Thursday, June 26, 2003
Jenggot

mr abassi   click picture for photo album

Sudah lama kusadari sebetulnya bahwa alam bawah sadarku menerima penuh stereotype yang menyatakan pria berjenggot, berpakaian baju koko dan topi haji atau berjubah, adalah orang-orang yang patut ditakuti. Mereka adalah orang-orang muslim garis keras, yang jelas-jelas tidak akan menyukai gayaku berpakaian (rok mini, atau hip hugger jeans ketat yang menyembulkan sedikit celana dalam di belakang, dengan kaus tanpa lengan, atau kaus super ketat dan super kecil, yang memamerkan tindik udelku di depan.) Ataupun gaya hidup dan pandangan-pandanganku yang 'bebas' ini.

Tidak jelas sebetulnya dari mana stereotype itu kuterima. Apakah dari masyarakat sejak kecil, melalui orang-orang sekelilingku. Atau dari kegiatan-kegiatan semasa kuliah, sewaktu agama masih sangat jadi pembeda dan kedudukan sebagai kelompok minoritas sangat terasa. Mungkin juga dari media massa jaman Suharto, atau dari media massa dunia yang sering menyiarkan gambar-gambar para teroris dan kaum garis keras yang hampir semuanya berpenampilan klasik - berjenggot ala Taliban. Yang jelas, bahkan di kantor, aku sedikit menghindari para kolega yang memakai baju koko di hari Jum'at dan memelihara jenggot di dagunya.

Karakter-karakter 'muslim' (ataukah Arab sebenarnya? Tetapi dunia sudah selalu menganggap Arab = Muslim, maka sulit dibedakan lagi), seperti para sheik yang memakai jubah putih dan berkerudung semacam Yasser Arafat buatku juga merupakan tokoh-tokoh menyeramkan, yang untungnya jauh dari duniaku. Lain dengan para perempuan berkerudung. Dengan mereka biasanya aku sudah merasa cukup nyaman, karena salah satu sahabatku sendiri adalah perempuan berkerudung, yang tidak membiarkan mereka yang bukan muhrimnya melihat sehelai rambutnya pun.

Bertahun-tahun bergaul dengan perempuan semacam mereka dan melihat pribadi mereka yang seutuhnya, yang juga suka bercanda, yang bisa bergaul dan menerima orang lain dengan pilihan-pilihan yang berbeda, membuatku bisa melepaskan gambaran perempuan berkerudung dari stereotype orang muslim garis keras. Namun demikian, perempuan yang berkerudung dan bercadar, buatku masih masuk ke dalam stereotype 'orang-orang yang layak ditakuti.'

Tapi lalu tiba-tiba aku dilemparkan pada dunia yang penuh dengan karakter-karakter semacam itu. Tugas kantor di perusahaan minyak, membuat aku harus mendarat di Dubai Sabtu dini hari, dilanjutkan dengan memasuki kota Islamabad di Pakistan sehari sesudahnya. Langsung saja aku dihantamkan pada dunia yang penuh dengan pria-pria berpakaian seperti sheik, dan pria-pria berjubah dan berjenggot, yang biasanya di Indonesia akan kuhindari setengah mati. Apalagi itu juga berarti bahwa aku diterjunkan langsung begitu saja pada dunia yang sangat patriarkal dan machismo, yang begitu dominan laki-laki. Sebagai satu-satunya perempuan asing yang berpakaian maskulin gaya Eropa - pantalon, kemeja dan jas - yang berdiri di halaman bandara Islamabad Senin dini hari itu, di tengah ratusan laki-laki berjubah panjang dan berjenggot serta beberapa wanita berpakaian tradisional, diriku betul-betul merasa terasing dan ya... takut.

Ketakutan menjadi semakin bertambah-tambah ketika kulihat pria yang membawa papan bertuliskan nama perusahaan dan namaku, juga berjenggot dan berjubah. Bertopi kopiah putih, tua, pendiam dan membawa tasbih, dia kelihatan sangat saleh dan eh... menyeramkan. Apalagi kulihat bahwa hampir semua pasang mata yang ada di bandara itu tajam mengikuti setiap gerak dan langkahku menuju tempat parkir yang gelap.

"What am I going into here. Why did I accept this assignment. Am I crazy or what. Lord, please help me, Lord please help me." Berulang-ulang keempat kata terakhir aku ucapkan dalam hati, sepanjang perjalanan menuju staff house, yang akan menjadi rumahku selama dua bulan ke depan. Rosario pemberian adikku kugenggam erat ketika kami dihadang sebuah road block yang penuh dengan lelaki-lelaki berpakaian tentara membawa berbagai senjata dan berwajah seram - ya berjenggot yang memeriksa setiap kendaraan yang lewat di jalan yang sepi itu.

Ketakutan tidak menjadi berkurang ketika paginya di depan kantor, sendirian kuhadapi berpuluh-puluh mata memandangiku, yang lagi-lagi jadi bagian kelompok minoritas di lingkungan itu - perempuan - dan lagi-lagi kelihatan sangat berbeda dibanding anggota kelompok yang lain, karena pakaianku yang sangat ala barat. Satpam-satpam berjenggot yang mengantongi pistol di sakunya dan sibuk memeriksa ketat semua barang bawaanku, juga tidak membuatku jadi tenang. Maka langkah ini jadi berat, kala semua mata memandang tajam dan mengikuti setiap gerak-gerik.

Di dalam kantor, dengan lega kujumpai wajah kulit putih yang jadi terasa menentramkan, Phil yang akan menjadi bosku selama di sini. Ketakutan sedikit demi sedikit menjadi berkurang, ketika Phil membawaku berkeliling kantor dan mengenalkanku pada rekan-rekan kerja baruku. Hampir 80% pria di sini berjenggot. Dan keberjenggotan itu menjadi sedikit kurang menakutkan, ketika dipadankan dengan pakaian ala barat. Ya, semua rekan kerja priaku di sini berpakaian pantalon, kemeja dan dasi.

Masih ada sedikit keengganan sebetulnya, apalagi ketika Phil mengenalkanku pada calon asistenku di sini, seorang laki-laki bertubuh kecil dengan dandanan wajah ala Taliban. Dengan ragu-ragu aku berpikir, apakah harus mengulurkan tangan padanya atau tidak, karena sudah kubaca di tourist guide bahwa banyak laki-laki di sini tidak akan bersalaman dengan perempuan yang bukan muhrimnya. Maka selama perkenalan itu kutunggu para lelaki itu untuk mengulurkan tangannya lebih dulu. Zakaullah Babar, alias Zaki, tidak mengulurkan tangannya. Menelan ludahlah aku, glukkk, sambil berbisik dalam hati, "Right, I will have to work with a hard core moslem guy. Right. Let's see how long I can stand this."

Sangat lucu sebenarnya, ketika sekarang aku menengok ke belakang mengenang saat itu. Karena pada saat aku memandangnya dengan perut yang terasa setengah mual, sebenarnya dia juga sedang memandangku dengan pandangan takjub. Seperti dinyatakannya beberapa hari yang lalu, "How come you know so much? Even from the first time we met, I knew that I have to learn so much from you." Yang tentunya membuatku menganga kaget, dan akhirnya tertawa terbahak-bahak, separuh geli dan separuh lega.

Ya, setelah beberapa hari bekerja dan berinteraksi dengan mereka, barulah proses pengenalan seperti yang pernah terjadi saat aku berkenalan dan kemudian menjadi dekat dengan para perempuan berkerudung di Indonesia - menunjukkan padaku bahwa penampilan 'ala Taliban' itu adalah bagian dari budaya mereka. Bahwa jubah panjang dan celana longgar - shalwar dan khameez - yang mereka pakai tiap hari adalah baju tradisional Pakistan. Bahwa dibalik pakaian dan jenggot itu, mereka adalah manusia-manusia yang sama denganku, terbungkus budaya yang membesarkan dan melingkupiku.

Maka sekarang tak heran lagi aku, kalau sang supir tua yang kelihatan sangat mengerikan itu bertingkah sama seperti supir-supir lain di kantor Jakarta, berusaha melayani sebaik-baiknya, berusaha ramah dan membantu. Juga tak heran lagi aku kalau pria-pria berjenggot itu mengulurkan tangannya menjabat erat tanganku dan mengajak berbicara dengan ramah. Stereotype perlahan-lahan luruh. Dua bulan bekerja di Islamabad membuat paradigmaku berubah; tidak semua laki-laki berjenggot, jubah panjang dan celana longgar adalah manusia-manusia garis keras. Teman-teman baruku membuktikan.

Islamabad, 26 Juni 2003


Posted at 12:00 pm by koeniel

Muflih
March 1, 2007   09:01 AM PST
 
Setuju,
saya tinggal di Jakarta dan berjenggot karena jenggot adalah perintah dan dicontohkan oleh Idola saya. Banyak orang-orang sini malah takut setengah mati dengan orang berjenggot... dikiranya teroris, preman berjubah dsb... padahal jenggot-ers juga manusia...
bisa sedih bisa ketawa... bisa html dan bisa ngisi blog...

andai mereka tahu...

salam,
Muflih
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON