Wednesday, July 13, 2005
Sopan Santun

Hari Sabtu lalu aku merasa sebal sekali. Pertama sudah kesal karena bos memintaku masuk dan membantunya mengevaluasi data, yang berarti aku harus membatalkan rencana weekend yang sudah kubuat sebelumnya. Lalu ternyata evaluasi dilakukan di sebuah kantor kecil di dalam sebuah ruko yang ACnya tidak dingin, padahal siang itu panas luar biasa dan aku jadi berkeringat. Terakhir, yang betul-betul membikin aku sangat kesal adalah: para tuan rumah semua merokok sepanjang hari di dalam ruangan.

 

Rambutku yang paginya baru dikeramas jadi bau dan jelas pakaianku juga sama kondisinya. Sebetulnya aku ingin mengeluh tapi berhubung kami sedang berusaha berbaik hati pada mereka, kututup mulutku.

 

Sebetulnya ini sering sekali terjadi di Indonesia. Banyak orang senang merokok, dan mereka tidak pernah peduli pada yang tidak merokok. Tidak pernah sekalipun dalam hidupku ada perokok Indonesia yang bertanya apakah aku keberatan bila mereka merokok.


Temanku yang bekerja di sebuah perusahaan telepon selular beberapa minggu yang lalu juga mengeluhkan hal yang sama. Kantor mereka terletak di dalam sebuah gedung modern yang seluruhnya berpendingan ruangan dan jelas-jelas menetapkan bahwa di dalam ruangan dilarang merokok. Tapi berhubung di divisi tempat rekan ini bekerja semua orang merokok kecuali dia, peraturan diabaikan dan mereka merokok di dalam ruangan. Protes temanku yang merasa terganggu dengan asap rokok ini diabaikan.

 

Heran, apa bangsa kita tidak punya sopan santun, toleransi dan tenggang rasa terhadap orang lain? Bosku yang asal Inggris itu sebetulnya juga perokok berat, tapi saat merokok dia selalu menyingkir keluar karena melihatku merasa tidak nyaman terkena asap rokok. Tapi kenapa orang-orang sebangsaku yang terkenal sebagai bangsa yang punya sopan santun tinggi, penuh toleransi dan banyak ewuh pekewuhnya, ternyata tidak peka dan tidak punya tenggang rasa terhadap yang bukan perokok, dan memaksa orang-orang yang bukan perokok menjadi passive smoker?

 

Sebetulnya indikasi bahwa bangsa kita ternyata tidak banyak punya perhatian dan tenggang rasa terhadap orang lain bisa jelas terlihat di jalan raya. Kalau ada dua jalur yang bergabung jadi satu, seringkali terlihat mobil-mobil saling serobot tanpa ada yang mau mengalah. Kenapa tidak bisa saling bergantian satu persatu? Kenapa harus saling serobot?

 

Padahal seperti yang pernah kutulis ketika mengeluh soal macet dulu, kalau seandainya para pengguna jalan di Jakarta itu punya tenggang rasa yang tinggi, saling mengalah, patuh aturan dan punya etika berjalan raya yang bagus, maka kondisi macetpun bisa terasa lebih ringan, seperti kalau mengalami macet di negara-negara Eropa Barat. Karena walaupun terjebak macet kita tidak perlu mengalami road rage karena melihat pengemudi lain bisa lebih cepat bebas dari kemacetan at the expense of the others karena menyerobot jalur atau memakai bahu jalan!


Jakarta, 13 Juli 2005


Posted at 11:59 pm by koeniel

D-eby
March 2, 2007   11:48 PM PST
 
Niel thanks to allow me put your blog's link in mine :) and thanks for the lovely comment your dropped at my other blog as well :) I am looking forward for your next picture. Salam kenal dari Atlanta.
Lili
July 20, 2005   09:53 PM PDT
 
Aku pernah kirim artikel ttg hak orang yg tidak merokok ke JKT-all nasional, setelah itu beberapa orang protes ke aku dgn tidak bertegur sapa lagi kepadaku...duh nasib..
mpokb
July 18, 2005   11:00 AM PDT
 
hehehe, banyak di antara kita mungkin punya penyakit suka salah kaprah non. milik umum dianggap milik pribadi, milik pribadi dianggap milik umum.. ;)
dewi
July 14, 2005   05:25 PM PDT
 
Kayanya kalo dari tingkat keluarga aja sudah ada rasa tenggang rasa, di cakupan yg lebih luas bakal tertata lebih baik. Nah ini, bapak2 kita juga kasi role model-nya smoking kaya loko kereta api, boro2 tanya keberatan or nggak, yang ada malah minta istri or anak beliin tuh rokok huhuhuhuhu :) Btw, this year would be the last year of cigarette commercial in any media, both printed, electronic, and also in their sponsorship programs. Relieving a bit, but ain't perfect answer. mulai dari kita aja deh mbak, selalu campaign as a free of smoke person..bukannya di Jakarta asep dah banyak..ketelen and kehirup tiap hari :P
salam
The "Leprechaun"
July 14, 2005   09:41 AM PDT
 
Hey honey its not just indonesians that are insensitive to others with smoking. I share an office with people who regulalry fly long haul flights that are non smoking - 12 hrs, and they can handle this easily, or at least do it. Some of them have also come from my last office where it took me 3 years to enforce a no smoking policy in the office, which they accepted and aucutally commented upon positevely. And yet here in a very small and I mean small, cramped office they are quite happy to light up and puff away and are not bothered about other peoples feelings. When I come in the next morning the smell of stale smoke is enough to choke you, so you have a supporter in me on this topic but I would say dont get carried away Indo bashing on this subject we (bule's) also have well travelled highly educated elements of our own society who are familiar with the anti social element and the effects of passive smoking on others and who chosses to ignore these and be impolite to others also. Many countries carry graphic warnings on cigarette packets now as we have seen in Singapore one time but even these dont deter people. I suppose all we can hope for is they smoke themselves into an early grave as quickly as possible and dont take too many of us with them :D

That was the nice thing in Ireland ya? no smoking in public places :D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON