Monday, March 27, 2006
Rumah Hantu

 click picture for more photos

Di sini aku hidup di rumah hantu. Karena ada banyak suara pintu terbuka tertutup, keran air dibuka, bel berdering, sepatu melangkah tapi tidak pernah terlihat si pembuat suaranya. Di lantai lift juga sering terlihat bekas jejak basah, pasti orang-orang yang habis berenang di lantai dasar. Tapi kolam itu sendiri kulihat selalu kosong. Hiiii..........

Sebenarnya sih bukan tinggal di rumah hantu betulan, cuma rasanya saja seperti hidup di rumah hantu. Tempat tinggalku sebenarnya terletak tidak jauh dari keramaian pusat kota. Hanya 30 menit berjalan kaki santai dibutuhkan untuk mencapai Orchard Road. Tidak jauh - sekitar 5 menit jalan kaki santai jauhnya - ada sebuah stasiun MRT. Jalan rayanya cukup ramai karena termasuk salah satu jalan utama di negara pulau ini.

Tapi lingkungan tempat tinggalku memang sepi, berupa sebuah kompleks apartemen kecil, satu gedung, berlantai 10 dengan 32 unit apartemen. Di jalan buntu tempat gedung ini terletak hanya ada beberapa kompleks apartemen kecil lain, serta gedung Pusat Kebudayaan Perancis. Hanya gedung terkahir ini yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Selain pengunjung Pusat Kebudayaan Perancis ini, dan satu dua mobil milik orang yang tinggal di sekitar ini, hampir tidak pernah ada kehidupan terlihat di jalan.

Aku tinggal di sebuah unit mungil bernomor ganjil di lantai 9, berhadapan pintu dengan satu unit bernomor genap, berpunggungan dengan satu unit lain. Di atas dan di bawahku juga ada apartemen dan aku berbagi sebuah lift dengan penghuni 15 unit lain. Semestinya kan berarti tetanggaku cukup banyak. Tapi sudah 3 bulan aku tinggal di tempat ini, masih belum pernah berjumpa atau bertatap muka dengan penghuni lain. Aku tahu ada penghuni lain di sini. Kalau tetangga di atas memakai air atau sedang mandi, aku bisa dengar kericiknya. Kalau mereka membuang sampah melalui garbage chute aku juga bisa dengar suara benturan sampah dengan tempat sampah. Kalau tetangga di depanku keluar dari lift kemudian masuk ke apartemen mereka, aku bisa dengar. Tapi belum pernah aku berjumpa dengan mereka.

Yang kukenal hanya satpam penjaga gedung ini si penjaga siang yang tua, berkulit kuning dan bermuka bundar dan si penjaga malam yang muda, berkulit coklat dan berperut bulat. Mereka selalu ramah dan sibuk menyapa setiap aku lewat, mungkin karena aku juga selalu ramai menyapa mereka satu-satunya yang kukenal di sini.

Setiap kali ibuku bertanya seperti apa tetangga-tetanggaku, aku tidak pernah bisa menjawab. Apakah mereka kebanyakan pasangan muda? Apakah orang-orang asli Singapore ataukah pendatang? Apakah ada anak-anak di sini? Apakah mereka semua pekerja? Wah, entah ya. Mosok belum kenalan sama sekali sama tetangga? Suwer mam, belom, di sini gaya hidupnya nggak seperti itu.

Semenjak kecil lahir dan dibesarkan di kampung kumuh di Jakarta, aku lebih terbiasa kehidupan yang akrab dengan tetangga. Halaman rumah orang tuaku di Jakarta satu-satunya ruang terbuka yang masih tersisa di tengah-tengah himpitan rumah petak biasa jadi tempat nongkrong tetangga dan tempat main anak-anak kecil di kampung. Memang sedikit sekali privasi yang tersisa. Di rumah keluarga kami sih masih ada privasi, tapi di antara keluarga-keluarga yang tinggal di rumah-rumah petak dan gubuk-gubuk berhimpit di sepanjang kiri-kanan gang itu, tidak ada rahasia. Kalau si A beradu mulut dengan kakaknya yang menumpang hidup di rumah petaknya, semua tahu. Kalau suami si B tidak pulang berhari-hari, semua tahu. Bahkan dulu kapan aku atau adikku punya pacar dan kapan tidak pun mereka bisa tahu karena mau tidak mau semua yang akan mengapel harus lewat gang menuju rumahku yang berarti melewati pandangan sekian puluh pasang mata.

Maka hidup tanpa kenal tetangga begini terasa aneh juga. Ada banyak privasi, tidak ada yang berkomentar kalau misalnya pacarku ganti lagi, tidak ada burung yang menguatirkan (baca: Melindas (Flu) Burung), tapi juga tidak ada kehangatan khas kampung tidak ada tetangga yang bisa diajak ngobrol berbasa-basi kalau kita sedang suntuk baca: Pemilu di Kampungku). Atau anak-anak kecil yang menganga kagum dan cerewet bertanya kalau aku melakukan sesuatu yang aneh di halaman (memotret bulan dengan kamera berlensa panjang dan tripod misalnya, atau mencuci mobil).

Untungnya aku punya saluran tv kabel yang dilengkapi dengan jalur internet broadband 24 jam. Paling tidak masih ada tetangga dan teman-teman virtual. Tapi mau tidak mau tetap kangen juga dengan tetangga-tetanggaku itu. Heran, dulu mana pernah terpikir akan kangen dengan tetangga-tetangga Betawiku itu!

Singapore, 27 Maret 2006


Posted at 08:35 pm by koeniel

bruce
May 22, 2010   08:00 AM PDT
 
kalau sudi..mari main2 di jb..makanan disni juga enak2..
gj bged
May 28, 2009   04:09 PM PDT
 
gak serem-serem bged tuch.... klo menurutku sech tu biasa aja....... apanya yang serem???????
anggie
July 15, 2007   08:53 PM PDT
 
iiiiiiiiiiiihh mending pindah aja deh kak, daripada spooky gtu, kan sereeeem...kak makanya make sure dlu dong sebelum nyari tempat tinggal, tanya dlu apa ada manusia yang tinggal di sana,
Lili
April 4, 2006   09:51 AM PDT
 
Ada kok cara breaking the ice...tanya tentang cuaca...itu gaya orang jepang kalau mau ngobrol duluan..mujarab juga sih
koeniel
April 4, 2006   12:30 AM PDT
 
melati: iya, susah, jam hidupnya ngga sama kali ya

rini: musti cari yang jam hidupnya sama nih

lili: emang nggak nyangka bisa kangen tetangga :D

irene: hah, flatmate aja cuman seminggu sekali?

hany: hiks makasih undangannya, aku bersedia banget

shendy: hehehe bosen ngukur jalan orchard melulu! :D

dem: haa?!?! di jakarta pun ga kenal tetangga, eh di kompleks emang beda ama di kampung kali ya...

rico: duh gue orangnya pemalu banget, ga pernah bisa nyapa duluan.... :( gimana dong?
Demona
March 29, 2006   04:46 PM PST
 
Jangankan kalo tinggal di apt di luar negri... gw 4 taon tinggal di Lebak bulus juga ndak kenal sama sebelah - sebelah... tapi karena udah terbiasa en mungkin ndak terlalu mahluk sosial kali ya, buat gw ya fine2 aja.
Get use will take some time mbak... The drastic change just got in to you rupanya ya at work and home...remember Ambon manise aja he he he
Shendy
March 29, 2006   04:20 PM PST
 
emang makin kesini orang makin gag doyan nenangga kali yaa..

kebayang deh mbak..kalu suasana lagi sepi-sepi kan bulu kuduk suka merinding sendiri he..he.. kalu kek gitu mending jalan2 aja ke Orchard Road, motret sana-sini.. ntar pulang2 udah cape gag kepikiran hantu lagi ;)
Irene
March 28, 2006   12:43 PM PST
 
Niel, gw aja punya flatmate tapi seminggu belum tentu ketemu sekali hehehe....
Lili
March 28, 2006   12:26 PM PST
 
dari curigation ada hantu...tiba2 kangen betawi...he.he..

emang idup di negeri org beda banget yah sama di sini.

BTW, terusin dong cerita hantunya, kalau perlu selidikin, spa tahu bisa jadi buku '5 Sekawan' yg sedang di cari kawan2nya..he.he..
rini
March 28, 2006   09:24 AM PST
 
he..he.. dulu gua tinggal di gedung 4 lantai total 12 unit. 2 taon tinggal di situ ketemu orang bisa diitung pake jari.

sekarang tinggal di gedung 7 lantai total 14 unit. ketemu orang, tapi 1 orang ini aja terus. jam hidupnya sama hihihi.
melati
March 28, 2006   08:47 AM PST
 
iya, kok gitu ya mbak? segitu susahnya untuk sekedar 'kebetulan' ketemu tetangga?
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON