Thursday, October 06, 2005
To Jump or Not To Jump

babyturtle

Akhir minggu kemarin sekali lagi ada undangan untuk wawancara, kali ini di Singapura. Setelah membaca tawaran mereka, melihat kantornya, berbicara dengan para pekerja lain di sana, termasuk yang berasal dari Indonesia, aku diminta mengambil keputusan, apakah akan bergabung dengan mereka atau tidak. Kubilang akan mengabari mereka segera.

Sisa waktuku di negeri itu kupakai buat menyelidiki biaya hidup di sana, juga hal-hal penting lain semacam tempat tinggal, transportasi dan sebagainya. Lalu dengan bekal informasi itu aku duduk dan berhitung, lalu berpikir: To Jump or not to Jump.....

Ada tiga sisi yang aku pikirkan:

1. work-wise: ini akan jadi lompatan karir. Kenapa aku bilang lompatan, karena walaupun tempat kerja baru menawarkan titel kerja yang sama, yaitu sebagai geologist, statusnya beda. Selama ini aku bekerja sebagai karyawan perusahaan minyak, sedang perusahaan yang menawari pekerjaan padaku ini adalah perusahaan konsultan. Yang tadinya aku biasa jadi klien, sekarang jadi konsultan, yang memberi servis, yang harus bisa memuaskan klien.

Beban kerja juga pasti akan lebih tinggi, waktu tenggat atau deadline akan lebih ketat. Tanggungjawab jadi lebih tinggi.

Bayaran yang diberikan memang lebih tinggi, tapi itu ditukar dengan hilangnya ‘bantal empuk’ keamanan yang kudapat dengan menjadi pegawai permanen di sebuah perusahaan minyak, seperti penggantian biaya kesehatan yang hampir tidak terbatas dan sejuta pernik kecil lain yang nantinya harus kutanggung sendiri.

Yang akan hilang juga adalah kesempatan untuk mengikuti kursus dan pelatihan, yang jelas sangat besar di sebuah perusahaan minyak. Bisa jadi dengan menjadi pegawai kontrak di sebuah perusahaan konsultan aku akan harus membayar sendiri kursus dan pelatihan yang kuinginkan untuk mengembangan kemampuanku.

Tapi sepertinya sudah masanya aku bangkit dari buaian perusahaan minyak dan masuk ke dunia yang lebih menantang, yang lebih menawarkan banyak dinamika baik dalam hal tipe proyek maupun tempat kerja – karena sebagai bagian dari perusahaan konsultan aku juga akan harus bekerja di tempat klien dan siap dikirim ke mana saja.

Kupikir ini akan sangat baik bagi masa depanku sebagai seorang geologiwan dan jelas akan memperluas jaringanku – untuk mencari kerja di masa depan. Jadi dari sisi yang satu ini, skor adalah untuk perusahaan konsultan.

2. financial-wise: sepintas lalu, angka gaji dan tunjangan yang diberikan oleh perusahaan baru sangat besar – tiga kali lipat yang kudapat di sini. Tapi apakah daya tabungku juga jadi tiga kali lebih besar?

Maka kuhitung-hitung pendapatan bersihku di sini yaitu gaji dan tunjangan, dikurangi pajak, lalu ditambah dengan THR dan uang cuti. Setelah itu kuhitung biaya hidup di sini. Pendapatan bersih dikurangi biaya hidup adalah daya tabung atau saving power.

Hal yang sama kulakukan untuk pekerjaan di Singapura. Gaji dan tunjangan, dikurangi pajak, tanpa ada tambahan lain seperti THR dan uang cuti. Lalu biaya hidup di Singapura kuhitung. Wah ternyata sangat tinggi. Apalagi ada banyak hal yang di perusahaanku sekarang ditanggung, yang nanti di perusahaan baru tidak ditanggung. Berarti bertambahlah pengeluaran dari kocek sendiri.

Akhirnya kubandingkan daya tabung sekarang dengan kalau aku bekerja pada mereka. Ternyata walaupun biaya hidup di Singapura jauh lebih gila-gilaan daripada Jakarta, daya tabungku masih lebih besar kalau di sana, walaupun tidak jauh lebih besar.

Tapi kesempatan untuk melaksanakan hobiku menyelam jadi akan lebih kecil kalau aku pindah ke Singapura. Di sekitar sana tidak ada tempat menyelam yang menarik. Teman-teman menyelamku yang tinggal di sana selalu pergi ke Indonesia, Malaysia, Thailand atau Filipina untuk menyelam, dan ini jelas lebih mahal.

Juga dengan menjadi pegawai kontrak dan konsultan, aku mengambil resiko yang lebih tinggi soal kelanggengan bekerja dibanding dengan tetap menjadi pegawai permanen di tempat sekarang. Sebagai pegawai permanen kalaupun terkena PHK, akan mendapatkan uang pesangon yang biasanya besar, jadi tidak perlu takut menganggur beberapa waktu. Sedangkan sebagai pegawai kontrak kapan saja kontrak dihentikan tidak ada kewajiban perusahaan untuk memberikan pesangon.

Jadi secara finansial skornya adalah sama, antara perusahaan sekarang atau perusahaan konsultan di Singapura itu.

Beberapa teman sempat mempertanyakan – lho kamu itu kan biasanya cukup idealis dan tidak materialistis, kok lalu sekarang jadi memperhatikan sekali sisi finansial dari keputusan ini? Yah, aku ini kan berusaha jujur dan berpijak ke bumi. Bekerja selain untuk jadi ajang aktualisasi diri kan juga untuk mencari uang. Lha sekarang ini kan apa-apa pakai uang toh? Lagipula masalah uang juga bukan hanya masalah banyak sedikitnya yang bisa digunakan untuk bersenang-senang sekarang. Aku justru lebih melihat dari sisi menabungnya. Mumpung masih muda masih bisa menabung, ya cari uang yang sisanya bisa ditabung untuk masa depan.

3. Personal life-wise: yang terakhir ini yang sulit. Dari dulu aku sudah sering sekali pacaran jarak jauh, dan akhirnya tidak ada yang sukses, walaupun alasan tidak suksesnya tidak melulu karena jarak yang jauh itu.

Hubunganku dengan pacar yang sekarang ini juga dijalani secara jarak jauh selama 1,5 tahun. Dulu kami bertemu saat aku ditugaskan di Pakistan. Dia adalah salah seorang pegawai ekspatriat di sana, dan sebagai sesama pegawai ekspatriat kami jadi akrab dan lalu saling jatuh cinta. Lalu aku harus kembali ke Indonesia dan diapun harus kembali bertugas di berbagai negara, sehingga kami hanya bertemu setiap dua atau tiga bulan sekali. Sisanya dilakukan lewat berbagai media: telepon, imil, chatting, web camera, internet phone dan sebagainya, se-intens mungkin.

Tapi lalu kami beruntung, di perusahaan tempatku bekerja di Indonesia ada posisi kosong yang sesuai dengan keahliannya dan diapun diterima bekerja di sini sebulan yang lalu. Jadi sudah sebulan ini kami menikmati sekali kebersamaan yang sangat jarang kami alami – berkantor di tempat yang sama, makan siang bersama, makan malam bersama, ber-akhir minggu bersama, menyelam bersama, berjalan-jalan bersama. Semua hal-hal yang sangat sederhana, yang lalu jadi sangat berarti karena dilakukan bersama.

Lalu tiba-tiba tawaran ini datang dan aku harus mengambil keputusan yang berat sekali – sekali lagi berusaha membina hubungan jarak jauh. Ini yang paling sulit diputuskan. Bukannya kami tidak saling percaya, kami yakin akan tetap bisa menjaga hubungan walaupun saling jauh. Yang sulit adalah kehilangan kebersamaan sehari-hari yang betul-betul kami nikmati.

Jadi kesimpulannya? Entahlah. Yang terberat memang pertimbangan yang terakhir ini, yang menyangkut kehidupan pribadi dan hubungan dengan pacar. Seandainya yang ini diabaikan dulu, sebetulnya keputusannya adalah: berangkat!

Karena walaupun secara finansial ‘gain’ yang didapat tidaklah terlalu tinggi, tetapi kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru menjadikan kepindahanku ke Singapura sebagai sesuatu yang sangat berharga. Pengalaman kerja sebagai konsultan dan pegawai kontrak, yang tidak menawarkan kenyamanan dan keamanan seperti menjadi pegawai tetap di perusahaan minyak, akan membuatku terpacu untuk bertumbuh secara profesional. Dan bukankah aku sendiri yang mengharapkan tantangan baru dan tidak ingin menjadi malas karena terjebak pada ‘comfort zone’ di sini?

Jadi, tanpa mempertimbangkan sisi kehidupan personal, sudah pasti bahwa jawabannya adalah: ya. Tapi kalau mempertimbangkan sisi kehidupan pribadi - to jump or not to jump, that is the question......

Jakarta, 6 Oktober 2005


Posted at 02:23 pm by koeniel

lili
March 2, 2007   11:22 PM PST
 
tough one... yg ini Umminya kudu tranformasi dulu jadi mbak Niel...he.he..

weleh2, dilematis sekali yah. But if akhirnya Ummi jd mbak, mungkin akan lihat dulu beberapa waktu lagi ttg relationship sama mas weto..hi..hi...
if memang ada something gonna happen (the positive one) mungkin Ummi stay dulu kali yah..

Tapi sebenarnya Ummi sendiri melakukan hal yg ekstrem loh dulu.
Pacaran hampir 6 tahun dgn Abi-nya Fawwaz, karena gak jelas akhirnya Ummi hengkang ke Bali (menerima tawaran, sekaligus melihat reaksi Abi).
Walhasil, dia gak tahan sendiri n hanya 6 bulan Ummi di Bali...lah dia proposed lewat telepon..duuuh gak banget. But final result I said Yes and balik lagi ke Macet City n 3 months latter, mbak waktu itu dateng kan ke resepsinya..ha.ha..

Jadi?
Triana
March 2, 2007   11:20 PM PST
 
Tough..:)
suami gw kontraktor yang kerjaannya loncat dari tempat satu ke tempat lain, dari awal perjalanan sebelum nikah kita dah dipisahkan dengan laut dan benua. Hanyalah takdir yang akhirnya menyatukan kita :). Sampe gini hari doi gak nyesel jadi kontraktor (not just because of the money but the experience to go around the world as well ha..ha..). Ada suatu waktu dimana si misua gw bakal milih untuk permanent lagi tapi bila waktu masih disisinya untuk bisa jalan2 liat dunia , I guess he will choose that :) ,for me....I love living in this "unstable" life...so much fun and unexpected experiences walopun kadang2 suka deg2an juga terutama kalo pas dah deket2 mau abis kontrak.
Buat Koeniel, go with your heart and you'll find your best answer there...and always belive that fate will bring you to the dream of life that you wanted.
You go girl !!!
nn
March 2, 2007   11:19 PM PST
 
Mba,
----------------------
Jangan takut untuk mencoba yang baru, karena kalau tidak mencoba kita tidak akan tau mana yang lebih baik yang harus diambil....

untuk untung rugi pasti ada.. tapi tidak akan sebanding dengan pengalaman yang akan didapat...

untuk pacar... ya memang selama ini sudah pernah n sering mengalami jarak jauh yang fail... tapi kan tidak harus selalu gagal... apalagi jarak Indo-Singapur tidak terlalu jauh....;-)
n masih bisa ditempuh....
n untuk yang satu ini juga.. aku hanya bisa bilang.. kalau memang sudah jodoh... tidak akan lari gunung dikejar... walaupun jarak jauh pasti akan berhasil....
tapi kalau belum waktunya hanya 1 yaitu berpasrah dan berserah sama yang diatas...

hidup hanya sekali.. jadi kalau ada kesempatan jangan disia2kan, lebih baik berpikir untuk diri sendiri dulu.. baru untuk orang lain, selama matahari masih bersinar, harapan masih ada....

wish you all the best and wish u luck...

cheers....
Qhydra
March 2, 2007   11:18 PM PST
 
Tiap hari ada aja waktu utk baca blog ini dari awal. Udah macam supplemen. Kaya Supernova yg udah dijadikan kitab.

I was wodering till my age now: What if i meet a person with same character and mind like me?. Then i decided that i might making him/her as my Idol and inspirator...

And now there you are miss Koeniel... my Idol and inspirator
kangmasanom
December 29, 2005   06:20 PM PST
 
met taun baruu............semoga tahun 2006 lebih baik
ado
December 22, 2005   07:48 AM PST
 
asal jgn kyk temen gw yg kerja beberapa tahun di sing dengan label konsultan. tapi yo intinya sami mawon, masih taraf survival juga sampe balik ke udik. tapi kalo dipikir2 hidup ini nyari apa ya? gw juga masih bingung :-p
zuki
December 12, 2005   08:05 PM PST
 
wah ... sekarang sibuk ngejar setoran ya .. :-P
Qhydra
December 5, 2005   01:01 PM PST
 
tman tman..Desember ini aku mo ke jkt, jujur aja aku blom prnh keluar pulau sendirian jd masih culun heuheuheu... ada yg bisa nolongin ga kira² tempat² apa aja yg bisa didatengin. Apa aja deh mau museum keq, taman keq, tempat makan keq, asal sebukan t4 dugem heuheuheuehue... anti...

bagi² sarannya ya, mail me to: simply_qhydra@yahoo.com
mohon bantuannya...
nbn
November 30, 2005   06:07 PM PST
 
Kamu pernah datang ditempat aku ini...?

salam perkenalan dari negara serumpun...
Tejo
November 26, 2005   03:07 PM PST
 
mo ikutan gabung nehh...
temanya seru. Barangkali bukan mslh uangnya yg jadi pertimbangan tp ngitung konsekuensinya.
Seringnya sih gitu.
Tp, jujur aj, aq baru sekali ini baca blog yg "cair banget". Foto-2nya bagus banget. Jd nambah list teman yang tau bgm cara menikmati hidup.
Jd, salam kenal aj en selamat menikmati 'saat ini'... :D
SS
November 23, 2005   04:07 PM PST
 
mbak Nil,
Good luck ya...till we meet again...
zuki
November 22, 2005   07:59 PM PST
 
Koeniel ... good luck ya ...
Name
November 22, 2005   07:58 PM PST
 
Koeniel ... good luck ya!
Stephen Newton
November 19, 2005   07:21 AM PST
 
Hello Koeniel...what have you decided?
Apa kabar?
Julinda
November 15, 2005   01:57 AM PST
 
Lili, Koenil pasti lagi sibuk plug in laptop nya. Iya kan Nil? :)
Salam kangen for both of you..
Lili
November 14, 2005   03:32 PM PST
 
kok belum adpet2 nih, apakah di Singapore sudah bisa online??..hi..hi..
eddie
November 3, 2005   02:02 PM PST
 
Just get out from the Comfort Zone, You will find something that unpredictable. Explore your high abilty and courage
Oddie
October 19, 2005   11:57 AM PDT
 
Jadi konsultan enak kok, Nil! Don't worry-lah! Tapi, memang mutusin pindah itu sesuatu yang sangat subjectif, banyak yang harus dipertimbangkan. So, pikir-pikir dululah. Sori, yg dulu itu nggak berlanjut. Soalnya preference boss yg udah punya pengalaman sbg konsultan.
kere kemplu
October 19, 2005   08:12 AM PDT
 
eh pake id ini aja ding... :)
kartumati
October 19, 2005   08:11 AM PDT
 
trus akhirnya gimana? jadi pindah ke singapur? :)
Stephen Newton
October 19, 2005   01:29 AM PDT
 
Koeniel, Follow your heart and that will be the best direction.
Irene
October 18, 2005   10:53 PM PDT
 
First of all, opportunities don't come knocking twice.

Secondly, Singapore is only a hop, skip and a jump away from Jakarta. Don't compare it to Islamabad-Jakarta, sweets. Apples and oranges and all that.

I'm sure with your Singapore salary, you can afford to see your honey once a week or once a fortnight. He can come round to visit too...

Speaking from personal experience, I made the jump six years ago, and I was in a long-distance relationship back then. The relationship died a natural death, but professionally, I'm on a much higher level. A level I never would have reached had I stayed in Indonesia.

Last but not least, after a stint in Singapore, finding a job in Jakarta (if and when you want to) would be a breeze.

Besides, who says a guy can't be a trailing spouse? Get him a dependant's pass and he, too, can stay in Singapore :)
zuki
October 16, 2005   07:41 AM PDT
 
saya awalnya kerja di services company sebelum akhirnya pindah ke perusahaan klien. Kalau ditanya mau balik nggak ke services company dengan gaji 2x lipat .. jawabannya adalah gelengan kepala. Sayang hidup untuk stress dikejar-kejar berbagai klien hehehe ...
rouf
October 14, 2005   11:40 AM PDT
 
Wohohohoho...sekali lagi kita ketemu dengan sebuah pilihan ya, Mbak...dan yang pasti ketika ketika kita sedang hepi berat dan penuh limpahan, selalu saja ada cobaan yang muncul...kehidupan...skala prioritas, mungkin bisa menjadi sebuah jawaban... ^^v
apey
October 11, 2005   05:08 PM PDT
 
wahh sori..agak eror nih SBnya..sampe ngetik 2 kali dgn isi hampir sama..hehehe..
apey
October 11, 2005   04:52 PM PDT
 
what a chance!?! udh di depan mata nih..terakhir gw koment pas postingan mencari tantangan dulu, rasanya ini bisa jadi jawaban yg dicari deh. Cuman yg nomer 3 itu, kalo aku di posisimu emang bener jadi mberatin langkah buat move. I think you allready have everything a gal could hope for deh. Saat ini sih "kebersamaan" buat yg tercinta buatku jadi on top list..so, please consider again bu. Wish the best for you :)
apey
October 11, 2005   04:48 PM PDT
 
what a chalenge!! udh di depan mata nih. ngeliat terakhir aku koment di postingan mencari tantangan dulu..ehmm..kayaknya ini bisa jadi jawaban dari yg dulu dicari deh..but, pertimbangan yg nomer3 itu kalo aku diposisimu juga pasti yg akan mberatin langkah buat move. Well..at this moment nih, rasanya you have everything a woman could hope for deh..cuman "kebersamaan" dgn yg terkasih tuh, saat ini kalo buat aku jadi on top of the list deh...so please considere again bu. Wish the best for you :)
Stephen Newton
October 10, 2005   11:12 PM PDT
 
Thanks so much for taking the time to explain the natural phenomena behind the disasters. When I was writing that post, I was hoping that you would contribute your wonderful scientific viewpoint.

I'm looking forward to translating your post. It sounds like you have a new job offer and decisions to make.

Good luck!
ranids
October 7, 2005   05:23 PM PDT
 
wah...pilihan yg susah...
Tapi bener kata naga : makin lama kita makin mencari kenyamanan dan kestabilan...
Tawaran s'pore emang menarik, but to be with the one u love is very important, terutama jk udah ada rencana buat melangkah lbh jauh, ke pernikahan dlm wkt dkat misalnya, yaah...di Indo aja :)
Kl ga dlm wkt dkat, s'pore oke jg mba...kesempatan yg menantang.
Good luck ya mba, utk apapun pilihan mba, i wish u the best... :)
deedee caniago
October 7, 2005   05:05 PM PDT
 
Well...if I were you, I chose NOT to take the offer...

after all, dapet duit gede and karir bagus tapi kesepian di negeri orang? I mean, gue percaya disana loe bisa dengan mudahnya berteman as well as having fun, tapi rasa nya pasti akan beda and I bet you''ll miss the time being with your man, no ??? :-))

lagipula, kalo loe nggak ambil tawaran ini, there will be plenty more offers coming up knowing the education, experience and qualifications you got...trust me

then again, life is about choices, and it's your life you are talking about...the question is, would you be HAPPY with your own decision on your next new life ??? eng ing eng...at the end, happiness is the key, darling

hey remind me that I still owe you both a dinner..hehe

PS. gue tadi lupa taro nama gue...stupid me, hehe
ardita
October 6, 2005   05:13 PM PDT
 
jadi? sudah di singapura? :)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON