mereka omongkan dengan kecepatan mitralyur, logat totok dan bahasa slang lokal itu. Jadi itu penderitaan betul, bolak-balik harus bilang, "Pardon" berkali-kali. Apalagi seperti yang aku bilang di atas, aku tidak ahli bercanda, bukan orang yang witty dan pintar membalas komentar atau ejekan atau candaan. Lama-lama yang mengajakku mengobrol akan bosan juga.

Soal kedua, aku tidak pernah bisa punya topik untuk small talk (bukan orang semodel temanku Nona atau Ucup yang sangat outgoing, witty, pintar berkomunikasi dan bercanda), jadi yang mengobrol denganku pasti cepat bosan, kecuali kalau dia cerewet dan memang suka didengarkan. Nah kalau aku beruntung mendapat partner duduk yang seperti ini, selamatlah aku, walaupun bisa jadi bosan sekali karena harus mendengar terus menerus. Tapi yang penting masih bisa duduk bersama di antara temanlah. Bosan itu masalah lain, aku bisa sibuk dengan pikiranku sendiri.

Soal ketiga, minum alkohol membuat aku mengantuk, dan semakin mengantuk semakin tidak cerdaslah aku.

Soal keempat, karena bank account-ku belum beres juga maka Premier belum bisa mengirim uang bulananku, dan uangku sendiri terbatas sekali. Gara-gara tidak bisa pulang dulu ke Indonesia dari Amerika, urusan finansialku jadi tidak terselesaikan. Aku sama sekali tidak punya akses pada rekening-rekening Indonesiaku. Tanpa akses ke tabunganku di Indonesia aku betul-betul tergantung pada uang tunai bawaan yang cuma beberapa ratus dolar itu, yang sudah menipis untuk biaya pindahan, membeli peralatan sekolah dan sebagainya. Lha wong makan pun diirit kok malah buat minum-minum, yang jelas aku pun sebetulnya tidak doyan. Apalagi dengan model begini jelas uang lebih banyak habis untuk mentraktir dibanding untuk kuminum sendiri. Susah kan? Tapi susahnya, pusat pergaulan ya di pub itulah. Di antara teman sekelasku, yang sudah sering bersama ke pub sudah membentuk grup sendiri yang akrab, lucu dan ramai. Iri juga kadang-kadang aku dibuatnya.

Yah begitulah, soal kesulitan di minggu-minggu pertama di sekolah asing. Yang sedih lagi, yah, seperti biasa soal makanan. Aku sama sekali tidak berani mengingat masakan-masakan ibu. Kalo sampai teringat masakan Ibu buru-buru kualihkan perhatian ke masalah lain. Sebetulnya di sini bukannya tidak ada makanan Asia. Ada kok. Walaupun terbatas sekali, karena ‘kota’ terdekat Egham cuma kota kecil. Besarnya pun tak sampai sebesar Wates di Kulon Progo sana, tepatnya mungkin lebih seperti kota kecamatan Eromoko di Wonogiri tempatku melakukan pemetaan geologi dulu. Di supermarket banyak makanan India dan Thailand yang sudah dipak, sebelum dimakan tinggal dimasukkan ke microwave. Tapi harganya termasuk mahal buat kantongku sekarang. Soalnya dengan uang yang kubawa ini aku harus membeli seprai, sarung bantal, piring, mangkok, wajan dan segala kebutuhan mendasar untuk hidup independen di flat. Pokoknya segala macam starter pack anak kos. Dan di sini barang-barang seperti itu mahal sekali (memang aku masih bolak-balik berpikir dalam mata uang rupiah). Walhasil ya aku harus pandai-pandai mengatur - hari-hari biasa makan makanan biasa saja, beli yang sederhana, atau masak sendiri, sedang pada saat week-end barulah mentraktir diri.

Jadi pada hari biasa sarapanku hanya cereal+susu atau roti bakar dengan mentega atau yoghurt dan buah. Lalu makan siang sandwich isi tuna atau semacam supermi yang kubikin sendiri di rumah. Malamnya sup dengan buah atau salad. Beda sekali dengan gaya makan di Indonesia. Sedih. Tapi mungkin dengan begini aku jadi bisa hidup lebih sehat. Jelas di sini aku jarang makan yang digoreng (deep fried), paling-paling makanan ditumis.

Yah, beginilah kisahku kembali jadi mahasiswa lagi. Selain masalah di atas, semuanya lancar. Jadwal kuliah sekali, tapi bukan masalah buatku. Sedang soal kesepian dan sebagainya ini, yah semoga akan hilang dengan cepat setelah aku makin kenal dengan teman-teman baruku dan menyesuaikan diri dengan budaya di sini. Untungnya di sini fasilitas internet gratis dan mudah, 24 jam akses internet kecepatan tinggi, jadi aku bisa menulis email seperti ini dengan mudah. Aku juga sedang mencoba mencari-cari kartu telepon yang murah, yang bisa dipakai untuk telepon internasional.

Begitu teman sekalian, cerita dari sini. Sering-seringlah berkabar supaya aku tidak terlalu kesepian…..

Royal Holloway, 28 September 2001


Posted at 08:32 pm by koeniel

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON