Tuesday, May 17, 2005
Berubah

 

London kali ini terasa dingin sekali, padahal ini sudah bulan Mei. Rasanya tahun lalu Aprilpun tidak sedingin ini. Aku sedikit ragu apakah memang bulan Mei tahun ini jauh lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya, ataukah aku merasa dingin karena sudah lama tidak hidup di negara dingin. Aku masih ingat ketika pertama kali menginjakkan kaki di London di sebuah musim gugur, saat itu suhu 17 derajat Celcius sudah kuanggap dingin sekali. Tetapi setelah hidup di sini dan melewati musim dingin, suhu 7 derajatpun sudah kuanggap ‘mild’. Dulu kala kuliah di Royal Holloway dan menghadapi ujian akhir di bulan Mei aku belajar di udara terbuka, di padang rumput bersama teman-teman, bekerja keras sembari merayakan mendekatnya musim panas. Tapi kali ini sangat tidak mungkinlah aku duduk di lapangan rumput pada suhu seperti ini. Tadi kutanyakan pada seorang rekan di sini apakah memang suhu udara bulan Mei tahun ini lebih dingin daripada tahun-tahun sebelumnya, ternyata jawabnya adalah ya.

 

Berada di London lagi membawa sejuta nostalgia. Karena ingin mengenang masa-masa indah ketika kuliah di sini dulu, kubaca lagi surat-surat dan tulisan-tulisanku dari masa itu. Ternyata aku jadi sadar akan satu hal: aku banyak berubah.

 

Kubaca di surat-surat yang kutulis sesaat setelah tiba dan menetap di asrama di desa Englefield Green bahwa aku sangat kesepian. Terutama karena perbenturan budaya – aku tidak suka budaya pub. Kunyatakan di situ bahwa budaya pub sangat asing – di situ orang hanya diharapkan minum (biasanya alkohol) dan mengobrol. Aku yang datang dari budaya kafe di Jakarta dengan live music-nya merasa aneh dengan budaya pub.

 

Terasa lucu manakala ini dibandingkan dengan pendapatku sekarang. Justru sekarang aku sangat benci dengan budaya kafe dengan live music yang buatku selalu terlalu keras volumenya. Menurutku musik-musik yang ditampilkan di kafe-kafe secara live itu selalu bervolume terlalu keras dibanding dengan ukuran ruangannya. Buatku sekarang pergi ke kafe adalah siksaan berat untukku dan kupingku dan menurutku itu tidak ada gunanya.

 

Pernah suatu kali kami bertemu seorang teman yang sudah lama sekali tidak kami jumpai. Buatku pertemuan semacam ini seharusnya diisi dengan banyak mengobrol dan bertukar cerita, tapi yang diusulkan malah pergi ke sebuah kafe, yang saat itu sedang menampilkan sebuah band dengan volume suara yang sangat keras. Pada awalnya kami masih berusaha saling mengobrol tapi akhirnya semua menyerah dan terpaksa diam karena lelah mencoba mengalahkan suara musik. Sampai saat kami pulang, tidak banyak saling cerita dilakukan. Lalu apa gunanya?

 

Maka sekarang aku lebih suka pergi ke pub yang musiknya hanya diputar dari rekaman, sebagai pengisi latar belakang. Di situ kita bisa minum sambil mengobrol dan bertukar cerita, tanpa harus kehabisan suara. Jelas ini adalah perubahan yang sangat drastis, karena sebelum tinggal di UK aku masih menerima budaya kafe dengan live music-nya yang keras itu sebagai sesuatu yang wajar, sedangkan sekarang aku betul-betul benci dengan itu dan lebih memilih duduk dan mengobrol di sebuah pub yang tenang.

 

Selain itu perubahan besar lain adalah pada seleraku terhadap minuman beralkohol. Dari dulu sejak kuliah aku memang sudah selalu ikut mencicipi alkohol bila ada kesempatan, aku tidak anti alkohol. Tapi saat pertama kali datang untuk menetap di negeri Inggris ini jelas terlihat dari tulisanku bahwa aku masih tidak terbiasa dengan volume alkohol yang ditenggak oleh teman-temanku, terutama mereka yang berbangsa Inggris yang sangat kuat sekali minum bir. Coba lihat sekarang, betapa kuatnya aku minum alkohol. Aku bukan pemabuk atau alkoholik, tapi kalau dibanding dengan teman-teman di Indonesia mungkin aku jauh lebih tahan menenggak alkohol dalam jumlah yang banyak dibanding dengan mereka!

 

Kucoba lagi mencari-cari perubahan yang mungkin terjadi pada diriku dan cara pandangku, dengan membaca-baca tulisan-tulisan masa lalu. Pola pikir dan cara pandangku ternyata memang sedikit banyak berubah. Tapi setelah membaca lagi tulisan-tulisan lama itu, ternyata perubahan bukan hanya datang saat aku hidup setahun di Inggris, tapi merupakan proses perlahan, melalui interaksi dengan berbagai manusia.

 

Salah satu manusia yang cukup drastis mengubah pandanganku tentang pola hidup sehat adalah Jim, bekas pacarku yang orang Amerika dan health freak dan sangat paranoid terhadap kesehatannya. Dari tulisanku tahun 1999 terlihat bahwa setiap kali berada di luar negeri yang kurindukan adalah nasi putih, panas dan mengepul. Sekarang, seperti Jim, aku sibuk mengkampanyekan - ke keluargaku terutama, apalagi karena Ibuku menderita diabetes dan kadar kolesterol Bapakku cukup tinggi – bahwa nasi putih itu tidak sehat, dan lebih baik mengkonsumsi nasi dari beras yang masih mempunyai kulit ari, semacam beras merah, beras tumbuk dan sebagainya. Selain seratnya lebih banyak, vitamin B juga lebih tinggi kadarnya di beras-beras yang belum diproses terlalu banyak seperti itu.

 

Sebetulnya salah satu perubahan diri yang banyak disoroti oleh teman-temanku adalah kesukaanku sekarang untuk memakai rok mini. Dulu aku tomboi sekali, tidak mengenal rok sama sekali. Sekarang setiap hari aku ke kantor dengan memakai rok. Entah kapan perubahan itu terjadi. Tidak terlalu kelihatan dari tulisan-tulisanku. Yang jelas sejak tahun 2000 aku sudah punya baju pesta favorit yang roknya mini. Tapi baju kantor dengan bawahan berupa rok baru kupunya setelah pulang dari Inggris. Apa ini juga perubahan yang kubawa dari sana? Entah.

 

Yang jelas menyimpan tulisan dan surat-surat atau mempunyai catatan harian ternyata banyak gunanya. Kita jadi bisa menelusuri perubahan dalam hidup dan cara berpikir kita.

 

London, 17 Mei 2005, dini hari saat sedang tidak bisa tidur karena masih jetlag

 

 


Posted at 10:22 am by koeniel

lili
March 3, 2007   12:10 AM PST
 
Nona...waaaa email addressmu apa?

Mbak Niel sorry nih jadi ajang reunian lagi.

Ternyata sudah punya Joshua yah?
Punya website gak kamu, biar aku intip Joshua kayak mamanya or papanya?

Melati aku coba email ke bp kok bouchback yah?
Nona
May 23, 2005   12:16 PM PDT
 
Hehehe...remember when the first time elo pake tuh baju pesta saat acara annual dinner kantor? betapa grogi-nya elo ketika semua wajah memandangmu dengan takjub karna belahan dadamu yang memperlihatkan keindahannya yang slama itu kau tutupi dengan rompi butut-mu itu...;p

Love,
Nona-Abe
& little Joshua
melati
May 17, 2005   05:33 PM PDT
 
iya, setuj! kadang2 perubahan itu terjadi dalam kurun waktu yang singkat aja. kadang2 takjup sendiri betapa cepat perubahan itu terjadi..
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON