Tuesday, December 31, 2002
Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!!!

Begitu rutukku dalam dan luar hati setelah melihat seekor buaya yang sedang tidur-tidur ayam di kandangnya dilempar dengan botol air mineral yang masih setengah berisi. "Bukkk.....!!!" Begitu bunyinya, yang langsung disusul dengan teriakan marahku kepada segerombolan pemuda yang cengingisan memandangiku tanpa rasa bersalah. Sementara kelompok-kelompok pengunjung lain cuma menoleh setengah tak peduli kemudian melanjutkan perjalanan, atau membelalakkan mata tanda tak setuju tapi tanpa berkata apa-apa. Dan kedua kurcaci yang kugandeng? Yang satu tertawa terbahak-bahak melihat sang buaya membelalakkan matanya sebentar ketika hantaman botol mengenai tubuhnya, sementara yang satu lagi menutupi mulutnya terkejut kemudian menengadahkan kepalanya kepadaku sambil berkata,"Kasihan buayanya ya kak...." Sambil setengah menyeret kedua kurcaci kecil yang mencoba membelah dua tubuhku dengan berjalan menuju dua arah sekaligus, yang satu ingin melihat gajah dan yang satu ingin melihat kuda nil, kulayangkan pandang simpati terakhir kepada sang buaya yang sudah memejamkan matanya lagi, tidur ditengah botol-botol plastik dan kaleng minuman yang rupanya jadi senjata favorit pengunjung nakal untuk melemparinya. Bertahanlah kawan..........

Ini cuplikan dari pengalamanku yang bersama teman-teman Arek KAJ* hari Minggu kemarin dalam rangka Aksi Natal mencoba berbagi kebahagiaan mengajak anak-anak lapisan bawah dari Sanggar Ciliwung asuhan Romo Sandyawan bertamasya ke Kebun Binatang Ragunan. Bukan hal yang mudah menggembalakan segerombolan anak kecil usia SD di area kebun binatang yang luas yang lebih penuh dengan manusia dibanding dengan binatang itu. Untungnya tugasku bukan menjadi gembala kelompok, untungnya tugasku cuma menjadi juru foto, jepret sana jepret sini sambil sesekali menjaga satu dua kurcaci yang kadang mengeloyor pergi begitu saja meninggalkan kelompoknya. Jadi masih banyak waktuku untuk mengamati tingkah laku anak-anak itu yang kadang lucu, menggemaskan dan kadang juga menyebalkan sekali.

Menyebalkan, semisal seperti si B yang kurus, berkepala gundul, berkaus kuning dan bandel sekali itu. Ia selalu mencoba mendapatkan keinginnya dengan segala cara, bahkan dengan berbohong sekalipun. Tidak puas mendapat satu pensil seperti anak-anak yang lain dia sibuk merayu temanku untuk mendapatkan pensil yang kedua, sampai mengaku bahwa dia belum kebagian pensil kepada temanku yang lain. Menyebalkan juga semisal seperti si kaus hitam yang sudah remaja, yang ikut bersama rombongan, yang dengan seenaknya melempari binatang dan tertawa-tawa melihat hasilnya. Yang juga sangat enggan mengikuti aturan dan perintah, seolah menyatakan kegagahannya dengan perlawanan terhadap aturan. Atau juga menyebalkan seperti si M gadis belia yang sudah hampir remaja, yang sangat enggan melepas sepatunya pada saat berdiri di atas alas duduk, walaupun sudah berkali-kali ditegur, sehingga meninggalkan jejak lumpur di sana-sini dari beceknya tanah Ragunan sehabis hujan. Menyebalkan juga seperti sebagian besar anak-anak yang dengan seenaknya membuang bungkus roti dan kue di sana-sini, walaupun sudah berpuluh-puluh kali diingatkan untuk membuang semua sampah di tempat sampah.

Begitu kotornya Ragunan. Karena anak-anak ini, tapi juga karena para pengunjung lain, yang dengan gampangnya membuang segala macam sampah di jalan, atau meninggalkan bekas-bekas makanan mereka begitu saja di tempat mereka duduk. Kalau dipikir-pikir, bukan hanya kebun binatang ini saja yang kotor, jalan, pasar, jembatan penyeberangan dan hampir semua tempat umum di Jakarta sangat kotor. Seringkali kulihat betapa orang membuang sampah begitu saja keluar dari mobil ke jalan, bukan cuma dari bis tua butut tetapi juga dari mobil sedan mewah. Apakah pendidikan orang bersedan mewah itu rendah? Kupikir di Indonesia memang tidak ada korelasi antara tinggi rendahnya pendidikan dan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Nyatanya bahkan di universitas-universitaspun setiap kali acara yang dihadiri para mahasiswa - yang notabene berpendidikan tinggi karena pernah mengenyam bangku universitas - selesai, sampah selalu bertebaran dimana-mana. Berarti memang pelajaran sederhana seperti kedisiplinan dan kepatuhan pada hukum dan peraturan memang belum mengintegrasi dalam sistem pendidikan kita, sehingga semua orang selalu ingin yang termudah dan terenak, dengan memotong jalur hukum dan menafikan segala peraturan. Jika melanggar peraturan lalu lintas dan kena tilang, karena untuk mengikuti proses pengadilan dibutuhkan waktu dan biaya mahal, maka lebih mudah menyelipkan selembar lima puluh ribuan ke dalam STNK yang diperiksa polisi. Lalu orang yang sama yang menyogok polisi ini ketika makan siang bersama teman-temannya sibuk memaki-maki para politisi dan anggota DPR yang korup. Hahaha... lucu sekali, maling meneriaki sesama maling.

Mengubah mentalitas seperti ini kelihatannya bukan hal yang gampang, mengingat kebiasaan tidak mempedulikan aturan itu sudah sangat mendarah daging. Maka kupikir, negara kita yang sedang berantakan ini tidak akan pernah beres kalau segalanya tidak dimulai dari diri sendiri, dari yang paling sederhana. Belajar untuk tidak mencari yang terenak dan termudah dengan melanggar aturan, belajar untuk membuang sampah pada tempatnya, mengorbankan sedikit energi untuk berjalan menuju ke tempat sampah dan membuang puntung rokok di situ, bukannya di trotoar. Belajar untuk menghormati aturan lalu lintas dan marka jalan, belajar untuk antri dan tidak menyerobot giliran orang lain. Belajar untuk menyeberang di atas jembatan penyeberangan bukan di bawahnya. Belajar untuk tidak ikut-ikutan budaya sogok-menyogok, atau mengharapkan rejeki jatuh dari langit tanpa kerja keras.

Lalu mestinya pendidikan mental seperti disiplin, taat peraturan dan menghormati hukum ini ditularkan juga pada anak-anak melalui pendidikan sejak mereka masih kecil. Tetapi kalau para orang tua dan guru-guru yang mendidik mereka masih juga belum sadar akan disiplin dan hormat peraturan lalu bagaimana? Lihat saja orang-orang dewasa di sekitarku di kebun binatang ini, seenaknya saja membuang sampah sembarangan di depan mata anak-anaknya. Bagaimana mereka bisa belajar? Rasanya frustrasi memikirkan berapa generasi mendatang baru kita bisa mempunyai masyarakat yang bersih, disiplin, toleran pada kepentingan orang lain dan taat hukum. Mungkin sampai aku matipun belum bisa melihat Jakarta dan bus-bus kotanya bersih. Tapi lamunan penuh kefrustrasian itu terbuyarkan oleh seorang bocah lelaki enam tahunan yang kulihat sibuk mengumpulkan semua bungkus makanan di sekelilingnya, lalu sibuk memakai sepatunya dan berjalan menuju tempat sampah terdekat, yang kebetulan letaknya cukup jauh.
"Heh, ke mana lu? Entar ilang lu baru tau rasa!" Kata temannya
"Nggak kok, cuman buang sampah doang."
"Ah repot banget sih lu." Kata kawannya lagi, tapi bocah ini diam saja. Beberapa waktu kemudian diulanginya lagi, mengumpulkan bungkus-bungkus makanan yang habis dimakannya, memakai sepatunya lalu berjalan menuju tempat sampah, tanpa ada seorangpun yang menyuruhnya. Maka sedikit terobatilah frustrasiku, berganti secerah harapan. Kalau dari anak-anak lapisan terbawah ini saja, yang prioritas utamanya adalah to survive, masih ada yang punya setitik kesadaran seperti ini, maka masa depan bangsa ini tidaklah segelap yang kukira. Karena lilin-lilin kecil kalau dikumpulkan bisa juga menerangi tempat yang gelap, dan perbuatan-perbuatan kecil sederhana ini bisa jadi akan menggerakkan perubahan yang lebih besar..........

Kemang, 31 Desember 2002
sembari bermalam tahun baru sendirian di kantor saat harus menunggui logging Kuda Nil-1A

*Arek KAJ, atau Arena Refleksi Eksekutif dan Karywan se-Keuskupan Agung Jakarta adalah sebuah kelompok kategorial di KAJ, yang anggota-anggotanya terdiri dari para karyawan Katolik yang bekerja di Jakarta.


Posted at 10:00 pm by koeniel

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON