Lagi-lagi aku ingat cerita temanku tentang hantu di flat ini. Seperti biasa aku sedang sendirian di sini, di flat tempatku biasa menginap yang berada di atas kantor pusat kami di London. Malam tadi hanya ada aku di dalam flat di lantai 6 gedung ini, dan seorang satpam di lantai satu. Sedangkan lantai-lantai lain yang sehari-harinya dipakai sebagai perkantoran, tentu saja di malam hari dan di akhir minggu seperti ini, kosong.
Dulu pernah ada seorang teman menginap di sini dan bertemu dengan hantu 'Nanny' di flat ini. Tapi ini bukan pertama kalinya aku tinggal sendirian di sini, maka buatku cerita itu hanya omong kosong konyol belaka. Belum pernah aku bertemu dengan hantu apapun di sini. Mungkin karena aku tidak percaya hantu.
Di BBC News beberapa hari yang lalu kubaca bahwa seorang profesor psikologi di Skotlandia sedang merancang sebuah penelitian untuk membuktikan bahwa hantu dan sebangsanya sebetulnya adalah produk otak manusia yang merespon suasana tidak biasa di sekelilingnya - entah perbedaan temperatur dan kelembaban atau getaran infrasonik. Ini dilakukannya untuk menuntun orang-orang yang percaya hantu untuk berpikir lebih rasional. Karena ternyata di negeri barat seperti inipun yang orang-orangnya biasanya berpikir dingin rasional, masih ada yang percaya hantu, walaupun tidak separah di Indonesia yang masyarakatnya betul-betul terkungkung oleh kepercayaan terhadap hantu, kekuatan supernatural, setan, jin, alam gaib dan semacamnya. Aku selalu sangat gemas terhadap pemikiran seperti itu, maka aku sangat tertarik sekali pada penelitian itu karena aku setuju padanya.
Tapi lucunya walaupun tidak percaya hantu, alam gaib dan sebangsanya, kadang aku masih bisa dikageti juga. Mungkin insting manusia. Tadi pagi aku terbangun jauh sebelum fajar - jetlag. Badanku masih berjalan sesuai jam di Jakarta. Maka jam 2 malam aku sudah tidak bisa tidur dan jam 4 pagi sudah fully awake. Lalu aku berjalan ke dapur untuk membuat susu hangat yang konon kabarnya bisa membantu kita tidur. Dapur gelap karena lampu tidak kunyalakan dan lorong yang juga gelap total terasa dingin karena entah di mana ada sebuah jendela yang mungkin tidak tertutup rapat sehingga meloloskan angin. Aku tertawa dan berpikir bahwa mungkin inilah yang dulu membuat temanku itu dulu merasa melihat hantu. Lalu aku berjalan menuju ke tempat cuci piring dan menengok keluar. Tiba-tiba aku terlonjak dan jantungku berdebar keras sekali. Di seberang jendela kulihat ada sebuah kepala!
Tapi segera aku tersadar dan tertawa terbahak-bahak. Kepala di jendela di seberang gedung itu juga kaget rupanya dan kemudian tertawa juga. Rupanya gedung di seberang itu adalah flat juga, jadi ada penghuninya dan mungkin dia juga seperti aku - susah tidur. Mungkin dia jauh lebih terkejut daripadaku, karena dia pasti tahu gedungku ini dalah gedung kantor, bukan flat. Jarang yang menginap di flat di lantai 6 ini dan lebih jarang lagi ada yang berjalan-jalan di dapur gelap pada jam 4 pagi!
London, Minggu 15 Mei 2005