 |
|
Tuesday, August 30, 2005

Beberapa bulan yang lalu aku menelurkan sebuah tulisan yang agak mentertawakan diri sendiri, yaitu tentang aku yang dibilang punya energi hitam yang menjauhkan jodoh (Dark Energy). Tulisan itu menimbulkan banyak komentar di berbagai forum, baik online lewat japri maupun secara publik, dan offline lewat telepon maupun komentar langsung saat bertemu.
Kebanyakan jadi jatuh kasihan karena mengira aku ini desperate karena kesulitan cari pacar. Ada yang bilang aku perlu diruwat. Ada yang bilang, “Sabar, jodoh akan datang sendiri.” Yang lain berkata, “Banyak-banyaklah berdoa supaya segera diberi jodoh.” Ada yang berkomentar, “Makanya dandan yang feminin biar laku.”
Teman yang mendengar komentar yang terakhir marah-marah, “Kurang ajar bener sih itu orang. Huh dia nggak tau, kita ini laku banget punya banyak cowok.” Lho kok jadi dia yang marah. Aku sih cuma tertawa-tawa saja mendengar komentar-komentar itu. Lha wong kesulitanku bukan mencari pacar je. Malah sebaliknya mungkin.
Aku sih sudah biasa mendengar banyak komentar model begini. Setelah bertahun-tahun didorong-dorong kanan kiri depan belakang atas bawah untuk segera punya jodoh, didoakan dari segala penjuru supaya segera dapat jodoh, atau malah dikasihani karena tidak segera punya jodoh, aku sudah punya jawaban-jawaban standar yang sopan dan diplomatis, atau kadang lucu, yang otomatis meluncur dari mulut untuk komentar-komentar semacam itu.
Yang mengherankan malah sebenarnya mendengar komentar yang beda dari yang lain, yang malahan telak menuju sasaran. Komentar yang datang dari seorang senior Arek KAJ ini, seorang yang dari wajahnya pun tampak tenang dan bijak, kira-kira begini, “Sepertinya kamu sudah menemukan jodohmu.... Kalau dia bisa membuatmu tenang, dialah jodohmu...” Jeli juga dia membaca tulisanku, menebak dengan tepat hanya dari sebuah kalimat kecil di ujung tulisan.
Tapi apa sih sebetulnya ‘jodoh’ itu. Apa benar kata beliau aku sudah menemukan jodohku? Karena penasaran, aku bertanya kanan-kiri pendapat orang tentang jodoh.
Pendapat teman-teman bermacam-macam, mulai dari ‘Jodoh itu sesuatu yang sama-sama saling mau, dari sono mau dari sini mau dan ketemu pada saat yang sama’ atau ‘jodoh itu kan soulmate, seseorang yang sudah dipilih oleh Tuhan (dengan asumsi Tuhan itu ada) sebelum kita lahir, untuk menjadi pasangan hidup kita’.
Yang lain mendefinisikan jodoh sebagai ‘seseorang yang kepadanya kita berjanji untuk sehidup dan semati dihadapan Tuhan’ atau ‘dengan siapa kita merasa klop satu sama lain, merasa dia adalah bagian dari hidup kita.. n tentu itu di ikat oleh satu ikatan, yg namanya perkawinan’. Ada yang mendefinisikannya sebagai ‘pasangan yg digariskan oleh Tuhan’ atau ‘pasangan sehidup semati’. Ada yang tidak tahu definisi jodoh itu apa tapi menyatakan bahwa ‘kalau jodoh pasti cinta, tapi cinta belum tentu jodoh’.
Akhirnya setelah mendengarkan ringkasan banyak pendapat itu sobatku Ucup menyimpulkan. “Jadi jodoh itu ada dua syaratnya. Satu keduanya harus soulmate alias berbelah jiwa, yang satu lagi mereka harus diresmikan dalam sebuah pernikahan.”
Wah, padahal tadinya kukira jodoh itu adalah terjemahan langsung dan tepat dari ‘soul mate’ yang akhirnya harus ‘hanya’ kuterjemahkan sebagai ‘belahan jiwa’. Karena ternyata menurut teman-teman yang semuanya berlatar belakang budaya Indonesia itu jodoh tidak cukup hanya meliputi kecocokan sebuah pasangan atau sebuah bentuk cinta dari pasangan, tetapi mencakup juga persetujuan dan restu dari masyarakat (dan Tuhan) yang dijabarkan dalam bentuk perkawinan.
Jadi rupanya jodoh itu bukan sekedar terjemahan dari soulmate. Jodoh yang adalah kata Bahasa Indonesia itu juga jadi punya arti khusus yang hanya ada dalam konteks budaya Indonesia. Jadi walaupun sepasang manusia sudah saling merasa berbelah jiwa, belum tentu mereka berjodoh! Karena seandainya mereka tidak terikat dalam sebuah tali perkawinan maka mereka tidak akan disebut sebagai berjodoh.
Kesimpulan ini kurang lebih sama seperti yang dinyatakan oleh rekan Angela dalam diskusi tentang jodoh yang kumulai di Forum Blogfam. Menurutnya jodoh itu definisinya sederhana, seseorang yang membuat kita merasa complete, utuh, bahagia (seperti definisi soul mate atau belahan jiwa menurutku), tapi dalam masyarakat kita lalu diberi berbagai frame menurut agama dan budaya.
Karena ingin tahu, kubuka kamus Bahasa Indonesia Poerwadarminta 1983. Di situ lebih nyata lagi, jodoh diartikan sebagai: 1. imbangan (suami atau isteri); 2. pasangan (barang apa yang cocok sehingga menjadikan sepasang; 3. sepadan, cocok, serasi, sesuai benar, setuju. Berjodoh diartikan sebagai berpasangan, bersuami (beristeri) atau kawin dengan, sedang menjodohkan berarti mempertunangkan, memperisterikan, mempersuamikan atau mengawinkan. Betul-betul telak memasukkan unsur perkawinan.
Jadi sebetulnya tebakan Mas Bijak di atas tadi sedikit meleset. Memang benar sudah kutemukan soulmate -ku, belahan jiwaku, orang yang bisa membuat hidupku tenang, yang bisa meredam ledakan-ledakan jiwaku, yang bisa membuatku tetap jadi diriku di manapun dan di saat apapun aku berada.
Sudah kutemukan orang yang bersedia mengerti keanehanku, yang menerimaku apa adanya, yang bisa mengikuti sayap-sayapku yang selalu ingin terbang, kaki-kakiku yang selalu gelisah, sekaligus selalu membuatku ingin pulang kepadanya. Yang bisa membiarkan aku berloncatan kesana kemari, memberiku keleluasaan dan kebebasan yang besar sehingga aku bisa berdiri menantang angin, tapi juga tetap bisa berlindung padanya saat badai. Orang yang bisa menerima bahwa aku ini berada di tengah-tengah dua dunia – dunia tradisional oriental dengan segala kesungkanan dan tata krama dan ikatan persaudaraan dan kemunafikannya sekaligus dunia modern yang bebas merdeka dengan segala keegoisannya.
Ya sudah kutemukan dia yang membuatku utuh dan bahagia. Tapi....... kemungkinan dia bukan jodohku, karena jodoh punya syarat lain yang harus dipenuhi.
Ah, aku kok jadi kepingin bilang persetan pada dunia.
Seandainya bisa, rasanya aku jadi tidak ingin mencari jodoh.
Jakarta, 29 Agustus 2005
click here for more writings about women, soulmates and being single
Posted at 09:06 am by koeniel
 |  |  | Alfie March 3, 2009 06:48 PM PST
m.....m....
jodoh ?? ga ada yang pasti coz kita masi punya agama budaya dan norma selama masi jd manusia ga biasa hindarin yg diatas yang pasti
jalanin aj ni hidup makin lama hidup makin banyak belajar |  |
  |  |  | linda June 26, 2008 04:44 PM PDT
saya jadi sedih, berbicara soal jodo
karena saya mungkin lagi jatuh cinta tapi itu sepertinya tidak mungkin
dan hidup harus jalan,hidup harus melakukan banyak hal supaya hidup ini akan menjadi lebih indah
jadi sedih adalah bagian yg ada,dia akan menjadikan saya lebih sensitif untuk aku melangkah untuk aku berkarya
|  |
  |  |  | D-eby March 2, 2007 11:31 PM PST
Halo...lama juga tulisan berikutnya muncul yak !? sibuk kemana bu !?
Jodoh.....hm..batasan arti jodoh hanyalah buatan manusia, I am not quite sure what should I said to you, if you love what you have now then just enjoy it as long as you could, if it can stay eternally with you then it is your fate and if it not...you still have better thing in the future.
How other perceive your love life...well don't bother too much with them.
|  |
  |  |  | Hanny March 2, 2007 11:29 PM PST
Dear koeniel,
Seems u've found ur soulmate but u can't have him ya? Aduh mbak, u're so talented ... i adore you :)
Musti belajar buanyaaaakkk dari kamu :)
|  |
  |  |  | Novita February 11, 2007 03:57 PM PST
aku pernah dibilang punya energi negatif sejak lahir yang membuatku sulit berjodoh. percaya atau tidak, aku enam kali gagal dalam hubungan cinta dan 4x gagal menikah dan 2 diantaranya sudah lamaran. menyakitkan! tapi ada satu hal yang bisa dipetik dari semua ini. Tuhan selalu menunjukkan borok laki-laki itu meski hampir terlambat. daripada terlanjur, lebih baik hampir terlambat kan? |  |
  |  |  | Z January 4, 2007 12:00 AM PST
kalo jodoh itu tuhan yang nentuin, kenapa banyak yang cere terus bilangnya bukan jodohnya...karena itu saya berpendapat demikian. tuhan hanya ngasih liat "ini loh orang yang baik buat kamu, saya restui"..abis itu yah tergantung manusianya, dia mo nerima orang yang baik itu ato dia gak mau ngehirauin orang itu. kalo dia milih orang itu ya, sekarang semua ada di tangan manusia, pinter2 ngejalanin hubungan itu. yang namanya jodoh itu ya kalo kita tanggap ama petunjuk tuhan tentang ' orang baik' itu n kita melihara baik2....... |  |
  |  |  | Z January 3, 2007 11:48 PM PST
Wah...gue jadi penasaran soal jodoh itu seperti apa...sampai saat ini gue masih berpendapat kalo jodoh itu ada di tangan manusia sendiri, tapi tuhan lah yang ngerestuin kalo orang itu emang baik buat kita. tandanya kalo tuhan udah ngerestuin yah mungkin dengan lancarnya hubungan kita, walaupun berantem tuh tetep ada karena wajar banget. kalo tuhan udah ngerestuin n kita udah sreg banget ama pasangan kita, sekarang kita tinggal ngejalanin hubungan itu dengan sebaik2nya dengan menjaga dan memelihara, terus jurus terakhir berdoa deh supaya tetep direstui n' tetep lancar2 aja gitu....abis itu keputusan yang bener2 kalo dia jodoh apa nggak yah ada di tangan cowoknya.keputusannya dia milih kita untuk menjadi jodohnya atau tidak. jodoh ya pasti berujung sama perkawinan, gak bisa gak... (manusia)... |  |
  |  |  | madamme November 22, 2005 03:53 PM PST
Hallo mbak Koenil, gw abis baca dark energy trus baca ini...
Hmm...seems like everything in my mind has been written out by you!! Jadi serasa baca pikiran sendiri, dan to be honest I'm quite relieved knowing that somebody out there is having the same thoughts as me....so I'm not a freak...:)
Lately I've come to a conclusion that being married does not mean you're a better person. Many of them show indecent behaviour, unfaithfulness, no commitment to what they are always so proud of, MARRIAGE!
What somehow puts them in this 'higher level' in society is this one parameter, 'married' status, no more, no less.
We may not have (yet) this one paramater, but we have other qualities we can always be grateful for :))
And yes, life is too beautiful to be filled with this kind of annoying thoughts..
So..See no evil, hear no evil, just enjoy the ride......:)
|  |
  |  |  | ryan November 20, 2005 05:32 PM PST
soulmate,belahan jiwa itu ada dan diciptakan untuk ada oleh ALLAH..percayalah!!
tapi kawan..soulmate atau belahan jiwa belum tentu menjadi jodohmu..
nyaman??juga belum tentu itu menjadikan jodohmu??
apakah itu JODOH??
nanti yaaa....
|  |
  |  |  | ijul September 19, 2005 01:29 AM PDT
menarik. topik jodoh ga pernah berhenti diperbincangkan. selalu menarik. di mana pun. umm, jodoh, kayaknya ada tenggang waktunya deh. ada yang jodohnya panjang, ada yang pendek. selama masih nikah (yup, mesti nikah...hahaha) sama tuh orang, ya masih berjodoh. kalo dah cere atau mati, ya jodohnya sampe situ aja. maunya sih, jodoh dunia akhirat, ya ga? kalo soul-mate, kayaknya itu bisa-bisanya kita aja deh melabeli orang yang kita anggap paling cocok ama kita. mau dilabelin kata yang lain, boleh aja tuh. salaam. ijul. |  |
  |  |  | daon September 16, 2005 08:50 PM PDT
umm kalo dah nikah emangnya selalu jodoh yak?? nah kalo ada yang cere kayak artis2 itu gimana mbak???
jodoh for a temporary time span?? jadi inget pilem kungfu... "sampai disini jodoh kita, semoga kita berjodoh dipertemuan kelak" (pendekar pemanah rajawali :P)
jodoh... au ah gelap deh |  |
  |  |  | apey September 12, 2005 02:17 PM PDT
ehmm...rasanya gatel kalo gak ikutan disini pasca commentmu di posting gw yg seputar jodoh itu jeng..well, selamet deh kalo udah nemu pasangan yg bisa bener2 share, caring and loving you just the way you are. Tinggal mantepin hati buat melangkah ke jenjang berikutnya kan..org blg nikah juga ibadah tuh..(gaya ngomong kayak gw sendiri seolah2 gak ada problem bgt gitu yaa..hehe) be happy deh jeng *hugs* |  |
  |  |  | zuki September 5, 2005 08:18 PM PDT
Membaca tulisan ini dan membayangkan wajah Koeniel ... yang saya bisa lakukan hanyalah tersenyum ... senyum penuh arti .. :-) |  |
  |  |  | Irene September 4, 2005 02:41 AM PDT
Another masterpiece, Niel. I wish I could be as eloquent. Although I don't agree with a lot of your observations on this topic, I find your writing elegant and moving. You've got a new fan! :)
Now, back to the topic. Find my soulmate? Babe, he will find me. This girl is too busy enjoying life, she can't spare time "searching" for a soulmate. If he's out there, he'll find me. If not, well, I guess that's just the luck of the draw.
Not everyone finds her other half. There are BILLIONS of people on earth... how people manage to find their soulmates in this cesspool they call humanity is beyond me.
What I'm trying to say is, one can be happy and fulfilled without ONE person beside you for the rest of your life. Some might even argue that more than one persons is even more fulfilling ;) If you find The One, good for you. If not, don't spend all your time looking - life is too beautiful to waste on searching for your soulmate. Enjoy life, do what you want. Be what you can be.
On marriage, I think the view that one has to marry her soulmate to truly become soulmates is BULLSH*ehem*T. Marriage is just an archaic concept enforced by society to make them feel good about themselves. It makes people feel they are committed, faithful, respectable, and filial. We all know the truth - 50% of marriages end in divorce, infidelity is rampant, and many people marry for money, sex, even a Green Card. Tell me again why marriage is a compulsory ingredient in the union of soulmates? If it is, why do they ban marriages of gay soulmates?
The conclusion? There isn't one. Be married if that's what rocks your boat. Be gay. Spend all your time searching for your soulmate. Be single forever. Whatever, dude. Just don't judge people who don't conform to the norm.
Rant over. I'll get off the soapbox now :) |  |
  |  |  | atta September 2, 2005 10:11 PM PDT
aduh jodoh ya..
mmmmm bisa ngomongin yg laen aja dulu gak. hehehhehe.
nice posting sista ;) |  |
  |  |  | Anton September 2, 2005 06:53 AM PDT
Yup! Gak ada habisnya, itulah cinta. SMA dulu, aku begitu terobsesi tentang cinta lantaran sering baca cerpen cinta, seperti karya voltaire, L'ingenu. Tp waktu adalah proses pendalaman cinta menurutku, soal "memiliki" akupun masih bingung. Kali aja mbak nila sudah mengerti soal ini... |  |
  |  |  | Lili September 2, 2005 02:50 AM PDT
mbak ku yg satu ini udah feminim kok, cantik kok, supel kok, lovable kok duh apa lagi yah?
org2 sok kenal tapi gak kenal.
Seneng bisa pelukkan lagi sama kami weekend lalu.
siip, anjing mengonggong kafilah berlalu. So, omongan org anggap angin semilir nan sepoy sepoy menyegarkan dan itu lewat deh...jadi jadilah diri sendiri..setuju dah. |  |
  |  |  | sa September 1, 2005 06:48 PM PDT
bijinilah klo orang pintar melangkahi jalan kehidupan. :D
jd teringat pilem 'last samurai', waktu si cruise lg latihan bela diri.. lawannya yg org jepang itu bilang: too much mind.. too much mind.. :D
permisiiii...
|  |
  |  |  | rini September 1, 2005 09:43 AM PDT
aduh, koenil, lama 'gak muncul... tau-tau ngomongin jodoh :D yg penting happy deh, kalo bisa ditambah dengan life partner sejati yah itu grand bonus.
glad to have you back! |  |
  |  |  | Karunia August 31, 2005 04:09 PM PDT
Salam kenal ya, tulisanmu dalem dan asik di baca kaya baca cerpennya Leila S. Chudori jaman dulu ha ha...dan gak berasa udah gw explore dari awal ..... muantab....you're so talented person... |  |
  |  |  | dewi August 31, 2005 01:14 PM PDT
Kemaren, ibu sahabat saya asmanya langsung kumat pas sohib saya itu bilang, "jangan kaget kalo ntar bakal memutuskan untuk hidup melajang". fyuhh..karena gak tega liat ibu, spontan saya bilang "emang lu siapa, kok bisa yakin, begitu bs mutusin satu hal". sedih juga belakangannya, tapi sebenernya cuma pengen bilang, kalo kita cuma bisa berencana, semua keputusan di tangan Tuhan (karena Tuhan memang ada). :) kalo buat saya, uhmm cuma pengen menikmati proses aja dalam hidup ini, kalo endingnya emang solitaire yaa sok aja, tapi kalo sumday bener-bener ketemu yg dijanjikan untuk saya sejak lahir, pasti disambut dengan tangan terbuka :) |  |
  |  |  | Stephen Newton August 31, 2005 10:55 AM PDT
Terima kasih untuk pikiran anda. New Orleans is lost, I'm afraid. Such a diaster!
I completely understand about writing in your own language. There are so many complex nuances to each word and the way it used in and out of context.
So glad you are safe and sound. |  |
  |  |  | novs August 31, 2005 01:18 AM PDT
pertama2x, i'd like to say congratulations to mbak koenil yg sudah menemukan seseorang yg benar2x mengerti dan bisa menerima kamu. that's truly a blessing.
kedua, i'd like to say: just say it! persetan dengan dunia. do what you feel right and what makes you feel most happy. you are doing it as we speak. what indonesian needs is independent woman like you.
|  |
  |  |  | mpokb August 30, 2005 11:02 PM PDT
menurut gw pernikahan dan cinta gak ada hubungannya niel.. cinta2an sih anak2 SD aja udah ngerti, tapi komitmen itu bagiannya orang dewasa. dan pernikahan lebih menitikberatkan pada komitmen.
soal jodoh, ah, itu kan istilah bikinan manusia. percaya nggak kalo pernikahan itu mirip transaksi bisnis? pake akad segala kan? di sini yg diperjualbelikan bukan orangnya, tapi komitmennya :) |  |
  |  |  | Ireyna August 30, 2005 10:17 PM PDT
namanya anak2 SMA, kalo ketemu orang (temen, guru, atau bos) yang bisa ngeramal pasti pada penasaran dan terus nanya2 ttg masa depan. aku juga. cuman buat seneng2an doang. tp herannya mrk2 ini pada kabur bgtu ngeliat aku. yg alesan ke wc lah, mau makan lah, inilah itulah.
sampe akhirnya bbrp taun yg lalu ada bos dr Turki yang ngeliat garis tangan aku. begitu liat dia langsung geleng2 kepala, nyureng2 gak jelas, dan geremeng2 penuh keprihatinan. terus dia bilang, "very baaadd. your love life is veeeery veeery baaadd..."
pulang kerja aku ketawa ngakak. huh. biar gimanapun juga aku lebih percaya Tuhan, ah. |  |
  |  |  | Stephen Newton August 30, 2005 09:29 PM PDT
Koeniel,
It was wonderful hearing from you again. I am glad you are safe. I'm looking forward to your post in English about your trip.
I'm trying to translate your current post...Dark Energy...sounds interesting, but the sentences are difficult for me.
You are an excelletn photographer! |  |
  |  |  | verli August 30, 2005 08:50 PM PDT
Koenil, tulisan kamu teh berat jg. Verli nggak yakin ngerti 100% isinya :D. Apa satu lagi kriteria jodoh yang terpenuhi itu pernikahan? |  |
  |  |  | ricorea August 30, 2005 12:25 PM PDT
Heheheee... koenill... koenill...
Jgn sampe deh ya kmu "tidak ingin mencari jodoh". Gen kmu kayaknya bagus. Eh... salah ding. Bagus banget. Sayang banget kan klo gak dibikin turunannya. :)
Eniwei, tulisan kmu hari ini semakin memantapkan gw sebagai "penggemar terbesar" tulisan2 koenil!
Merdeka! Je.. |  |
|
|
 |