Sunday, July 17, 2005
Tergila-gila pada Kehidupan Bawah Air

 

jellyfish 

The Unique stingless jellyfish in Kakaban Lake, Berau, East Kalimantan. click picture for more Photos


 

Kemarin lagi-lagi aku pergi menyelam. Padahal dua minggu yang lalu juga sudah menyelam. Tapi memang sulit untuk menyatakan tidak pada ajakan menyelam, pun walau tujuannya hanya dekat saja, entah Selat Sunda ataupun Kepulauan Seribu.

 

Setiap penyelam sebenarnya harusnya mempunyai sebuah dive log book, yaitu sebuah buku yang berisi daftar setiap kegiatan selam yang sudah dilakukannya, tempat dilakukan, lama menyelam, dan kedalaman yang dicapai. Buku itu juga biasanya dilengkapi dengan data-data lain seperti data-data teknis lokasi penyelaman dan kondisi kehidupan bawah air di situ.

 

Buku dive log bisa jadi sumber informasi yang bagus sekali. Biasanya aku menulis jurnal diving berdasarkan data-data dari buku log-ku dan tulisan itu bisa jadi sumber informasi bagi penyelam lain yang akan menyelam di tempat itu.

 

Tadi malam sembari melengkapi buku dive log-ku dengan data-data penyelaman kemarin, timbul ide untuk memasukkan data-data teknisnya ke dalam sebuah lembar elektronik Excel. Setelah beberapa jam memasukkan data ternyata hasilnya terlihat menarik juga.


Open water certificate, yaitu sertifikat terendah yang diterima seorang penyelam setelah belajar scuba diving, kuterima 9 Mei 2004 dari Bubbles Dive Centre. Sekarang ini, yang berarti sekitar setahun setelah resmi menjadi penyelam, sudah kulakukan 83 penyelaman. Penyelaman semenjak sertifikasi kulakukan hampir tiap bulan, kecuali pada bulan September-Oktober 2004 saat harus bekerja di offshore dan bulan Januari 2005 karena tidak ada ajakan untuk menyelam karena semua orang ketakutan dengan isu tsunami.


Sebetulnya 83 penyelaman dalam setahun adalah frekuensi yang cukup tinggi buat seorang recreational diver sepertiku. Banyak teman lain yang frekuensi menyelamnya tidak sebanyak diriku. Tapi banyak juga yang jauh lebih banyak. Apalagi teman-teman yang memang menjadikan dunia penyelaman sebagai profesi, dengan menjadi guide atau pelatih. Buat mereka dive log isinya bisa ratusan bahkan ribuan penyelaman.

 

Dua bulan setelah menerima sertifikat paling dasar aku ikut pelatihan tingkat berikutnya yaitu sertifikasi penyelam tingkat lanjut untuk menjadi advanced diver. Ini kulakukan karena aku ingin mengikuti kegiatan ini dengan standar keselamatan yang tinggi, artinya melakukan kegiatan penyelaman yang lebih advance, setelah menerima pelatihan yang cukup. Karena sebetulnya penyelam pemula hanya diperbolehkan menyelam sampai kedalaman maksimum 18 meter, dan belum diperkenankan melakukan penyelaman malam hari. Setelah menerima pelatihan advanced penyelam bisa menyelam sampai kedalaman kurang lebih 30m dan melakukan penyelaman malam hari.

 

Sebetulnya banyak penyelam yang melanggar batasan-batasan itu dan kuakui aku pun sempat melakukan pelanggaran dengan menyelam sampai 20m dan melakukan penyelaman malam sebelum menerima sertifikasi tingkat lanjut. Tapi tentu saja itu beresiko, batasan dibuat karena menyelam adalah olahraga yang beresiko cukup tinggi yang harus dilakukan dengan pengetahuan cukup untuk menghindari kecelakaan.


Pelatihku, Abi dari Bubbles, adalah orang yang punya disiplin tinggi dan cukup keras dalam menetapkan batasan-batasan. Ini cukup cocok dengan aku yang sebetulnya tidak suka beresiko yang tidak perlu dan melanggar aturan. Maka kalau mendengar penyelam-penyelam lain saling bersombong tentang kedalaman maksimum yang pernah dicapai mereka, aku cuma diam saja. Buatku kegiatan menyelam adalah kegiatan yang menyenangkan dan tidak perlu dijadikan ajang uji kekuatan dengan resiko mengalami kecelakaan.

 

Penyelaman sebanyak 83 kali itu menghasilkan total jam selam sebanyak hampir 74 jam, yang berarti rata-rata durasi menyelam adalah 52 menit. Memang menyelam itu tidak bisa dilakukan terlalu lama. Selain ada batasan jumlah udara di dalam tangki, juga tubuh kita memang secara biologis dikondisikan untuk hidup di darat dengan tekanan udara yang rendah. Ketika dibawa ke dalam alam bertekanan tinggi seperti di bawah laut, ada banyak penyesuaian harus dilakukan oleh tubuh.

 

Dari 83 penyelaman itu ternyata 52% kulakukan di sekitar Jawa saja, yaitu di daerah Kepulauan Seribu dan Selat Sunda. Ada banyak lokasi penyelaman di Kepulauan Seribu, yang paling sering kukunjungi adalak di sekitar Pulau Kotok, kemudian Pulau Pramuka dan Pulau Sepa.

 

Di Selat Sunda lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat menyelam adalah di sekitar Pulau Sanghyang 10 km di lepas pantai Anyer, kemudian daerah kompleks Krakatau dan di sekitar Ujung Kulon. Beberapa lokasi penyelaman lain yang tidak terlalu populer yang pernah kukunjungi di daerah ini adalah Pulau Tempurung yang terkenal kejam arusnya dan berada di tengah jalur pelayaran kapal feri Merak-Bakauheni, Pulau Sebesi dan Sebuku yang menyimpan sisa-sisa kapal Belanda Evertsen dari perang Selat Sunda antara Sekutu melawan Jepang di jaman Perang Dunia ke-2, serta bangkai kapal perang Amerika Houston yang tenggelam sebelum Evertsen.

 

Di luar Jawa lokasi-lokasi yang pernah kukunjungi dalam rangka kegiatan menyelam adalah Lombok (Nov 2004), Ambon (Feb 2005), Laut Berau di Kalimantan Timur (Mei 2005) dan Bali (Mei 2005). Rata-rata kegiatan menyelam di tempat-tempat ‘jauh’ ini membutuhkan waktu antara 5-7 hari termasuk perjalanan, bahkan bisa lebih. Sedangkan menyelam di Kepulauan Seribu atau Selat Sunda bisa dilakukan bahkan hanya dalam satu hari, tidak perlu menginap. Tetapi karena banyak faktor, antara lain karena di sekitar pulau Jawa penduduknya sangat padat dan dengan demikian polusi juga lebih tinggi tingkatnya, keindahan bawah laut di tempat-tempat ini juga sangat kurang dibandingkan dengan daerah-daerah ‘jauh’ tadi. Di Kepulauan Seribu misalnya, lautnya sangat hijau, beda sekali dengan Laut Lombok atau Laut Ambon yang biru. Di Kepulauan Seribu dan Selat Sunda jarak pandang bawah air seringkali hanya mencapai 5 meter, sedangkan di laut-laut di Indonesia timur bisa mencapai 20-30 meter, dengan jarak pandang terburuk 10-15 meter.

 


Dendronepthya sp

They look like plants but are actually animals. These are Dendronepthya sp soft corals. Click picture for more photos


Masih banyak lagi daerah tujuan selam indah yang ada dalam ‘wish list’ ku. Taman Laut Bunaken (Sulawesi Utara), Komodo (Flores), Raja Ampat (Papua) adalah tempat-tempat yang ada di bagian paling atas di daftar itu. Lalu di bawahnya ada Kapoposang, Selayar dan Wakatobi di Sulawesi, Ternate, Halmahera dan Laut Banda di perairan Maluku, serta pulau Weh di Aceh. Indonesia adalah negara kepulauan yang besar dan luas yang terletak di daerah tropis, jadi wajar kalau di sini memang banyak tujuan wisata menyelam.

 

Ada banyak yang bertanya mengapa aku bisa tergila-gila pada olahraga menyelam. Jelas kegiatan ini beresiko, lalu kulit dan rambut jadi rusak karena banyak terbakar matahari, dan jelas kegiatan ini cukup mahal. Ada teman yang heran aku senang menyelam padahal kegiatan in cuma nyaman sebentar (rata-rata penyelaman hanya sekitar 1 jam setiap kali), padahal persiapannya panjang dan kegiatan yang harus dilakukan sesudahnya (seperti mencuci dan merawat alat) cukup menghabiskan tenaga dan waktu.

 

Mungkin alasan paling utamanya adalah karena keindahan bawah laut bisa membuat kita tergila-gila. Ketika kita ada di bawah air, kita disuguhi berbagai warna dan bentuk yang tidak biasa dijumpai di darat. Koral yang walaupun sering tampak seperti tumbuhan tapi sebenarnya adalah sejenis binatang sederhana itu ada ratusan jenisnya. Belum lagi alga, spons, berbagai siput dan ulat laut, belut laut, ketimun laut, bintang laut, dan beratus-ratus jenis ikan. Setiap kali berada di tengah-tengah keajaiban alam seperti itu aku jadi tertunduk kagum pada kebesaran alam, dan harus mengakui betapa kecilnya manusia.

 

Indahnya kehidupan bawah laut sulit hanya digambarkan dengan kata-kata, maka sekarang aku mulai mencoba membagikannya dengan bentuk gambar. Semenjak Desember 2004 aku mulai belajar fotografi bawah air dan mencoba menangkap keindahannya untuk ditunjukkan pada orang-orang di sekitarku, sehingga makin banyak orang yang tertarik, atau paling tidak sadar bahwa Indonesia punya kekayaan alam yang sangat besar yang tidak mungkin bisa disamai oleh negara-negara lain, yaitu kekayaan bawah lautnya.

 

Jakarta 17 Juli 2005


for more diving notes click here



Posted at 01:26 pm by koeniel

Martini
May 2, 2009   10:41 PM PDT
 
Hallo, tau provider diving di Ambon?Kita hanya ketemu Maluku Divers, tapi mahal sekali..
andre
May 17, 2007   08:59 PM PDT
 
hai...smua saya andre dari MDC(marine diving club)Undip semarang.mo ngadain suatu kegiatan reefchek(kegiatan konservasi pendataan terumbu karang)dan sekalian acara jambore selam se jawa-bali,tempatnya di karimunjawa-jepara(semarang) buat kamu para penyelam kalo pengen ikutan contak andre(081326282249) atau email ke mdc_kelautan@yahoo.com acaranya diadakan bulan november..klo mo ikutan kontak sekarang ok..
Herlina
December 6, 2006   04:40 PM PST
 
Kepulauan Seribu yang bagus yang mana ya? Pulau Sepa ama Pulau Putri bagusan mana?
b@IzZZ_EM
October 9, 2005   02:11 PM PDT
 
NAma gue baiz, lu mak gak kapan kapan nyelem ama gue....HEHEHE..!!!
odonk
September 19, 2005   02:12 PM PDT
 
hai, salam kenal, baru liat blog ini waktu search di google ttg slum, trus buka blog ini.... keren!! hehe
koeniel
July 21, 2005   10:24 PM PDT
 
lili: kalo mau nyelem emang harus punya sertifikat dulu Li. kalo kita mau nyewa alat misalnya, pasti ditanya udah punya sertifikat belum?

dewi: ayuk deh ntar kalo udah minat diving, kita diving bareng

novs: ntar klo pas balik ke sini kontek aja, aku temenin diving deh

pak zuki: ah bapak kita ini :P
Lili
July 20, 2005   09:48 PM PDT
 
Duh tuh si Akang, kasih pujian terus..hi..hi...

Woooooaaaa udah dapet sertifikat segala, Congrats yah mbak Nil, terus hasil coba2 di Excelnya bisa di access gak sama pengintai kayak kita ini??
dewi
July 20, 2005   06:36 PM PDT
 
Pas Media Indonesia bikin lapsus soal Raja Ampat, ampe ngiler2 pengen ke sana huhuhu :) buat yg hobi diving keren banget katanya.dunia bawah laut emang indah, thanks ya mbak udah sharing ke saya, soalnya blom mungkin diving sendiri hihihihi latihan monofin dulu lah :D
zuki
July 19, 2005   08:29 PM PDT
 
ck ck ck ... ibu kita ini .. :-P
Koeniel
July 19, 2005   08:40 AM PDT
 
mpokb: beneran gak tertarik ni? :)

scorsag: gue baru bisa renang umur 22, jadi lebih telat tuh :D

rini: kayak nama restoran....
scorsag
July 18, 2005   11:26 PM PDT
 
kebodohan gue yg utama adalah baru belajar berenang di usia 20 tahun, jadi sudah keburu takut sama kedalaman. pernah diajak teman belajar diving, selalu gagal. satu karena alasan di atas tadi, kedua karena rasanya gue nggak pernah berhasil menenggelamkan diri ke dasar kolam. bawaannya mengapung melulu:)
mpokb
July 18, 2005   11:05 AM PDT
 
cantik. cantik. cantik. ck, ck, ck... *kagum* tapi dengan kerumitan diving itu, kayaknya dengan menikmati fotonya gw udah puas deh.. terima kasih non :)
The "Leprechaun"
July 18, 2005   10:24 AM PDT
 
Nice article honey and now ur days are numbered in being able to experience this alone :p The article captures ur passion for the sport but also highlights the beauty of the underwater world and the "wealth" which Indonesia has in this field. The diving articles are beautifully supplemented by your photographs and I cant wait to experience this world which you descfribe so passionetely. Keep you articles as they are now, simple - passionite and informative and you'll always have avid readers.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON