Thursday, April 06, 2006
Berebut Cepu

 click picture for more photos

Sudah basi belum ya, topik ini? Mungkin sudah. Sebetulnya ingin sekali bisa menghindar dari berkomentar tentang masalah Cepu, Pertamina dan ExxonMobil. Rasanya terlalu banyak yang ingin disampaikan sehingga sebelum keluar semua sudah bakalan capek. Lagipula sudah banyak orang-orang yang jauh lebih pintar dan menguasai persoalan dibanding aku menyatakan pendapatnya. Juga sudah banyak pendapat yang mirip-mirip dengan pendapatku disampaikan berulang-ulang. Jadi lebih baik diam.

Tapi lalu ada permintaan untuk memberikan pendapat. Jadi akhirnya terpaksa juga waktu diluangkan untuk duduk diam, mencoba mengurai apa yang ingin disampaikan, memisahkan emosi dari fakta dan menuliskannya dengan runut.

Sebagai salah seorang profesional perminyakan Indonesia, tentu saja ada rasa kecewaku karena operatorship untuk Cepu diserahkan kepada ExxonMobil, dan bukannya ke Pertamina. Walaupun Pertamina tetap akan punya campur tangan dengan menjadi ketua komite pengawas dan mendapatkan posisi dalam manajemen, tetap saja beda dengan kalau Pertamina betul-betul menjadi operatornya.

Seandainya Pertamina menjadi operator di Blok Cepu ini maka ada kesempatan besar bagi perusahaan minyak nasional kita itu untuk berlatih menjadi operator kelas dunia. Tidak banyak perusahaan minyak nasional yang bisa sesukses perusahaan minyak swasta. Contoh yang nyata dan jarang adalah Petrobras dan perusahaan minyak nasional negara tetangga kita, Petronas. Tentu saja aku juga ingin Pertamina, perusahaan minyak bangsa kita ini, jadi sebesar kedua perusahaan itu.

Memang Pertamina belum menunjukkan prestasi tinggi sebagai sebuah perusahaan minyak. Perusahaan ini beroperasi di cekungan-cekungan yang sudah matang, yang sudah banyak dieksplorasi. Walaupun sekarang ini lapangan-lapangan yang dikelola Pertamina kebanyakan lapangan yang bertaraf matang yang sudah dalam tahap penurunan produksi dan lapangan-lapangan tua, Pertamina baru saja mulai menerapkan teknologi EOR. Pertamina hanya punya satu blok yang mencakup areal lepas pantai. Kecuali blok Matindok di Sulawesi ini, seluruh daerah konsesinya yang lain terletak di darat. Pertamina juga punya catatan agak panjang ‘cacat’ dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Bukan berarti Pertamina tidak punya prestasi. Beberapa tahun terakhir ini perusahaan ini berhasil mencatatkan beberapa keberhasilan penemuan gas dan minyak, antara lain lapangan Donggi, Suban Barat, Pondok Tengah dan Suci. Lalu Pertamina juga sudah mulai melebarkan sayapnya ke luar negeri – yaitu ke Irak (yang sayangnya harus terhenti prosesnya karena invasi Amerika ke Irak) dan ke Libya. 

Tapi tetap saja dibandingkan perusahaan-perusahaan minyak lain yang beroperasi di Indonesia prestasinya tidaklah cemerlang. Mungkin ini salah satu alasan ExxonMobil menolak mempercayakan pengoperasian Cepu pada Pertamina. Salah satu. Alasan lain jelas soal ekonomi dan finansial, tentu saja ExxonMobil ingin bisa mengontrol keuangan dalam pengelolaan Cepu.

Padahal salah satu alasan banyak orang juga berharap Pertamina mendapatkan hak mengoperasikan Blok Cepu adalah karena perusahaan minyak asing biasanya ongkos operasinya mahal, sehingga biaya cost recovery alias pengembalian ongkos yang harus ditanggung negara besar, sehingga buntut-buntutnya profit yang didapat negara juga jadi kecil.

Tapi apa betul Pertamina tidak akan mampu mengelola Cepu? Di sebuah acara bincang-bincang di Metro TV Direktur PT Pertamina EP Hestu Bagyo menyatakan bahwa Pertamina tidak mampu secara teknologi. Pernyataan ini menimbulkan kemarahan banyak profesional perminyakan Indonesia. Bagaimana tidak, kenyataan menunjukkan bahwa banyak individu perminyakan Indonesia yang berkualitas tinggi, bahkan banyak dicari di luar negeri. Banyak sekali profesional perminyakan Indonesia yang berpengalaman bekerja pada perusahaan besar di Indonesia dan menangani pengelolaan lapangan-lapangan yang besar, yang sulit dan yang butuh teknologi. Ahli-ahli Indonesia juga banyak berperan di dunia perminyakan negara-negara tetangga (terutama Malaysia) dan di Timur Tengah. Pertamina juga punya ahli-ahli yang mumpuni seperti ini.

Lalu ada apa di balik pernyataan itu? Mungkin yang dilihat beliau adalah bukan hanya kemampuan individual. Untuk pengelolaan sebuah lapangan dengan benar dan efisien dibutuhkan bukan hanya pengetahuan individu, tapi juga dukungan sistem, prosedur, kerja sama, koordinasi dan infrastruktur manajerial yang baik. Hasil kerja para ahli kebumian dan insinyur baru akan terlihat kalau memang diimplementasikan oleh manajemen, dengan prosedur dan standar yang berjalan dengan konsisten. Kalau tidak, kebrilyanan mereka hanya akan tinggal teori saja. Selama ini dalam jejak rekaman perjalanannya memang Pertamina belum menunjukkan kinerja yang baik di bidang ini.

Tapi itu adalah rekaman masa lalu, saat Pertamina masih harus banyak mengemban tanggung jawab menjadi badan pengawas sekaligus menjamin pasokan bbm di seluruh negeri, juga sumber keuangan negara. Sehingga kegiatannya di bidang hulu selama ini tidak begitu lancar. Tapi akhir-akhir ini setelah ada reorganisasi di bidang perminyakan yang memisahkan fungsi pembuat peraturan, pengawas dan pelaksana, Pertamina EP sudah mulai mengarah ke bentuk perusahaan minyak yang profesional.

Idealnya, justru karena Pertamina punya kelemahan, dan karena sudah ada perbaikan secara organisatorial, perusahaan ini sebaiknya diberi kesempatan untuk mengelola blok semacam Cepu, yang ukuran cadangannya cukup besar dan mempunyai mitra asing. Ini akan mendorong Pertamina untuk bekerja secara profesional dan menjadi ajang latihan untuk mengelola blok-blok lain dengan lebih baik.

Tapi sayangnya ini tidak dianggap penting dalam keputusan yang diambil untuk pengelolaan blok Cepu. Bukan kesempatan bagi bangsa ini untuk berlatih dan mengurangi ketergantungan asing dan memakmurkan bangsa sendiri yang diperjuangkan, tapi kepentingan penjaminan masuknya investor dan duit asing, dan mungkin juga kepentingan politik.

Apa boleh buat. Mungkin yang harus dilakukan Pertamina sekarang adalah berusaha terlibat banyak, mengontrol pengeluaran dan biaya-biaya, jangan sampai terlalu tinggi dibanding yang seharusnya Juga bernegosiasi untuk menempatkan ahli-ahlinya juga dalam pengelolaan Blok Cepu, mempelajari sistem, prosedur dan manajemennya, supaya ada transfer teknologi. Di daerah-daerah lain yang dikelolanya Pertamina juga harus menunjukkan kemajuan, sehingga kalau lain kali ada kesempatan, jangan lagi sampai dibilang tidak mampu.

 


Posted at 11:56 pm by koeniel

Min
May 24, 2006   05:30 PM PDT
 
Itu dulu yang minta Mbak Niel komentar bukannya aku? :D

Sorry Ge eR dikit nih.
zuki
April 18, 2006   08:34 PM PDT
 
apa kabar? banyak deadline? :-P
zuki
April 12, 2006   08:24 PM PDT
 
kaya'nya sih sekarang kita harus fokus membangun generasi selanjutnya yang bebas KKN. Yang sekarang kerusakannya sudah terlalu parah ...
Lili
April 7, 2006   05:45 PM PDT
 
Kalau gak salah dulu Pettronas kan belajar dan ngirim banyak pegawainya ke Pertamina Indonesia kan?
Lah kok sekarang piye?..he.he.. silahkan telaah sendiri jawabannya...

BTW, ceritain dong abis jalan2 kemana nih?
mpokb
April 7, 2006   02:04 PM PDT
 
di indonesia banyak orang pinter yak niel.. masalahnya, kebocorannya itu lho.. dan orang pinter saja nggak bisa mengatasi kebocoran. hmm... salut deh sama loe.. betah banget ke rig dong..? :)

btw, gw butuh info kali2 temen gw mau ke gereja di sing pas paskah. bisa kasih info alamat gereja katolik gak niel..? thanks ya..
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON