Thursday, August 04, 2005
Katakan Aku Cantik

cantik 
teman-temanku yang cantik ini kufoto di Pulau Kuiper alias Cipir hari Minggu lalu. click the picture for more photos of them!


Katakan Aku Cantik

Setiap kali selesai memotret teman-teman perempuan dan mengedit foto-foto mereka yang tak pernah lelah menerima tawaran jadi model percobaanku itu, aku jadi terbayang kata-kata di atas.

 

Perempuan memang selalu mendambakan diri cantik. Tapi walau sudah dibilang cantik, seringkali mereka masih tak percaya. Seringkali teman-teman yang di foto terlihat sungguh cantik karena mereka memang fotogenic itu masih merasa kurang puas, "Yah, muka gue kok bulet banget ya."  "Aduh mak, lu liat gak perut gue. Perut gue kayak bunting gitu."  "Jerawaaaat. Aduh jerawat gue keliatan banget tuh."  "Aaah, kenapa juga muka gue jadi keliatan berminyak begitu?"  "Ya ampun, leherku kelihatan berlipet tiga!"  "Oh mami... pipi gue tembem bangetsss..."  “Ih, kenapa mata gue keliatan keriput gitu.”  “Uh, gue keliatan geda (bentuk ekstrim dari ‘gede’, red) banget di sini!”

 

Pokoknya sejuta cacat kecil langsung terlihat di mata mereka. Padahal menurutku di foto-foto itu mereka terlihat cantik dan menarik. Buatku setiap subyek foto pasti punya kecantikan tersendiri. Karena lebih sering memotret manusia-manusia biasa yang kutemui dalam perjalananku - misalnya anak jalanan, pengemis, pekerja pelabuhan, ibu tua penjual makanan dan sebagainya – dibandingkan memotret perempuan cantik sebagai model, aku jadi bisa menghargai kecantikan yang bukan seperti standar yang ditawarkan oleh dunia komersial di media massa.

 

Di media massa sepertinya gambaran kecantikan itu seragam – langsing, tinggi, kaki panjang, rambut hitam lurus panjang, kulit terang, wajah tirus. Maka tidak heran kalau para perempuan mau tidak mau jadi tercuci otak – menganggap gambaran ideal itulah yang disebut sebagai ‘cantik’. Padahal seberapa persen sih yang bisa punya bodi langsing seperti para model itu? Sisanya pasti lebih berada di ujung spektrum yang lain – lebih semlohai.

 

Dan apa salahnya punya bodi semlohai, atau rambut keriting? Atau hidung pesek dan kulit gelap sawo matang? Sering di kantor temanku geleng-geleng kepala kalau melihatku pulang dari salah satu perjalananku - entah diving atau photo hunting – karena kulitku pasti hitam kelam, gosong terbakar matahari. Maklum aku tidak pernah pusing memakai payung, kaus lengan panjang dan berbagai pelindung tubuh lain. Malah biasanya hanya berkaus pendek bahu terbuka – jelas beda dengan teman lain yang bak putri lilin, takut meleleh kena sinar matahari.

 

Bukannya cuek sama sekali sih, dianggap keling dan jelek. Dulu aku juga minder karena warna kulitku ini. Tapi setelah mengalami kuliah di Inggris aku jadi sadar – kulit bluwek bisa cantik juga! Teman-teman perempuanku di sana iri sekali melihat warna kulitku dan yang lelaki menganggapku cantik karena kulitku yang coklat legam ini. So, what’s wrong with being dark?

 

Toh beauty is in the eye of the beholder katanya. Kecantikan itu subyektif, tergantung yang menilai. Dulu pernah saat kursus bahasa Perancis aku membawa sekelompok teman dari Senegal berkeliling Yogya. Ternyata buat para lelaki Senegal itu, perempuan cantik adalah yang berbadan subur besar – semlohai at the extreme end. Jadi, mereka tidak tertarik pada perempuan Indonesia yang mungil menurut ukuran mereka. So, apa salahnya berbadan besar?

 

Rasanya jadi salah, karena lagi-lagi gambaran kecantikan ideal kita dibentuk oleh media dengan model seperti di atas. Maka para perempuan sibuk mengikuti diet ini dan itu, puasa dan ikut program akupuntur, suntik, minum jamu, obat dan segala macam yang menjanjikan kelangsingan badan.

 

Untungnya masalah gambaran kecantikan ideal yang tidak sesuai dengan kenyataan makin dapat sorotan kritis. Di Afrika misalnya, banyak media mulai mengeluarkan kritik terhadap penyeragaman standar kecantikan ini. Karena banyak dari gadis-gadis muda yang lalu mengalami kerusakan kulit karena obat-obatan pemutih kulit, seperti diberitakan di Tanzania  Atau banyak gadis muda yang mati-matian menurunkan berat badan supaya langsing seperti standar kecantikan barat, padahal di Afrika tadinya yang dianggap cantik adalah yang berbadan subur, seperti ditulis BBC News.  

 

Adalah The Body Shop yang memulai kampanye dengan mengajak para perempuan untuk mencintai tubuhnya sebagai apa adanya dan merawatnya dengan baik. Ini beda dengan gaya iklan kosmetik lain yang mengajak perempuan memakai produknya untuk menjadi sesuatu yang berbeda – lebih putih, lebih halus, rambut lebih lurus dan sebagainya.

Lalu baru-baru ini Dove melancarkan kampanye For Real Beauty. Di dalam websitenya di Indonesia mereka menyatakan bahwa stereotip sempit tentang kecantikan harus diubah karena kecantikan sejati memiliki wujud, ukuran dan usia yang berbeda. Ini menarik sekali karena dalam penelitian yang dilakukan Dove dalam rangka kampanye ini nyata sekali bahwa banyak perempuan masih merasa tidak puas dengan kecantikannya.

 

Ketika ditanya tingkat kepuasan mereka atas kehidupannya, responden perempuan di Filipina tampak paling puas, 80-90% menyatakan puas pada kondisi keluarga, persahabatan, kesehatan, keuangan, cinta dan kecantikan. Di indonesia 90% merasa puas pada kondisi keluarga dan kesehatan, tapi cuma 60% yang puas pada kecantikannya. Sewaktu ditanya apakah merasa dirinya cantik, hanya 40% responden Indonesia menjawab ya. Nomor tiga paling rendah dari negara-negara Asia lainnya. Yang lebih rendah hanya Korea (30%) dan Jepang (10%).

 

Ketika ditanya tentang berat badan, ternyata sebagian besar responden dari Indonesia menyatakan berat badan mereka sudah pas. Perempuan Jepanglah yang paling merasa kegemukan. Tapi walaupun merasa berat badannya sudah pas, perempuan Indonesia masih merasa bahwa mereka akan tampak lebih cantik jika lebih langsing. Jadi memang banyak yang masih menganggap kecantikan ideal itu seperti yang banyak ditampilkan di tv dan majalah.

Tapi hampir hampir 2/3 responden Indonesia menyatakan bahwa media dan periklanan selama ini telah memberikan standar kecantikan yang tidak realistis dan 90% dari para perempuan ini berharap media akan berubah dan menggambarkan perempuan dengan karakter yang lebih bervariasi. Mereka juga mengharapkan penggambaran perempuan dengan peranan yang lebih aktif , dari umur yang bervariasi dan dengan bentuk tubuh dan berat badan yang berbeda-beda.

Di websitenya di Canada Dove menampilkan suatu seri foto dari berbagai fotografer terkenal yang diminta menampilkan kecantikan sejati menurut anggapan mereka.

Foto-foto itu sangat menarik, juga pesan yang disampaikan. Misalnya Elain Constantine yang memasukkan foto sekelompok anak perempuan remaja naik sepeda dengan muka yang mencong-mencong karena tawa ria. Dalam captionnya tertulis, “Beauty means confidence in yourself and not worrying what other people think.”  

Lalu Gillian Laub menyampaikan pesan bahwa beauty is ageless sembari memasang potret neneknya. Yang paling menarik adalah foto karya Mariette Pathy Allen yang menampilkan foto seorang bodybuilder perempuan dengan ukuran badan yang besar luar biasa dan berotot. Jelas bukan kecantikan yang konvensional – tapi di foto itu memang terasa sekali kekuatan dan karakter si perempuan berotot – dan entah kenapa, aku juga merasa dia itu unik dan menarik.

Walaupun sibuk menyetujui kampanye kecantikan sejati yang tidak seperti stereotip sempit yang ada di media, harus kuakui aku juga masih sering terjebak dalam stereotip itu sendiri. Hari Minggu kemarin saat bersama Sahabat Museum mengunjungi pulau Onrust seorang lelaki fotografer memintaku menjadi modelnya. Aku menolak. Pikirku, wah aku sedang jelek-jeleknya – hitam, berkeringat, rambut berantakan. Tapi dia diam-diam beberapa kali memotretku lalu berkata bahwa fotoku bagus. Tapi waktu kulihat haaaa......... wajahku bulat sekali, hitam, mengkilat karena berkeringat lalu betisku terlihat begitu besar dan berotot. Bagaimana mungkin dia bisa bilang aku tampak bagus di situ?

Yah, ternyata aku masih sama seperti teman-temanku juga – otak tercuci oleh media massa. Maka wahai para perempuan, ayo kita saling mendukung dan meyakinkan diri, bukan berkata, “Katakan aku cantik” tapi berkata “Memang aku cantik.”

Jakarta, 4 Agustus 2005



Posted at 09:35 pm by koeniel

segoi
February 22, 2008   06:19 PM PST
 
cantik relatif.
Name
May 7, 2007   12:35 PM PDT
 
cantik abis deh.....
btw kalo ada yg mw tour gw ada paket murah lho...dijamin deh.....
please cek it out :
www.arkanantatours.com
e-mail : tours@arkanantatours.com
YM : arkananta_tours@yahoo.com
or edy_sulastomo@yahoo.com

Ke Bali cuma 6oo.000 utk 3 hari
D-eby
March 2, 2007   11:41 PM PST
 
Niiiiiil mau donk diphoto sama panjenengan :), ntar yah kalo dah balik indo kita bikin session photo khusus...he..he..he..

Eh ade' gw mau kursus potografi, ada tips buat pemula ?
han
June 26, 2006   08:04 PM PDT
 
ah cakepan gua ni hiihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
zee
June 22, 2006   12:40 PM PDT
 
Blognya menarik banget. Dan tulisan ini bagus. Kita memang di-brainwash oleh para kapitalis tentang arti cantik (hence I call it "cantik kapitalis" hehe).

Setuju. Kayak teori seni, gue pendukung teori Subjektif: keindahan itu tergantung dari "penonton". Apakah yang melihat/mendengar/merasakan bisa mendapatkan pengalaman estetis.

mbak kayaknya dunia kita ngga terlalu berjauhan. I work w/ geologists, and I know pak Zuki too :) kerja di copi ya?

BTW, mau dong dipoto :) I like photography, & normally nggak suka difoto. Tapi kalo yang motret cewek mungkin gue rada cuek ya, hehe...
newbie
November 18, 2005   12:20 PM PST
 
eh, lam kenal..
ikutan nimbrung ya.
ho'o setujuh banget cantik itu gak cuma fisik. klise sih, tapi yg innernya kuat justru lbh menarik.
kalo cantik doank tapi dalemnya gak tek apik ya sama aja, malah katanya yang begini suka ngebosenin.bener gak?
lagian penting juga nih mncintai diri sendiri dulu.kalo kita aja gak cinta ama diri kita sendiri, bagaimana mgkn kita bs berharap orang lain cinta ama kita???
virgi fatmawati
October 14, 2005   11:37 AM PDT
 
ck...ck..ck...mbak yg atu ini kyknya bisjug nih jadi presenter 'jejak petualang' (lhooo????:)
OK deh, gw setuju banget kita emang musti bisa bela diri sendiri dan berani bilang " NIH, GUE EMANG CANTIK KAN?? " laaah...daripada nunggu pujian orang? kelamaan...(emang aslinya gw ga cantik kallleee, ha3).
Anyway, gw lagi bikin skripsi ttg "media, konsep kecantikan n diskriminasi sosial". Pas brows, nyasar dah ke blog-mu...(thx lots udah tambah referensiku)
oya, boleh kenalan ga??...punya friendster,Non?? just invite me at : virgilotusian@yahoo.com.
Hardly can't wait...
Nice to know u
Poppy
August 13, 2005   06:12 PM PDT
 
thanks for visiting my blog =) wow, i'm really impressed by your blog! deep, rich, and smart. i agree, everybody is cantik. btw, punya friendster ya? boleh add me as your friend? just type happyayaya@hotmail.com.
geekgirl
August 10, 2005   06:02 PM PDT
 
sorry daku baru nimbrung, nimbrungin tulisan lili.
operasi plastik memang umum di korea, tapi bukan buat macem2. yg umum itu operasi kelopak mata. org korea/cina kan kelopak matanya gak ada lipitannya, gak kayak kita org indonesia. jadi matanya kayaknya "polos". dgn pake lipitan, matanya jadi kelihatan lebih eksotis.
emang katanya klo nyari cewe korea, minta poto dia waktu smp. bandingin matanya hihihi..
rouf
August 10, 2005   04:10 PM PDT
 
Wehhh...itu model bisa utk iklan jeans, yeah? ;D

Hmmm...cantik, relatif...aku bilang tidak, kamu bilang cantik. aku bilang cantik, kamu bilang cantik banged... ^^
Cantik kan tampak jelas ketika dr bibirnya terucap kata" yg bisa membuat hati kita nyaman... *^

Btw, aku suka iseng ikutan poll sms yg dr dove itu loh...hehehe...maklum, kmaren abis dpt gratisan dove sepaket lengkap + conditioner! ;p
iman
August 8, 2005   08:14 PM PDT
 
wah bisa jadi wedding candid photographer nih :) apa kabar, mbak?
zuki
August 7, 2005   08:56 PM PDT
 
Setuju! Yang sering dilupakan ialah, yang sering sibuk diurus adalah kecantikan fisik ... padahal ini hanyalah sebagian kecil dari kecantikan diri. Begitu pula dengan kaum pria, harus mengurus dirinya, tapi tidak semata-mata hanya urusan fisik belaka.
daus
August 7, 2005   10:10 AM PDT
 
definisi cantik emang slama ini dikuasain ama iklan .. jadi banyak org merasa nggak cantik justru karna liat tipi atawa koran ... padahal coba kalaw mereka main ke suku karen di thailand sana atawa ke papua .. pasti mereka bisa bersyukur ama kecantikan yg mereka punya .. bethul? :p
amel
August 7, 2005   05:06 AM PDT
 
kita cantik cantik cantik cantik cantik cantik cantik cantik hehehehe

lebih baik cantik atau menarik??

eh mba.. aku mau dong jadi model :)
Anton
August 6, 2005   10:49 PM PDT
 
Cantik, cantik...
Kalau cantik, ada yang menggoda
Kalau cantik, ada yang suka.
Mba, aku senang liat yang cantek-cantek.
:) cuma senang ngeliat.
Lili
August 5, 2005   08:04 PM PDT
 
Cantik...cantik..
Malah ada yg lebih gila lagi. Ummi hanya mendengar gosip saja atau benar gak tahu deh, mungkin Geekgirl kalau mampir bisa kasih komentar, soalnya dia tinggal di sana.

Katanya anak muda perempuan Korea, kalau sudah lulus SMA atau Kuliah, biasa dikasih hadiah uang sama orang tuanya, rata2 mereka memakai uang pemberian dari ortunya itu untuk operasi plastik, dan itu sudah umum di Korea.

geekgirl, bener gak nih?
Padahal kalau ahlak cantik...wuuiih semua jadi bener cantikkan??
nomi
August 5, 2005   02:54 PM PDT
 
Tulisannya bagus sekali kak... Bener yah, memang banyak perempuan yang lebih sibuk mendandani diri supaya terlihat cantik dibanding mendandani pola pikir, hati dan jiwanya yang akan menyatakan keberadaannya dan semua itu bisa terpancar dari keseluruhan diri dan pribadinya...yah, itulah kecantikan yang sebenarnya lebih memerlukan perhatian yang banyak karena lebih abadi dari pada kecantikan yang hanya sebentar ini...:)

Senang banget pokoknya membaca tulisan ini...aku sangat dibukakan pikirannya :)
dewi
August 5, 2005   01:55 PM PDT
 
Jadi inget tulisan di kompas minggu beberapa pekan yang lalu, bahas soal cantik. Consumer products tetep take benefit plg gede dari pencucian otak perempuan di Indonesia lewat kampanye iklan mereka. Tapi udah ada pergeseran jg diiklan, kalo dulu taon 70an, perempuan cantik digambarkan berkulit kuning langsat, idung bangir, tapi tetep produk lokal. tapi kalo sekarang udah standar, cantik itu putih bersih, idung mancung, tampang indo hehehehe. Buat saya siy kalo ada yang tanya soal cantik, buat perempuan tu adanya cantik ama cantik sekalii..:) ya gak mbak?
mpokb
August 5, 2005   11:50 AM PDT
 
hehe, gua juga suka pake payung niel, tapi karena suka pusing kalo kepala kena matahari langsung. yg gua kurang setuju adalah kampanye perawatan tubuh "karena wanita berhak mendapatkannya" atau "karena wanita begitu berharga" dll dlsb, sementara tidak disebutkan gimana soal pendidikan dan kesehatannya. kalo kebablasan, ujung2nya sih cuma menjadikan orang makin konsumtif. misalnya kalo punya duit 20 ribu, bisa jadi seorang cewek lebih milih beli lipstik meskipun perutnya lapar. hehe, ini cuma satu sudut pandang lho. entah gimana sudut pandang perempuan yg memang cari duit dengan kekayaan lahiriahnya dan menjadikan tubuh sebagai asetnya. itu faktual kan?
Ninta
August 5, 2005   08:54 AM PDT
 
Koenil!!! Makasih ya udah rela melayani kebancian gue ama Dee Dee..gak didandan aja kita berdua tampak cantik apalagi di full make up ya? ato jangan2 tampang kita ber-2 emang cantik natural, kalo didandan malah tambah ancur!...he..he..KAMI MEMANG CANTIK! BTW gue ngiri loh dengan warna kulit lo yang kebakar matahari itu....
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON