Thursday, December 12, 2002
Kalau ingin menyepi......

Kalau memang ingin benar-benar menyepi, jangan cuma di Jawa, pergilah ke Laut Natuna. Itu hasil pengalamanku ber-long weekend di Kepulauan Anambas nun jauh di pucuk utara Indonesia sana. Di pagi Lebaran hari pertama, bersama para pekerja pemboran minyak kami berlima terbang menembus awan dengan pesawat mungil berbaling-baling, melintasi Laut Jawa, Pulau Bangka dan Selat Malaka, kemudian mendarat di ujung utara Pulau Matak, sebuah tempat yang menjadi basis operasi perusahaan minyak ConocoPhillips dan Premier Oil di Laut Natuna. Dari atas pesawat sudah terlihat birunya laut mengundang ceburan. Biru dan biru sejauh mata memandang, hanya disana-sini diseling onggokan-onggokan hijau dikelilingi cincin putih: pulau dengan hutan perawan dikelilingi pantai berpasir putih, atau bukit-bukit granit putih menyilau mata, tegar diterjang ombak. Inilah Laut Natuna, yang terletak di antara Semenanjung Malaya dan Kalimantan, dengan beberapa kelompok kepulauan, yaitu Natuna, Natuna Selatan, Anambas dan Tambelan yang semuanya termasuk bagian Kepri alias Kepulauan Riau.

Sudah berkali-kali aku mampir menginjakkan kaki di Pulau Matak, setiap kali transit dari pesawat sebelum diterbangkan helikopter menuju lokasi pemboran dan sebaliknya. Tapi baru kali ini aku akan bertemu dengan penduduk asli, yang hidup di luar kompleks basis operasi yang modern ini. Maka dengan penuh semangat pergilah sore itu kami berlima bersama teman-teman yang bekerja di Matak Base menuju ke desa Payalaman di bagian Timur Laut pulau. Matahari terik menyirami desa di pinggir laut dengan rumah-rumah panggung yang bertengger di atas air. Ya, benar-benar di atas air, sehingga dari sela-sela kayu lantai kami bisa mengintip ikan-ikan kecil warna-warni yang berenang-renang riang di air bening. Perahu-perahu kecil mengapung ria ditambatan mereka di depan teras atau di sepanjang jembatan kayu yang menghubungkan rumah dengan daratan. Desa ini cukup maju, dengan parabola-parabola raksasa bertengger di halaman sebagian rumah. Memang inilah satu-satunya cara agar mereka bisa menangkap siaran televisi, dengan antena parabola. Sebagai desa terdekat, Payalaman cukup banyak menerima berkah dari adanya basis operasi perusahaan minyak. Banyak bantuan diterima, dari mulai disediakannya sekolah, guru, diadakannya pelatihan-pelatihan, sampai kesempatan-kesempatan berbisnis kecil yang jadi terbuka akibat adanya pendatang yang bekerja di Matak Base.

Di kota kecamatan Tarempa di pulau Siantan, tetangga sebelah selatan pulau Matak, keadaan tampak lebih makmur lagi. Di sinilah pusat pemerintahan berada, dan di sinilah pada hari kedua kami bersilaturahmi, mengucapkan selamat lebaran dari rumah ke rumah, sambil dijejali makanan, mulai dari makanan tradisi ketupat dan rendang serta bertoples-toples nastar, sampai ke kacang Batam atau manisan buah dari Malaysia. Memang banyak sekali makanan import asal Malaysia dan Singapura di sini. Bahkan softdrink kalengan semua berasal dari Singapura. Rumah-rumah panggung dari kayu berderet-deret di sepanjang tepi pantai dan sungai. Di rumah-rumah itulah segala jenis usaha dijalankan, mulai dari warung kelontong sampai kafe-kafe gaul ala nelayan dan pelaut sederhana, lengkap dengan karaoke dangdutnya! Kemakmuran juga bisa dilihat dari besarnya gelang dan kalung emas yang menggelantungi leher dan tangan-tangan para perempuan. Sungguh menyilaukan mata. Maklum, tidak ada bank di sini sehingga emaslah yang jadi cara menyimpan uang dan menabung. Di bandara mungil Halim sebelum berangkat kami sempat juga berjumpa dengan seorang gadis manis yang juga akan berangkat dengan pesawat yang sama. Dia hendak pulang kampung selama libur dari kuliahnya di Kuala Lumpur. Maka penduduk kepulauan ini bukannya tidak maju dalam pendidikan. Temanku Melati yang asal Tarempa adalah lulusan UnPad dan menjadi geophycisist di BP sedang adiknya Faye yang lulusan ITB menjadi geologist di Conoco.

Tapi itu bagian indahnya, sedikit cerita sukses dari sebuah kepulauan dengan banyak penduduk miskin. Masih banyak penduduk yang tinggal di hutan di lereng perbukitan, dalam rumah panggung kayu yang sangat sederhana. Sang suami berjuang menggali hasil laut, sambil harus bersaing dengan kapal besar berpukat harimau milik nelayan gelap dari Thailand yang menyelundup masuk ke perbatasan kita. Dan masih banyak yang tinggal di pulau-pulau kecil dengan standar kehidupan yang sederhana. Di hari ketiga di kapel kecil dalam komples Matak Base diadakan sebuah perayaan Natal sederhana. Pengunjung yang pertama datang adalah sekelompok anak kecil dari Pulau Mengkait. Sesampai di Matak Base mereka bergegas minta tempat berganti baju, untuk mengganti baju-baju lusuh yang sudah dipakai selama sekitar 4 jam perjalanan dengan perahu kecil dari pulau mereka ke Pulau Matak, dengan baju terbaik yang mereka punya. Lalu muncullah mereka dengan berhias layaknya ke pesta: bedak putih tebal, dengan baju-baju putih yang kebesaran - kelihatannya pemberian orang, sepatu kedodoran atau sandal jepit. Ketika anak-anak kecil ini menyanyi di depan trenyuhlah hati kami. Dalam kesederhanaan ingin menampilkan yang terbaik. Setelah perayaan selesai, buru-buru mereka kami antar kembali ke pelabuhan untuk berlayar pulang ke pulaunya. Empat jam perjalanan dalam perahu kecil terombang-ambing badai.

Memang masalah transportasi jadi persoalan terbesar di kepulauan sini. Masyarakat nelayan seharusnya tidak menganggap laut menjadi halangan. Dalam benakku, perahu harusnya bagaikan mobil bagi mereka. Tapi tidak semudah itu. Di musim angin kencang seperti ini, bahkan bagi nelayan yang sangat berpengalamanpun melaut jadi hal yang sangat berbahaya. Maka sulitlah bagi para penduduk pulau untuk berkunjung ke pulau lain, bahkan untuk hal yang mendesak sekalipun: seperti mencari dokter yang tidak ada di semua pulau untuk menangani masalah gawat. Maka banyaklah cerita kematian karena keterlambatan penanganan. Istri Danramil Tarempa yang tadinya bertugas di Kepulauan Tambelan bercerita, bahwa di pulau tempat mereka bertugas di Tambelan, yang berjarak 14 jam dengan perahu dari Tanjung Pinang atau 6 jam dari Pontianak itu, bahkan pasar pun tidak ada. Bangunan sekolah desa sangat buruk dan para gurupun tidak betah ditempatkan di situ. Seringkali mereka mangkir dari tugas, meninggalkan anak-anak berjuang sendirian belajar tanpa guru selama berbulan-bulan. Kapal besar hanya mampir sebulan sekali, dan di musim-musim angin kencang, kapal inilah yang menjadi penyambung nyawa. Pada saat ia mampir para ibu buru-buru mengambil titipan sayur, lauk pauk, pakaian dan apapun yang dibawa dari peradaban.

Sulit terbayangkan bagiku, terkurung dalam suatu tempat kecil berbulan-bulan, tanpa hiburan dunia modern yang menjadi pelengkap kehidupanku sehari-hari. Maka kupikir teman, kalau anda ingin menyepi, berlayarlah ke Laut Natuna dan tinggallah di salah satu pulau terpencil di sana, menikmati alam. Sungguh, bintang-bintang terlihat terang sekali di langit yang cerah di atas Laut Natuna.........

Jakarta, Desember 2002


Posted at 06:00 pm by koeniel

Mala
January 23, 2014   12:52 AM PST
 
Sy seorang perempuan yg lg cari tmpt u/menyepi.
& yg ingin sy tnyakan :
-brp biaya dr JKT, ke slh 1 pulau terpencil itu?
-apakah biaya hidup disana terjangkau/mahal?
-kira2 bisakah sy mncari pekerjaan di slh 1 pulau tersebut? krn sy tdk mempunyai gelar/Titel apapun.
tp, sy mempunyai, sdikit keahlian dlm bidang kuliner/memasak.
-sy wanita berusia 32 thn.
Mhn jwb'an nya, bg xiapa sj yg mempunyai jwb'an dr pertanyaan2 sy diatas.
Trims
kubil
October 18, 2013   02:04 PM PDT
 
Jadi kangen ma matak dan tarempa...! 2008-2009 gw pernah tugas disana dan disana ada sahabat gw nama nya UWO dan Dody..apakabar ya mereka...,, penduduk nya ramah2 pemandangan nya idah nuansa alam dasyat pokok nya...semoga kelak bisa liburan kesana amie....
kubil
October 18, 2013   02:03 PM PDT
 
Jadi kangen ma matak dan tarempa...! 2008-2009 gw pernah tugas disana dan disana ada sahabat gw nama nya UWO dan Dody..apakabar ya mereka...,, penduduk nya ramah2 pemandangan nya idah nuansa alam dasyat pokok nya...semoga kelak bisa liburan kesana amie....
mstopaName
February 7, 2013   09:30 PM PST
 
ah. mantap bangat pulau tujuh. dulu empat taun ke belakang aku pernah kesana,ngejain pryek dari pt.conoco phlips. ngajar khaligrapi untuk kampung payalaman. kapan aku bisa kesana lagi.rindu sama penduduknya yg ramah & alamnya yg indah. mudah2han aku bisa kesana lagi.amin... kirim salam ja buat bp. KUA yg di payalaman .mudah2 masih ingat samasaya . MUSTOPA dari jakarta cikampek no hp 0888106611 makasih
syukur nuramin
August 8, 2012   09:26 AM PDT
 
ghinduk ngon tempak lah lime belos taon ndok balek
Name
May 10, 2012   09:52 AM PDT
 
Kebetulan sabtu besok (17/05/2012) saya
dan pacar saya (org tarempa,saya asli jakarta) akan berangkat ke tarempa selama seminggu.. si pacar sudah 8thn tdk pulang..jd saya sekalian di ajak.. semoga menyenangkan d sana..
Louis Vuitton 2012
May 8, 2012   02:34 AM PDT
 
Pretty good post. I just stumbled upon your blog and wanted to say that I have really enjoyed reading your blog posts. ,354851,http://my-musings.blogdrive.com/archive/18.html
zulkifli yung
April 30, 2012   09:34 AM PDT
 
Dulu, tahun 85-86 saya bolak balik Pekanbaru, Tj Pinang, Pelabuhan Sintete Sambas, kebetulan saya berasal dari Pekanbaru bertugas(Polisi) di Kalimantan Barat saya sering nompang kapal perintis Pelni, suatu saat diatas kapal saya berkenalan dengan gadis Terempa bernama Fauziah, status gadis dan bekerja sebagai guru SD di Terempa, tinggalnya kalau tak salah dekat kantor Camat (saya pernah singgah rumah Fauziah), perkenalan diatas kapal tersebut berlanjut pacaran maklum zaman dulu kalau pacaran hanya melalui surat-suratan, waktu itu saya bertugas di Polres Ketapang kabupaten Ketapang Kalbar, saya sudah merencanakan meminang Fauziah gadis terempa tersebut, walau pacaran hanya via surat-suratan namun sangat berbekas dihatiku, karena letak dan jarak kami berjauhan gadisku Fauziah belum bersedia ikut dengan ku ke Kalimantan bila kelak berumah tangga, akhirnya Fauziah memintaku untuk mencari gadis lain sebagai calon isteri, sebab orang tuanya tak ingin berjauhan dengan Fauziah, Kini usiaku 50 tahun aku teringat gadis terempa yang pernah menjadi bagian dari mimpi hidupku, fauziah merupakan cinta pertamaku. bila beliau masih hidup aku ingin hubungan ini berlanjut sebagai hubungan keluarga/saudara, semoga ada yang bisa membantuku untuk membuka hubungan silaturahmi ini. Terima kasih, Gadis Terempa dalam ingatanku, zulkifli.yung@yahoo.com
mulberry outlets
April 18, 2012   07:03 AM PDT
 
I follow you VIA GFC and I love your blog!,637337,http://my-musings.blogdrive.com/archive/18.html
dhion surya
November 2, 2011   10:42 AM PDT
 
saya pernah bertugas di kepriau udah 4 tahun... ada rasa kenyamanan. karena suasana yang tentram n masih asri dengan udara yang masih jauh dari polusi... di tambah dengan keindahan panorama2 alam n wisata bahari....
pokok nya gak nyesal dech..... bulan kemarin kan ada kunjungan turis2 asing singgah melihat keindahan alam natuna n tarempak.... kemungkinan mereka akan berkunjung lagi.....
Namesuratmin
November 1, 2011   08:16 PM PDT
 
saya pernah tinggal dan sekolah ditarempa dismp negeri 2.saya sangat rindu ama kampung halaman sudah 5 tahun aku ndak pulang2 teman2ku dulu pada lupa ama aku tak kasih no hp pada ndak mau kontek ke aku,aryon ,livina,pranap siahaan,desiyoula mereka teman aku,kenapa sih susah amat,aku saja selalu mengingat dan mengenang kalian semua orang tarempa dan teman2ku alumni smp n 2 tarempa.kangannnnn bangetttt.alamat facebooxku emailku,s4dew4@gmail.comatau pin bbku;22DBFE03 atas nama john.hpku 087832925810 atau 085878930003
weni lambey
January 22, 2011   07:14 PM PST
 
tarempa ...pernah tinggal disana sekitar thn 1975/76, papi saya pelaut asal manado, mami dari tarempa ( yong giok man, panggilan a man ), terakhir kesana liburan kira2 tahun 2000/2001, sekarang sya tinggal di manado...rindu mau ke tarempa lagi....
Sigit Wijayanto
December 19, 2010   02:52 PM PST
 
Salam kenal buat teman2 di Tarempa. Saya dulu tahun 1979 pernah tinggal di Tarempa dan sekolah di SD Siantan Tarempa. Kebetulan dahulu Ayah saya adalah komandan Angkatan Laut, jadi saya ikut kemanapun ayah saya pindah.

Saat ini saya berdomisili di Bali. Saya sangat senang apabila ada teman2 yang mau menghubungi saya di sigit.wijayanto1@gmail.com
Hanz
June 29, 2010   02:59 AM PDT
 
Saya mau ke tarempa tp saya tidak ada kenalan dsna,,ada ga yang bs bntu saya?
noordin
April 15, 2010   01:32 PM PDT
 
saya orang johor nak ke pulau siantan bagaiman ya menurut cerita sejarah ada termaktub nama siantan tapi saya tidak mengtahui kawasan nya 00620138222823
noordin
April 15, 2010   01:30 PM PDT
 
saya dari johor ingin ke pulau siantan dimana ya, saya melihat sejarah ada tertera siantan tapi saya ingin melancong ke sana.
Anggita
March 19, 2010   01:20 PM PDT
 
Haiiii....saya mau numpang nanya klo di tarempa penginapan yg bagus di mana ya?
Dedi A
December 19, 2009   01:57 PM PST
 
Mohon Kawan2 di disini semuanya...TOLONGLAH SAYA !!!

Kalau saya mau ke pulau matak base bawa barang dari kapal pelni bukit raya & sandar di pulau tarempa....lalu naik apa yaa yg cepat ke pulau matak tsb ?

apakah kawan2 ada info & mungkin ada nomor hp-nya yg bisa dihubungi atau hub sy di 081514283229 / DEDI
anak ae sene
December 11, 2009   03:07 PM PST
 
aok klo nak nengok ikan pegi ajok ke ae sene mantap lg...ikan lawa pas waktu di kasih makan pokek seru lah
he...he....hee...e.e.e.e.e.e..e.e.e..e..e.
Name iwandy
October 28, 2009   05:05 PM PDT
 
Aq anak payalaman yg skrg msih tinggal d payalaman law mau cri tau tntang matak-payalaman. NE
Email aq. Andespal139@gmail.com
Payalaman tuch indah laut biru dan pantai putih.
Name toni
October 6, 2009   02:51 PM PDT
 
tarempa.....hm... banyak kenangan yang tak bise aku melupekannya, aku anak terempak..tapi jarang balek kerane sibuk kerje..sekarang lagi ditugaskan oleh pemprov kepri untuk belajar di negeri jiran ( malaysia )..semoge ANAMBAS terus jaye....
beng liat iskandar
August 22, 2009   09:53 PM PDT
 
aku dolu tarempa, sejak lahir sampai smp tinggol di tarempa, tengah iken dolu dolu tarempa kemonoh ajo.....
deri_konyok
July 28, 2009   01:04 PM PDT
 
tarempa
(tanjung batu balai ) i'll be back !!!
muse.....muse.... lah
pokoknya ai mao balex , udh tax tahan lagi neh.....
he....he.....he....
c_u

ders99@yahoo.com
Ahmad Fuad
June 26, 2009   12:44 PM PDT
 
Saya anak Terempa, lahir dan tinggal di sana sampai kelas 5 SD. Saya tinggal di Jalan Pemuda di rumah nenek, namanya Ibu Zuhair. Sekarang saye tinggal di Jakarta dan udah lebih dari 20 tahun belum pulang. Ingin balik ke sana suatu hari nanti. Bagi orang terempa yang ada di Jakarta bisa mungkin kita ketemu. Saya bisa dihubungi di afuad68@yahoo.com.
Ucok Panggabean
April 25, 2009   10:20 PM PDT
 
Saya mantan anak Terempa dan saat ini tinggal di Jerman. Kenangan2 manis mengenai TEREMPA masih melekat sampai saat ini ketika usia sdh mencapai 48 tahun. Dulu saya tinggal di sana dari 1964 sampai 1967 persisnya di komplek AL dan sekolah di TK Kartini dan SDN1. Ketika itu ayah saya adalah Wakil Komandan Sional Tarempa. Sabtu sore kami sering duduk2 di atas gedung Markas tepi laut melihat2 pemandangan laut yang sangat indah. Pengalaman yang sangat berkesan adalah ketika musim pasar malam tiba dimana selalu diputar film layar tancap dan ramai ditonton penduduk terutama anak2. Salah satu yg sering diputar adalah film Hantu Laut. Saya juga sempat menyaksikan pembangunan restoran tepi laut disamping boom baru (kalau tidak salah dulu namanya Loka Ria/ Gembira dan sekarang berubah fungsi menjadi Hotel). Saya dan teman2 juga sering nangkapin udang pada malam minggu di sungai Sugi samping rumah. Beberapa teman yang saya ingat namanya dan mungkin ada di antara pembaca adalah : Ijon (Padang), Lius (Aceh), Titi (Tionghoa), Sugeng (Jawa), Donald (Ambon). Saya berkeinginan suatu saat dapat berkunjung kembali ke Tarempa atau Terempak yang indah dan penuh kenangan terrsebut.
mery
April 9, 2009   11:38 PM PDT
 
tarempa tempat yang sangat nyaman..tp semenjak ada motor jadi berisik dan banyak asapnya,polusi dimana2..
yang pasti pantainya bagus2 tp sayangnya trasnpoerasi yang susah untuk ketarempa..
masi banyak yang blon tahu tarempa tempat yang memiliki pulau yang bagus dan makanannya enak2 lagii
jadi kangen neh ma tarempa..
Richardo
April 5, 2009   10:13 PM PDT
 
Hi pd semua teman2 yg di Terempa dan Matak, saya kepingin putar putar di pulau yg indah sekali. Ada yg mau berteman dgn saya bisa emai di sini .
Saya skrg bekerja di Rig West Berani di Pulau Natuna

ricmeisa@yahoo.com
Malaysia
David Jerry
April 1, 2009   03:25 PM PDT
 
Saya lahir di Terempa, tetapi sudah sejak tamat SMp meninggalkan Terempa. Sekarang saya sudah berumur 47 tahun. Terempa tetap jadi kampung halamanku. Rumahku di belakang SD Siantan. Dulu kakekku berjualan godoh dan air limun di belakang SD Siantan. Alamat emailku: wenwu_liang@yahoo.com
Aziz Zein
March 21, 2009   08:47 PM PDT
 
Hallo Tarempa. Man rindu dengan kawan kawan di Tarempa. 39 tahun meninggalkan Tarempa.Bagaimana perkebangan nya sekarang ini. aziz.zenith@yahoo.com
Idris
March 16, 2009   09:52 PM PDT
 
Hello Semua.. Aku sekarang Berada tarempa kalo ada yang ingin tau tentang Tarempa ( Kab Anambas Sekarang )
Hub aku :Idris.Bakar@starenergy.co.id
Mohd Hidayat
February 4, 2009   12:53 AM PST
 
oh iya.. buat temen2 yang mo kontek aku, lgsung aja krm imel ke echiewolf@yahoo.com... Slm manis tuk temen22 ku... leni tan leni, i'ce, erik, wati, n smua tmn yg dulu di thn 75-84 tinggal di komp. AL tarempa.... Best Regards....
Mohd Hidayat
February 4, 2009   12:42 AM PST
 
hiii.. woww... rame juga.., aku pernah tinggal (TK n SD) di Tarempa.. sktr thn 76 - 84.. memorinya kebw trus smp sekarang... plg sklh trus nyebur di sungai dismpng sklh, mancing ikan belanak, trus brenang di pantai yg bersih n laut biru.. ehmm yang ku ingat satu yg mnrik adlh mndi laut rame2 smbl makan bakcang (kl gak salah).. Slm rindu buat teman2 ku dulu.. mdh2an ada yg baca... darsa, lim hk kiong, natalia, dll lah.. where r u friends... Terempa i miss u so much...
ariefride
December 5, 2008   12:04 AM PST
 
Tarempa.....
Saya pun pernah disana satu minggu....
Penginapan diatas laut....
Sirine Kapal di pagi hari....
Anak sekolah yang berangkat dengan perahu2 nelayan......
Sungguh tak akan saya lupakan...
elizar ahong
November 6, 2008   06:09 PM PST
 
kalau nak tau kisah terempa wak hubungi ojok man masih tinggol terempa
elizar ahong
November 6, 2008   06:08 PM PST
 
kalau nak tau kisah terempa wak hubungi ojok man masih tinggol terempa
elizar ahong
November 6, 2008   06:07 PM PST
 
kalau nak tau kisah terempa wak hubungi ojok man masih tinggol terempa
Agus Dja'far Nuri
November 5, 2008   01:23 PM PST
 
Ass ww Alhamdulillah.
Saya pernah di Tarempa sekitar tahun 1954 sekulah sr disana satu satunya skolah yg ada ayah saya ABRI tinggal di depan sekolah. Belakang sekolah ada gunung, oh ya ini ingatanku waktu kelas 2 SR dulu. Digunung belakang sekolah aku sering cari udang di batu timbun. Aku punya teman namanya Pandi .Ceritera ini saya buat dengan suka cita karena kenangan Tarempa waktu kecil sangat melekat. Aku kehilangan peta dimana Tarempa itu. Aku kesana melalui Pontianak naik perahu kayu ombak besar menimpa hampir perahuku tenggelam 2 minngu aku baru nyampe Tarempa. Tarempa dulu punya 2 boom atau pelabuhan Boom lama dan boom baru. Pernah ada anak tenggelam di Boom lama. Di boom baru ikan banyak sekali rata dipermukaan air gampang sekali ditangkap. Ayahku pernah beli sepeda lengkap ada spedo meter dan jamnya merek Philips, serta radio Grundig, belinya titip kpal Taypi ke Singgapur, aku ingat sotong.. ingat uang dolar Riau yang lebar ingat ... macam macam sayang hubunganku terputus dg Tarempa untung ada "my-musing" tolong dong kabar dari orang yg sengkatan saya umur 6o tahunan dari Tarempa Wass ww.
Helena Rumonda
September 6, 2008   01:53 PM PDT
 
Tarempa...

pulau indah nan menawan!!!

aku dulu tinggal di Tarempa
tepatnya di perumahan Koramil.
tahun 1990 Bapakku ditugaskan di Tarempa, saat itu usia ku msh 4 tahun. aku sekolah TK disana ampe SD kelas 2.

dulu....di Tarempa ga ada motor
alat transportasi cuma sepeda. bebas polusi...!!!
klo mau keliling pusat kota jalan kaki juga bisa.
klo mau keluar dari Tarempa, kapal yg ada cuma 1 kali seminggu..
waktu aku ke Tanjung Pinang perjalanan di laut 5 hari!!!

yang paling indah dari Tarempa adalah pantainya!!!!
pasirnya putih, lautnya biru, trus banyak lumba-lumba lhO..

duh..jadi kangen mau ke Tarempa lagi
ketemu teman2 disana...

btw, honeymoon disana pasti keren!!

love Tarempa..





rico
August 16, 2008   04:56 PM PDT
 
satu kata buat TAREMPA. GOKIL!
Name aryon sabri
July 29, 2008   05:22 AM PDT
 
aslm.mat begabong ye,man nompang gok u nules tok pon kalau boleh,sebelum die man nak knal kah man ni aryon tapi d kampong kenak panggel oyon.man lah dolom 2,5 th lom balek terempak macam mane dg keadaan mpong kite sekarang wak man berharap tambah lawa nak,,ape agek kini kan lah jadi ibu kota KKA,boleh ndok man ngajak semu kawan2 u bersatu kite bangun kampong kite jg sampai nantek jd bekecai di buot orang2 yang ndok betanggung jowob"WAHAI PUTRA PUTRI ANAMBAS BERBUAT LAH KEPADA NEGERI MU KEMBALI LAH ENGKAU PADA PANGKUAN IBU MU BERBAKTI LAH PADA TANAH TUMPAH DARAH MU"Bismilah kata pembuka jalan u kita .manrase sekian wak kalau ade kate yang salah man menta maaf,BRAVO NAGRI KU
Steven
June 26, 2008   01:56 AM PDT
 
Matak...,pulau dengan pemandangan yang menakjubkan...
Yang paling asik duduk malam-malam di pelabuhan kayu Payalaman sambil nunggu ikan asap...Wah, pokoknya pengalaman yang tak terlupakan..
Donni Indra
June 13, 2008   12:28 PM PDT
 
Saya ditugaskan di Terempa periode Desember 2007 - Juni 2008 untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk pemuda/i, pelajar dan masyarkat kec. Siantan yang disponsori oleh ConocoPhillips, KNPI Kec. Siantan, Pemda Kec. Siantan dan JET Indonesia, tempat saya bekerja.

Tidak ada bayangan yang jelas tentang Terempa sewaktu saya akan ditugaskan disana dan belum pernah mendengar sebelumnya nama daerah ini. Yang saya tahu hanya Natuna. Dan saya harus search di internet tentang daerah ini dan sempat mula melihatnya dari google.earth. Tidak banyak info yang saya dapatkan tentang Terempa.

Hari keberangkatan saya dari Halim, Jakarta ke Terempa adalah hari yang deg-degan bagi saya, karena perjalanan kesana harus ditempuh dengan 2 alat transportasi: udara dan laut. dan saya belum pernah naik alat transportasi laut seukuran perahu yang dinamakan 'pompong.'

Ketika saya sampai di Terempa, saya sempat kaget dengan keadaan disini yang jauh dari perkiraan. Saya pikir sebelumnya kalau pulau ini sangat kecil dengan jumlah penduduk yang sedikit. Ternyata sebaliknya.

Hari-hari saya di daerah ini sangat menyenangkan. Hari-hari libur saya selalu diisi dengan jalan-jalan atauy berpetualang ke pulau-pulau yang ada di sekitar Terempa. Hampir semua hot spots yang ada di Terempa dan sekitarnya sudah saya kunjungi. karena saya juga cinta petualangan. Namun masih ada impian-impian lainnya yang belum terwujud.

Semoga saja saya masih ditugaskan di sini sehingga saya dapat memberikan kontribusi yang lebih banyak lagi bagi kemajuan bahasa Inggris di daerah ini. Dan juga semoga saya masih bisa berpetualang ke pulau-pulau lainnya di Kep. Anambas.

Terempa, I'll be back!!!!

by downey_in_2006@yahoo.com or www. friendster.com/donnindra
mohd sidek (spore)
June 9, 2008   12:51 AM PDT
 
saya adalah pengambara tempat memancing laut dalam.banyak tmpt2 di indo telah saya terokai tujuan ada lah hobi & juga untk kabarkan pada club2 mancing & juga pengemar tntg lokasi. pada tngl 16 may 08 satiba nya di Bandara Ranai saya di sambut dgn kekasaran oleh pertugas (militer) dan juga pertugas yg lain. sungguh memalukan, jika keadaan di biarkan pasti Pulau Natuna akan kehilangan daya tarek penunjung & pelabur,tetapi penduduknya sangat ramah & juga alam semulajadi sngt menarek,pemerentah daerah juga harus aggrasif mempromosi Pulau Natuna agar ramai penunjung.
Newin
May 18, 2008   07:27 PM PDT
 
saya ke Terempa beberapa tahun lalu, waktu itu belum ada sepeda motor. Orang banyak berjalan kaki, naik sepeda. Udara tidak terpolusi asap motor. Sayang sekarang sudah polusi oleh asap motor dan bising knalpot. Kalau mau cari udara segar, terpaksa ke pulau.
Savit
December 23, 2007   04:44 PM PST
 
Lebaran lalu saya ke Tarempa, pulau2nya masih indah. Terharu dan menyenangkan kembali bisa melihat keindahannya, walau kadang ssekali ombak mengayun pompong yang membawa kami dari bandara Matak menuju ke Tarempa. Siapapun yang menginginkan pengalaman yang berbeda dan menantang dan hobby jalan2, saya rasa wajib merencanakan bagaimana caranya agar bisa mengunjungi pulau fantastic tsb.
Ari
November 28, 2007   08:07 PM PST
 
Wah....jadi inget pas di Matak...sempet ke pelabuhan kayu yang di payalaman donk...sambil makan nasi padang ala pulau matak...trus jangan lupa beli tongkol asap...enak kali itu tongkol..hiks jadi kangen sama pulau yang satu ini. Kapan yah bisa kesana lagi.....
Taufiq
November 21, 2007   03:25 PM PST
 
wuih,,,, mau ke tarempa neh,, hari senin,, tapi blom dapet bayangan disana,, ada hotel apa nggak, dll..
Naik kapal, ombak lagi besar,, ngerii juga..
Nameida kade sadnyana
October 23, 2007   12:11 PM PDT
 
saya pernah bertugas di Tarempa kurang lebih satu tahun dari bulan februari 2006 sd bulan agustus 2007.yg jelas natuna kaya akan sumber daya ikan, alam bawah lautnya sangat indah, masyarakatnya ramah. namun sayang pembangunan di Natuna/tarempa kurang mendukung daerah tersebut sbg wilayah kepulauan. seharusnya sarana dan prasarana perhubugan laut yang ditingkatkan spt. dermaga dan transportasi laut antar plau bukan pembangnan jalan istilah orang tarempa SP (semen panjang) yg dibangun dalam 3 APBD. mudah mudahan saat surat ini dibuat sdh terealisasi penerangan dari atam / Tpi ke Tarempa. Smoga tarempa dapat berkembang secara wajar sesuai dengan konsep daerah kepulauan. amin
uka suara dinata
June 23, 2007   08:37 PM PDT
 
Rabu (27/6) besok, saya terbang dari Batam menuju Pulau Matak. Ini kali pertama saya ditugaskan oleh Pimpinan Redaksi POSMETRO untuk liputan ke sana. Pikir saya, tempat itu akan lebih indah pemandangannya ketimbang Pulau Nipah yang pernah saya datangi dengan Kapal Patroli Cepat Sea Reader TNI-AL. Asyik yah???
Tati Herdawati
April 27, 2007   10:30 AM PDT
 
Salam..saya tati,saya tinggal di Batam.Saya tertarik untuk berlibur ke Kep. natuna. Pengen sekali melihat suasana alam yang masih polos dan sangat indah katanya..tapi,saya takut dg berita keamanan disana..bagaimana dg society masyarakatnya,apakah mereka ramah dan senang menerima orang luar?bahasa apa yang mereka gunakan sehari2?Oya..saya juga seorang dokter..alangkah senangnya bila saya bisa berkumpul dg masyarakat di sana, dan bisa saling tolong-menolong..terima kasih
mohd sidek (spore)
February 27, 2007   11:47 AM PST
 
saya sangat suka mancing, ingin tau bagaimana bisa saya mancing di kepuauan natuna, ada ngak perahu besar atau boat untk di sewakan.Atau ada sesiapa pernah mancing di sana ingin ceritakan pengalaman, kerana saya lihat ini juga bisa menyumbangkan pendapatan nelayan.
Merzawati
February 20, 2007   04:04 PM PST
 
aslkm..... Saya asli dari tarempa, saya kuliah di pekanbaru saya pernah sampai 2 tahun setengah ngak pulang ke tarempa karena ongkosnya mahal banget, pengen dech setiap lebaran pulang tapi ya itu tadi karena terbatasnya biaya jadi yah ngak pulang dech, kangen banget rasanya ama kampung tercinta. Kapan ya saya bisa pulang lagi.
ayudya
January 31, 2007   10:45 AM PST
 
mbak..sy lg neliti ttg pulau Matak neh. bisa bantu gak mengenai keadaan umumnya dr geografis, sosial, budaya, agama, dll? krn sya coba googling jrg bgt infonya dan di perpus gak ada.mhn jawabannya yaa di
ungu5@yahoo.com
barbie
December 7, 2006   07:24 PM PST
 
hai..lam kenal...
saya penduduk asli tarempa yang sekarang bekerja di luar tarempa, saya kira tarempa tempat yang menyenangkan, jangan dipikir penduduk tarempa, khususnya memiliki pendidikan yang rendah untuk jaman sekarang.banya anak - anak tarempa yang sekolah / kuliah diluar negeri dan sukses dinegeri orang
Chong
October 18, 2006   04:59 PM PDT
 
Hi, I'm really fascinated with Anambas and Natuna. I wonder if you are able to provide me with some travelling info and guides. I'm now residing in S'pore. By the way, I love diving too.

loren
April 18, 2006   02:14 PM PDT
 
Pemandangan alam Tarempa tidak akan terganggu oleh kehidupan masyarakatnya. Justru kedua aspek tersebut akan saling melengkapi :) itu letak uniknya. yang miskin ampe gak makan berhari2 gak ada kayanya.
Klo pemandangan alamnya si jangan ditanya lagi. indah buangget. Sayang sarana transportasi masih kurang memadai. masalah kesehatan ni... parah deh. Dokter masih dikit. sekarang sih udah rada mayan. tapi tetep kurang. Pendidikan juga kurang bagus. tenaga pendidik kurang dan standarnya juga jauh dibawah (menurut saya....).
dolu tarempa.
Ratih
March 15, 2006   03:54 PM PST
 
Hello, salam kenal ya.. hmm saya dokter, baru lulus dan harus melaksanakan kewajiban PTT. di antara pilihan tempat daerah sangat terpencil untuk PTT saya melihat option kep.Natuna. Seperti yang anda tulis penduduk disana benar2 kekurangan akses kesehatan. Kalau boleh tahu, dari cerita penduduk yang anda dengar masalah kesehatan apa yang mereka alami sampai akhirnya ada cerita kematian akibat keterlambatan penanganan. Terima kasih ya..
Ratih
ratih_ayu@hotmail.com
Wahyudi Priyatno
November 2, 2005   05:31 PM PST
 
Kebetulan Lebaran kali ini saya di Matak, perjalanan kedua ke Natuna stelah sebleumnya hanya transit dan langsung ke salah satu Field di Block B ini. Alam Kepulauan Anambas memang indah, pengalaman di atas mungkin lebih menantang bila disertai kegiatan outdoor sehingga bisa di share untuk semua.
Hariadi Saptadji
June 29, 2005   07:28 PM PDT
 
Wah asyik juga alamnya sih ya, sayang juga agak terganggu oleh pemandangan masyarakat yang hidupnya kelihatan tidak mudah
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON