Friday, October 05, 2001
Mahasiswa Miskin

Kemarin malam aku stress tidak bisa tidur. Gara-garanya, hari ini adalah due date cicilan pertama uang asrama, besarnya £1027. Bayangkan sebegitu besarnya nilainya. Apalagi buatku yang kantungnya sedang sangat cekak ini. Bank account-ku di sini belum jadi, sehingga Premier belum bisa mengirimkan uang beasiswa. Setelah aku telepon, janji mereka adalah akan mengirimkan cek untuk pembayaran uang asrama lewat pos. Maka beberapa hari ini aku selalu rajin men-cek kotak posku tiap pagi sebelum berangkat kuliah, siang saat pulang makan siang dan sore saat pulang kuliah. Terakhir kemarin saat coffee break aku berlari-lari dari kampus ke rumah untuk memeriksa kotak pos, tapi masih nihil. Cek itu belum ada juga. Padahal terlambat membayar bisa didenda £100. Untukku yang sekarang tinggal punya £35 dan tidak punya sumber uang lain, itu mimpi buruk sekali. Bayangkan! Aku hampir menangis.

Akhirnya aku menelpon kantor London, menyatakan bahwa aku akan pamit kuliah sore ini lalu akan ke London mengambil cek itu. Lalu sehabis kuliah tadi pagi, saat jam makan siang aku pamit ke dosenku dan langsung berlari-lari ke desa Egham, ke stasiun kereta dan naik kereta ke London. Mengorbankan £4 uang. Untunglah mereka di kantor sudah menyiapkan cek-nya. Aku lega sekali. Langsung aku pulang ke kampus dan membayarkan uang asrama. Tidak jadi didenda!

Rasanya jadi mengulang masa-masa mahasiswa di Yogya dulu. Semua diirit dan dihemat. Apalagi allowance bulananku belum juga turun karena bank account belum jadi. Jadi aku masih harus hidup dengan uangku sendiri, yang kebetulan juga tidak banyak. Saat tiba aku membawa £300 yang kukira akan cukup, tapi ternyata biaya-biaya registrasi dan membuat kartu pass ini dan itu cukup makan biaya banyak juga. Apalagi aku harus membeli seprai dan sarung duvet (selimut tebal berisi bulu angsa, penting untuk musim dingin!), dan segala macam piring sendok garpu gelas. Akhirnya aku tinggal punya £35, dan tadi kupakai untuk naik kereta, jadi tinggal £31. Meringis aku memikirkan tipisnya uangku. Untungnya sehari-hari ke kampus tidak perlu ongkos, dan aku masih punya kartu catering £17 yang bisa kupakai untuk membeli makan di kantin, dan di lemariku masih ada cereal, susu, roti dan sedikit sayuran. Memang aku tidak bakal kelaparan, tapi kalau tiba-tiba ada krisis lagi, ada kegiatan atau hal yang membutuhkan uang, aku bakal kelimpungan. Apalagi allowance baru akan turun akhir bulan nanti, terpaksa aku harus mencari kerja sambilan. Aku sudah mendaftar beberapa untuk Sabtu ini dan Sabtu depan, jadi petugas parkir. Semoga lamaranku diterima. Lumayan juga, kami akan dibayar £4 per jam, dan bisa bekerja 5 jam sehari. Jadi lumayan, bisa untuk beli makanan (di sini satu sandwich harganya sekitar £1.5 - £2).

Rasanya memang lain, antara bekerja dan jadi mahasiswa !

Selain itu ternyata kuliahku beratnya bukan main. Pertama soal jadwal, dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore kami kuliah tiap hari dari Senin sampai Jum’at, dengan break 1 jam untuk makan siang. Lalu kami juga dibebani tugas dan belajar mandiri. Jadi malam hari dan Sabtu-Minggu aku terpaksa mengurung diri di kampus untuk mengerjakan tugas dan membaca, untuk mengejar ketinggalan dari teman-teman sekelas. Karena sebagian besar adalah lulusan S1 dari Inggris, maka mereka sudah mengenal sekali geologi daerah sini, sementara aku belum. Jadi banyak tertinggal. Lagipula banyak sekali dari mereka yang langsung melanjutkan studi dari S1 ke S2 ini, sehingga umur mereka muda-muda sekali, 6-7 tahun di bawahku. Jelas otak mereka lebih segar dan pelajaran masih menempel di kepala mereka. Maka aku makin tertinggal. Tapi aku senang sekali belajar dan jadi mahasiswa lagi seperti ini. Asik juga.

Saat ini aku sudah punya lumayan banyak teman, jadi tidak terlalu kesepian lagi. Kebanyakan temanku adalah murid-murid internasional juga, yang sama-sama bahasa Inggrisnya cuku belepotan tapi kami jadi merasa senasib sepenanggungan dan jadi akrab. Kebanyakan penghuni asramaku juga anak-anak asing, jadi aku sudah semakin betah di sini. Di asrama Highfield Court ini ada tiga gedung. Di gedungku ada 6 flat, masing-masing flat dihuni 8 orang. Aku tinggal di lantai dua. Flat di bawah kami dihuni oleh 8 orang mahasiswa lelaki – hamper semua dari Amerika Latin. Jadi banyak ‘pemandangan’ menyenangkan!

Sebetulnya aku masih kuatir juga. Barang-barang yang sedianya akan kubawa ke sini untuk bekal satu tahun masih tertinggal di Indonesia gara-gara aku tidak bisa pulang dulu dari Amerika ke Indonesia saat teroris menyerang WTC dan harus terbang langsung dari Los Angeles ke sini. Maka saat ini aku hanya punya 5 buah baju, semua tipis-tipis karena memang kubawa untuk berlibur musim panas di California. Sedangkan cuaca sudah mulai mendingin. Sweater satu-satunya yang sekarang ini kupunya adalah pinjaman dari Angelique yang trenyuh mendengar nasibku. Dan aku tidak punya cukup uang untuk membeli sweater atau jaket. Kalau pakaian dan sweater tidak bisa dikirim dari Jakarta, bagaimana aku menghadapi musim dingin yang bisa sampai mendekati 4 derajat Celcius?

Royal Holloway 5 October 2001


Posted at 08:33 pm by koeniel

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON