Monday, June 19, 2006
Dongeng Tukang Akik tentang Gempa

Lik Bar bukan satu-satunya yang memanggil geologiwan dengan sebutan tukang akik. Dari dulu mahasiswa geologi pun sering dipanggil tukang akik. Mungkin karena kami belajar batuan dan mineral, termasuk gemstone alias akik. Padahal kalaupun diberi batu akik lalu disuruh memilih mana yang mahal dan mana yang murah, aku pasti tidak akan bisa menjawab, walaupun sudah belajar geologi dan bekerja sebagai ahli geologi bertahun-tahun. Tapi tidak apa-apalah. Biarkan aku disebut tukang akik, dan biarkan si tukang akik mendongeng, atau tepatnya menjawab pertanyaan Lik Bar yang rumah orang tuanya di Bantul terlanda gempa dan pertanyaan beberapa teman lain.

Indonesia akhir-akhir ini begitu sering dilanda bencana geologi berukuran besar. Gempa dan tsunami di Aceh, gempa di Nias, lalu terakhir gempa di Yogya. Longsor juga sering sekali terjadi. Lalu terakhir terjadi banjir lumpur di dekat lokasi pemboran sumur Banjar Panji-1 milik Lapindo. Lalu Kaufik dan CC, teman dari Kapal Selam bertanya-tanya apakah gempa itu sedang musim?

 

Gempa

Sebelum menjawab pertanyaan itu mari kita lihat dulu, sebetulnya gempa itu apa sih? Kita bisa merasakan gempa dan melihat akibatnya. Tapi sebetulnya gempa itu apa dan disebabkan oleh apa?

 

Gempa terjadi karena pergerakan tiba-tiba batuan, akibat terlepasnya secara tiba-tiba regangan (strain) yang terakumulasi dalam jangka waktu yang lama. Pergerakan tiba-tiba ini melepaskan energi berupa gelombang seismik yang merambat di batuan. Rambatan gelombang ini seperti halnya ketika kita melempar batu ke kolam. Ada gelombang yang bisa terlihat merambat di permukaan air, mulai dari titik jatuhnya batu dan makin meluas. Gelombang semacam inilah yang menimbulkan kerusakan buat penghuni permukaan bumi.

 

Lalu, mengapa batuan bisa bergerak?

 

 gambar 1. lapisan-lapisan bumi (USGS)

 

Lempeng dan Kerak Bumi

Bumi kita yang kurang lebih bulat ini sebetulnya berlapis-lapis (lihat gambar 1). Dari dalam ke luar terdiri dari inti (core), selubung (mantle) dan kerak (crust). Inti bumi tebalnya kira-kira 3475 km, selubung tebalnya kira-kira 2870 km, sedangkan bagian paling luar bumi, yaitu kerak tebalnya 'cuma' 35 km. Inti bumi terdiri dari dua bagian yaitu bagian dalam yang padat dan bagian luar yang cair. Selubung bumi adalah batuan yang semi-cair, sifatnya plastis, sedangkan kerak bumi yang jadi tempat hidup kita sifatnya padat. Kerak bumi ini terbagi dalam beberapa potongan lempeng seperti yang ditunjukkan di gambar 2.

 

gambar 2. lempeng kerak bumi (USGS)

 

 

Kerak bumi sebagai bagian terluar bumi suhunya jelas lebih dingin daripada bagian inti yang panas ditekan sekian juta kubik ton batuan di atasnya. Karena perbedaan temperatur inilah terjadilah aliran konveksi di selubung bumi. Material yang panas naik menuju keluar dan material dingin turun menuju ke dalam. Gerakan massa batuan setengah cair inilah yang diperkirakan membuat kerak bumi yang 'mengapung' di atas selubung seperti digerakkan oleh 'conveyor belt'. Ketika potongan-potongan atau lempengan kerak bumi tergerakkan oleh sistem roda berjalan ini, mereka bisa saling bertabrakan atau bergesekan.

 

Zone pertabrakan dan pergesekan antar lempeng inilah yang rentan terhadap bahaya gempa. Seperti terlihat di gambar 2, Indonesia berada di perbatasan dua lempeng. Kepulauan Indonesia (minus Papua) merupakan bagian dari lempeng benua Eurasia. Lempeng ini ditumbuk dari selatan oleh lempeng Indo-Australia.

 

Seperti apa sih zone pertemuan antar dua lempeng ini?

 

Zone pertemuan antar dua lempeng bisa berbeda macamnya. Gambar 3 menunjukkan jenis pertemuan dua lempeng yang berbeda-beda. Ada yang saling bergeser, ada yang divergen atau saling menjauh, ada yang konvergen atau bertemu. Kalau bertemu bisa jadi terjadi tumbukan, semacam anak benua India yang menumbuk benua Asia. Laut yang tadinya ada di antara keduanya jadi terangkat dan terlipat-lipat menjadi pegunungan Himalaya. Itu kalau pertemuannya antara lempeng benua dengan lempeng benua. Kalau pertemuannya antara lempeng benua dan lempeng samudra, hasilnya berbeda.

 

gambar 3. jenis-jenis pertemuan lempeng (USGS)

 

 

Lempeng samudra lebih tipis tapi lebih berat, sedang lempeng benua tebal tapi ringan. Jadi kalau keduanya bertumbukan lempeng samudra akan melesak ke dalam, menunjam di bawah lempeng benua. Inilah yang terjadi antara lempeng benua Asia dan lempeng samudra yang ada di bawah samudra Hindia. Di sepanjang zone ini akan timbul deretan gunung api. Zone penunjaman lempeng samudra Indo-Australia di bawah benua Asia ada di sepanjang barat Sumatra dan menerus ke selatan Jawa dan Nusa Tenggara (lihat gambar 2). Seperti kita tahu, Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara dipenuhi deretan gunung api, yang terjadi karena pertumbukan dua lempeng itu.

 

Di bagian timur Indonesia seperti terlihat di gambar 2, juga ada zone pertumbukan lain, antara benua Asia dengan lempeng Filipina. Jadi Indonesia merupakan pertemuan dua buah zone pertumbukan. Dan ini yang menyebabkan Indonesia sering disebut berada di pertemuan dua rings of fire.

 

Seberapa cepat pergerakan lempeng Indo-Australia menumbuk benua Asia? Kecepatan rata-ratanya 5-6 cm per tahun, sangat lambat. Jadi jangan kuatir Australia tidak akan menumbuk Jawa dalam waktu dekat. Kalau sampai Australia menumbuk Jawa apa yang akan terjadi? Bisa jadi kepulauan Indonesia akan jadi pegunungan seperti Himalaya! Tapi ini baru akan terjadi dalam waktu berjuta-juta tahun.

 

Kalau tabrakan antara India dan benua Asia memang bisa dibayangkan akan menghasilkan gempa, tapi kalau lempeng-lempeng itu saling bergesek atau salah satunya melesak ke dalam dan bergerak dengan kecepatan rata-rata 5-6 cm per tahun, mengapa terjadi gempa?

 

Kecepatan yang disebutkan itu adalah kecepatan rata-rata, tapi sebetulnya bisa jauh lebih lambat, lalu terjadi pergerakan tiba-tiba. Lagipula batuan itu permukaannya tidak rata. Pada saat dua lempeng bertumbukan, ada kalanya pertumbukan itu tertahan beberapa lama di satu titik. Sampai suatu saat batuan tersebut tidak lagi dapat menahan tekanan, lalu tiba-tiba bergerak cepat. Ini yang terjadi saat ada gempa di Aceh akhir tahun 2004 lalu, juga di Nias 2005. Setelah bertahun-tahun menahan dorongan, titik-titik pertemuan lempeng Asia dan Indo-Australia akhirnya tidak kuat menahan lagi dan bergeser vertikal diperkirakan sebesar 15 meter. Menimbulkan gelombang seismik yang menggetarkan batuan di sekitarnya dan juga menyebabkan tsunami (lihat artikel Gempa dan Tsunami)

 

 

Oh, jadi berarti penyebab gempa itu zone-zone pertemuan antar lempeng ini ya. Berarti kan gempa itu terjadinya di laut?

 

 

Sesar/Patahan

 

Pertemuan lempeng bisa di daratan juga. Misalnya gempa besar di pegunungan di bagian utara Pakistan Oktober 2005 yang baru lalu. Gempa itu disebabkan oleh pergerakan ke utara anak benua India yang terus melesak ke benua Eurasia, yang mengakibatkan pergerakan besar di daerah pertemuan kedua lempeng.

 

Gempa bisa terjadi di mana saja, darat maupun laut. Walaupun kebanyakan gempa apalagi yang besar, dihasilkan oleh interaksi antar lempeng seperti yang diceritakan di atas, gempa bisa juga terjadi karena sesar atau patahan yang skalanya lebih kecil dari pertumbukan lempeng.

 

Apa sih sesar itu?

 

Sesar atau patahan (istilah Inggrisnya fault) adalah retakan di kerak bumi yang menjadi jalur pergerakan blok batuan di kedua sisinya. Sesar bisa hanya pendek (beberapa cm) atau bisa ratusan kilometer. Contoh sesar yang terkenal adalah sesar San Andreas di California yang sebenarnya adalah zone pertemuan antara dua lempeng. Sesar terkenal lain adalah sesar Sumatra yang memotong Pulau Sumatra sejajar dengan zone penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah benua Asia di barat Sumatra.

 

Bagaimana sesar terbentuk?

 

Sebagai gambaran, lakukan atau bayangkan hal berikut. Ambil sepotong tahu Cina putih, letakkan di atas meja, lalu coba dorong-doronglah. Pasti akan muncul retakan-retakan di permukaan tahu, lalu retakan memanjang dan menjadi makin dalam, lalu akhirnya tahu terbelah sepanjang retakan itu, yang satu bergerak searah dorongan, sementara yang satu lagi tinggal diam. Begitulah, batuan kerak bumi juga menjadi retak-retak dan saling bergerak sepanjang retakan itu. Tapi pergerakan kerak bumi terjadi karena pergerakan batuan cair di bawahnya (ingat gambar 1).

 

Bisa disimpulkan bahwa sesar akan lebih banyak terbentuk di sekitar daerah pertemuan antar dua lempeng, karena daerah-daerah ini menjadi konsentrasi pergerakan, tekanan dan regangan batuan. Ini juga yang menyebabkan Sumatra, Jawa dan pulau-pulau yang berada di sepanjang jalur penunjaman lempeng Indo-Australia di bawah benua Asia menjadi daerah yang rawan gempa.

 

Apakah sesar kelihatan? Seperti apa rupanya?

 

gambar 4a, 4b kenampakan sesar di permukaan bumi (Wikipedia & USGS) 4c. peta sesar Sumatra (BBC)

 

 

Gambar 4a menunjukkan contoh sesar yang relatif kecil (tinggi tebing +/- 20m), sedang Gambar 4b menunjukkan kenampakan sesar San Andreas dilihat dari udara. Sesar Sumatra (Gambar 4c) punya karakter kurang lebih sama dengan sesar San Andreas dan kenampakannya di permukaan kurang lebih ditunjukkan oleh jajaran Bukit Barisan.

 

Sesar ada bermacam-macam tipenya, tergantung dari gerakan relatif blok di satu sisi sesar terhadap yang lain (lihat gambar 5). Kalau sebuah blok bergerak relatif mendatar terhadap blok di seberangnya, sesarnya disebut sesar mendatar. Kalau kita berdiri di satu blok dan blok di seberang sesar terlihat turun maka ini disebut sesar turun atau sesar normal, bila sebaliknya disebut sesar naik.

 

gambar 5. tipe-tipe sesar (USGS)

 

 

Sesar mendatar semacam sesar San Andreas atau Sesar Sumatra bisa menimbulkan bahaya yang besar karena biasanya pusat pergerakannya dangkal, sehingga intensitas yang dirasakan di permukaan juga besar.

 

Sesar bisa berubah jenisnya. Yang tadinya sesar turun bisa mengalami pergerakan mendatar juga, tergantung dari posisi tekanan atau dorongan yang dialami batuan di sekitarnya.

 

Apakah sesar bisa terlihat sebagai sungai?

 

Seperti terlihat di gambar 4 dan yang dijelaskan di atas, manifestasi sesar di permukaan bumi bisa bermacam-macam, bisa berupa bukit dan lembah, tebing, bisa juga berupa sungai. Pada dasarnya zone sesar adalah zone lemah, gampang ter-erosi. Air akan lebih mudah mengalir di sini ketimbang di zone batuan yang utuh.

 

Sesar atau patahan biasanya kurang lebih lurus, karena itu pada saat melakukan pemetaan geologi para ahli geologi biasanya memperhatikan morfologi atau bentuk permukaan bumi yang berupa kelurusan-kelurusan dan memeriksanya lebih lanjut, bisa jadi itu adalah manifestasi sesar.

 

Bagaimana sesar menyebabkan gempa?

 

Sama seperti yang terjadi pada pertemuan dua lempeng (yang bisa jadi adalah sesar juga, hanya ukurannya sangat besar), gempa terjadi kalau ada pergerakan tiba-tiba sepanjang sesar tersebut. Kerak bumi selalu bergerak walaupun lambat sekali. Dengan demikian batuan penyusun kerak bumi selalu mengalami tekanan-tekanan akibat gerakan tersebut. Jalur sesar adalah jalur yang rentan terhadap gerakan. Seperti yang diterangkan di atas, karena permukaan batuan tidak rata, pada saat ada tekanan, tidak selalu batuan bisa bergerak. Seringkali tekanan tersebut ditahan di titik atau daerah tertentu. Sampai suatu saat regangan menjadi besar sekali, melebihi kekuatan batuan dan terjadilah pergerakan tiba-tiba. Terjadilah gempa.

 

Apakah ini yang terjadi di Yogya dan Klaten?

 

Ya, betul. Hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika menunjukkan bahwa pusat gempa ada di laut 37 km di selatan Yogyakarta pada kedalaman 33 km. Ini menunjukkan kemungkinan bahwa gempa Yogya dan Klaten merupakan adalah hasil pergerakan di sekitar zone penunjaman lempeng Indo-Australia di bawah benua Asia. Pergerakan ini lalu mempengaruhi sesar Opak yang posisinya memanjang sepanjang sungai Opak. Pergerakan di patahan/sesar Opak inilah yang kemungkinan tertangkap dan terhitung oleh rekaman USGS yang menunjukkan bahwa gempa berpusat di dekat muara Sungai Opak dengan kedalaman 10km. Karena pergerakan mendatar sesar Opak yang dangkal inilah timbul kerusakan besar.

 

gambar 6. peta geologi daerah Yogyakarta (US Army Egineering Corps website)

 

 

Gambar 6 adalah peta geologi daerah Yogyakarta. Warna-warna yang ada dalam sebuah peta geologi menunjukkan jenis batuannya. Di situ bisa terlihat daerah-daerah Bantul, Kodya Yogyakarta, Sleman, Wonosari, dan Sesar Opak yang jadi biang keladi kerusakan parah di daerah Bantul. Sesar ini memisahkan daerah Wonosari yang merupakan pegunungan/dataran tinggi yang batuannya adalah batu gamping, dan Bantul yang adalah dataran rendah, dengan batuan yang terdiri dari batuan hasil endapan sungai. Jadi sebetulnya seperti sesar-sesar lainnya, sesar Opak ini juga termanifestasikan di permukaan!

 

Lalu, kenapa tidak ada yang memberitahu masyarakat bahwa ini daerah bahaya?

 

Sebetulnya sudah pernah ada press release dari UGM tidak lama setelah bencana gempa dan tsunami di Aceh (http://www.iagi.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=141) yang menyatakan bahwa daerah pantai selatan Yogya cukup rawan bencana, termasuk bencana gempa. Menurut press release tersebut sebenarnya sudah ada rekomendasi penataan ruang untuk daerah rawan gempa ini.

 

Tapi memang langkah sosialisasi dan penyuluhan belum terdengar dilakukan oleh pemerintah. Sebabnya antara lain mungkin karena daerah ini sudah lama tidak mengalami bencana gempa, sehingga terlupakan dan dianggap aman. Padahal menurut catatan daerah ini pernah mengalami gempa besar dengan banyak korban harta dan nyawa di tahun 1867 dan 1943. Tapi memang seringkali hal-hal seperti ini terlupakan, lagipula gempa belum bisa diramalkan.

 

gambar 7. peta gempa bumi dunia (IRIS)

 

 

Apakah sekarang ini musim gempa di Indonesia? Kapan lagi gempa akan terjadi? Di mana?

 

Gambar 7 diambil dari website http://www.iris.edu/seismon/ yang memonitor gempa bumi di seluruh dunia. Lingkaran besar menunjukkan gempa berkekuatan besar sedang lingkaran kecil menunjukkan gempa berkekuatan kecil. Warna merah menunjukkan gempa yang terjadi hari ini (18 Juni 2006), warna oranye menunjukkan gempa kemarin, warna kuning menunjukkan gempa dalam 2 minggu terakhir dan titik-titik warna ungu menunjukkan gempa dalam 5 tahun terakhir, kecil atau besar.

 

Bisa dilihat bahwa di sekitar kepulauan Indonesia, terutama di jalur Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara, gempa banyak sekali terjadi. Memang jalur ini jalur gempa, jadi tidak bisa dibilang ada musim gempa atau tidak.

 

Kalau seandainya pertanyaannya adalah apakah ada hubungan antara gempa di Aceh, di Nias di Padang dan di Yogya, jawabannya bisa jadi ya. Karena semua daerah itu merupakan jalur penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah benua Eurasia.

 

Setelah gempa di Aceh dulu terjadi, tidak lama kemudian terjadi gempa Nias. Kemungkinan yang terjadi adalah, bebatuan di sepanjang patahan itu menyesuaikan posisi yang berubah setelah terjadi gempa sebelumnya. Jelasnya begini. Gempa di Aceh terjadi karena regangan yang ada sudah lebih tinggi dari yang bisa ditahan bebatuan di sekitarnya. Maka blok di barat patahan bergerak. Pergerakan ini menimbulkan perubahan tekanan dan regangan di daerah lain di sepanjang patahan itu, yang akhirnya tidak kuat menahan juga sehingga juga mengalami pergerakan. Terjadilah gempa Nias. Jadi ada kemungkinan hal yang sama akan terjadi juga di sini setelah gempa di selatan Yogya ini kemungkinan akan ada daerah lain yang mengalami penyesuaian. Tapi di mana dan kapan, sulit untuk diprediksi karena tidak ada pemantauan besar tekanan dan regangan di sepanjang jalur tunjaman dan patahan di sekitar kita.

 

Apakah gempa besar akan terjadi lagi di Yogya? Setelah terjadi penyesuaian posisi yang menyebabkan gempa besar yang baru lalu itu, tingkat regangan akan jauh berkurang, sehingga semestinya tidak aka nada lagi bahaya gempa besar dalam waktu dekat. Menurut para ahli geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia, gempa besar di daerah Yogyakarta bersiklus kurang lebih 50 tahun.

 

Yang masih dan akan terjadi lagia dalah gempa susulan, tapi gempa susulan itu selalu lebih kecil dari gempa awal. Menurut IAGI Gempa Aceh yang berskala 7,9 Richter baru selesai gempa susulannya setelah 2-3 bulan. Gempa Yogyakarta berskala 5.9 Richter diperkirakan akan selesai gempa susulannya dalam waktu 1-1 ½ bulan setelah kejadian.

 

Lalu apa yang bisa dilakukan menghadapi gempa?

 

Gempa jelas tidak bisa dihindarkan. Sayangnya juga pengetahuan manusia sampai sekarang belum bisa meramalkan adanya gempa sehingga tidak ada peringatan bisa diberikan sebelum gempa terjadi.

 

Para ilmuwan biasanya hanya bisa mengumpulkan data gempa sepanjang sejarah di suatu daerah, lalu melakukan perhitungan statistik untuk mendapatkan frekuensi terjadinya gempa di daerah tersebut. Jadi mereka hanya akan bisa menyatakan misalnya bahwa di daerah A gempa berkekuatan 7 skala Richter terjadi setiap 200 tahun sekali. Angka ini pun bukan angka yang akurat.

 

Cara lain adalah dengan melakukan pengukuran regangan di batuan di sekitar sesar. Pengukuran ini lalu dibandingkan dengan kekuatan si batuan menahan tekanan. Kalau regangan sudah sampai pada titik kritis maka kemungkinan besar akan terjadi gempa. Sayangnya penelitian seperti ini sulit dan jarang sekali ada sesar yang datanya dimonitor secara lengkap dan teliti. Di dunia ini mungkin hanya sesar San Andreas yang bisa punya data lengkap semacam ini.

Jadi penduduk yang tinggal di daerah rawan gempa seperti kita tidak bisa mengharapkan peringatan dini melainkan harus selalu waspada sehingga saat gempa terjadi tidak terlalu banyak mengalami kerugian harta atau jiwa.

 

gambar 8. peta daerah bencana dan kerusakan yang dialami (UNOSAT)

 

 

Salah satu cara menyiapkan diri adalah dengan membangun bangunan tahan gempa. Peta Gambar 8 menunjukkan bahwa kerusakan lebih banyak terjadi di sebelah barat Sungai Opak. Mengapa?

 

Seperti terlihat di peta Gambar 6, ada perbedaan batuan penyusun daerah dataran rendah Bantul dan daerah dataran tinggi Wonosari. Batuan penyusun daerah perbukitan Wonosari keras, sedangkan batuan penyusun daerah dataran Bantul lunak, karena merupakan hasil endapan sungai dan banjir saja. Di daerah berbatuan lunak seperti ini getaran akibat gempa cenderung berlangsung lebih lama dan dengan amplitudo yang lebih besar, sehingga menyebabkan getaran permukaan yang lebih besar, sehingga gempa di daerah seperti ini akan lebih banyak membawa kerusakan. Jadi penduduk yang tinggal di daerah sekitar sungai di atas batuan yang berjenis batu pasir yang lepas-lepas harus lebih hati-hati dibanding mereka yang tinggal di atas batuan keras atau cadas.

 

Persiapan lain adalah dengan menyiapkan diri menghadapi gempa, mempelajari cara-cara menyelamatkan diri dan mengidentifikasi bagian-bagian paling aman dalam rumah yang bisa dijadikan tempat berlindung saat gempa. Yang penting juga adalah tidak melupakan catatan sejarah terjadinya gempa di suatu daerah.

 

Bahan bacaan lain:

1. http://pubs.usgs.gov/gip/earthq1/index.html Pengetahuan umum tentang gempa dari USGS

2. http://quake.ualr.edu/public/faq.htm Pengetahuan umum tentang gempa

3. http://www.iagi.or.id/ Website Ikatan Ahli Geologi Indonesia

4. http://rovicky.blogspot.com/ blog salah seorang ahli geologi Indonesia

5. http://www.iris.edu/seismon/ website monitoring gempa

 

 

pictures courtesy of:

1. http://earthquake.usgs.gov/learning/

2. http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page

3. http://news.bbc.co.uk/

4. http://www.tec.army.mil/Merapi/index.html

5. http://unosat.web.cern.ch/unosat/asp/prod_free.asp?id=21

 

 

 

Singapura 19 Juni 2006

 

 


Posted at 01:26 pm by koeniel

cheap moncler jackets
December 22, 2012   07:40 PM PST
 
i went to the same school as patrick. i remeber those girls from my school who wrote in. they were white trash...i always felt so bad for them.,679710,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
moncler outlet store
December 8, 2012   05:32 PM PST
 
I'm looking for a great quotes that i can use on my everyday task and duties. Lucky enough to drop by on your blog. Thanks.,730466,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
north face outlet
November 17, 2012   07:32 PM PST
 
well this blog is great i love reading your articles.,341992,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
chanel handbags uk
October 23, 2012   02:35 AM PDT
 
Hey man Very inspiring article. basicall,I am a .Net programmer. But earlier I I wanted to be a system programmer. But I could not succeeded in that field. When I read this article It inspire me about system programming. Please provide me good site where I could read such articles.,016931,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
nike max chaussure
September 24, 2012   01:39 PM PDT
 
When you are sad, Swarovski will cheer you. When you are happy, Swarovski will liven you. When you are lonely, Swarovski will accompany you. ,824442,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
abercrombie sale
September 19, 2012   05:23 PM PDT
 
http://www.abercrombieuk2013.co.uk/
http://abercrombieuk-sale.me.uk/
http://www.saleukabercrombie.co.uk/
http://www.hollisterukco.org.uk/
http://www.hollister2013.co.uk/
http://www.beatsbydrdre1.net/
http://www.outletbeatsbydre.net/
http://www.beats-bydre2013.com/
http://www.cheapoakleys2013.us/
http://www.cheapoakleysunglasses1.us/
http://www.topoutlets.co.uk/
timberland 2012
September 13, 2012   05:53 AM PDT
 
It does not follow that because we do not subsidize smoking, we should not regulate unhealthy activities. Costs and savings are not the only variable. The fact that obesity creates costs is merely an additional reason to regulate it, not the only one. The main reason is its danger to an individual. ,661496,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
oakley sunglasses uk
August 28, 2012   10:58 PM PDT
 
It does not follow that because we do not subsidize smoking, we should not regulate unhealthy activities. Costs and savings are not the only variable. The fact that obesity creates costs is merely an additional reason to regulate it, not the only one. The main reason is its danger to an individual. ,381033,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
nike air max chaussures
April 30, 2012   03:29 AM PDT
 
It's so nice to have you do all of the research for us. It makes our decision making so much easier!! Thanks.,772824,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
Moncler Danmark
April 22, 2012   09:59 PM PDT
 
Excellent post. It makes me realize the energy of words and pictures. I learn a lot, thank you! Wish you make a further progress in the future.,686714,http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
eka andalas
October 31, 2010   08:50 PM PDT
 
terima kasih buat infonya
dessy pratiwi
November 1, 2009   04:51 PM PST
 
kenapa tidak yang memberi tau itu, kalau menurut aku g ada yang bisa memberitahu tentang bencana terhadap <b><a href="http://indopedia.gunadarma.ac.id" rel="nofollow"> Alam </a></b>ini
naga
October 30, 2009   09:46 AM PDT
 
kwereeeeeeeeeeeeeeentttsss............
Wita Royyana
October 14, 2009   05:11 PM PDT
 
Makasi ya udah memberikan penjelasan sejelas-jelasnya deh pake gambar sgala, mudah2an sukses, dech
danar
September 4, 2009   02:58 AM PDT
 
Biasanya saya ogah berat baca tulisan yang panjang2. Tapi hari ini saya nekat baca. Dan gak percuma baca. Sangat informatif dan berguna.
Thanks. =)
jrenk
June 9, 2009   10:55 AM PDT
 
pr gue slesei uy......gue dpet ilme dari ne mbah,,,thank's,,,brat2,,,,,
wisnu
April 30, 2009   12:36 PM PDT
 
bisa tidak di perlihatkan bentuk peta dari inti benua di seluruh permukaan bumi???
bang emboy pagasta
April 10, 2009   04:43 PM PDT
 
iiih sieun, bisi katulah...!!!!!
paulus...
November 25, 2008   07:28 PM PST
 
ne bener2 membantu... swer... eh, kalu bs, bikin lebih lengkap lg tntng bumi nya yaw... tq bngt...
Hyde
November 18, 2008   02:50 PM PST
 
Wah makasih ya, tapi kapan2 gambarnya tambah lagi donk
Anca
September 7, 2008   10:48 AM PDT
 
Very Nice, Interesting...
kriwil89
July 29, 2008   08:51 PM PDT
 
two thumbs up!!
_geol_undip_07
ehir
May 14, 2008   12:47 PM PDT
 
gw tertarik dengan geologi. tapi apa aplikasi kita untuk masyarakat dari ilmu ini???
Dede
November 27, 2007   08:13 AM PST
 
kalo ciri-ciri khusus dari masing-masing sesar apa!
withpas
October 11, 2007   04:37 PM PDT
 
keren,,,,
artikel nie dah bantuin aku nylesein tugas geografi ttg lempeng benua...
makaciy yuw
kiky
August 6, 2007   10:36 PM PDT
 
alot
sylv
May 22, 2007   04:53 AM PDT
 
waow.. super komprehensif. keren :D
anaraina
May 12, 2007   11:21 AM PDT
 
waduh makasih banget atas informasinya, jadi saya dapat segera menyelesaikan tugas dari dosen saya neh. pokoknya ini merupka bahan yang bagus buat nyang suka ilmu kebumian dan antariksanya , thanx thanx so much
mabel
May 11, 2007   06:02 PM PDT
 
HERCOLUBUS ATAU PLANET MERAH
Bumi dalam keadaan bahaya!
http://indonesia.hercolubus.net

Anda seharusnya tahu kalau sebuah planet berukuran sangat besar mendekati Bumi. Dalam karya ini V.M. Rabolu akan menggambarkan secara detil suatu bencana yang akan dialami umat manusia dalam waktu yang singkat oleh pergerakan suatu benda berukuran raksasa, dan apa yang kita bisa perbuat untuk menghindarinya.

“Mari kita memperbincangkan tentang Hercolubus, planet merah, yang mana saat ini sedang mendekati Bumi. Ilmuwan, menurut beberapa versi, bahkan telah menimbangnya dan mengukur garis tengahnya, seolah-olah adalah suatu mainan anak, tetapi nyatanya tidak seperti itu. Hercolubus, atau planet merah, adalah lima atau enam kali lebih besar dari Jupiter. Ini merupakan raksasa sangat besar dan tidak ada yang dapat mengalihkannya”.

“Ada celah dalam yang sangat besar di dasar laut, yang mana telah berhubungan dangan api di bumi. Ini tiba secara langsung ke ekperimen atom yang dilaksanakan oleh ilmuwan dan kekuasaan-kekuasaan yang percaya bahwa diri mereka sendiri yang maha kuasa. Mereka belum mempertimbangkan konsekuensi kekejaman atau kekejian yang telah mereka lakukan, dan bahkan terus mereka lakukan, melawan planet maupun umat manusia”.

“Oleh karena celah pasang surut ombak ini, gempa Bumi dan berbagai hal lain yang mengerikan akan terjadi di air dan di atas daratan. Tidak ada kota pesisir yang tidak akan dihanyutkan dan daratan akan mulai karam ke dalam samudera karena poros Bumi mulai bergeser sebagai suatu hasil dari semua eksperimen yang dilaksanakan”.

“Posisi Bumi tidak pada posisi yang benar dan ini berkombinasi dengan guncangan, gempa bumi dan ombak pasang surut, akan menyebabkan pergeseran sepenuhnya dan penggelamannya akan mulai. Jangan pergi dan berpikir, pembacaku yang terhormat, bahwa planet akan karam mendadak. Ini adalah peristiwa yang lama, lambat dan…”.

“Pembacaku yang Terhormat: Aku berbicara sangat jelas sehingga anda dapat mengerti kebutuhan untuk memulai bekerja serius seperti seorang yang bekerja akan diselamatkan dari bahaya. Ini bukan untuk teori atau diskusi belaka. Sebagai gantinya, pengajaran yang benar yang saya berikan di buku ini perlu dialami. Tidak ada sesuatu lain yang bisa kita gunakan untuk menolong".

V.M.Rabolu



HERCOLUBUS, PLANET YANG MENDEKATI BUMI KITA

Untuk Ilmu Pengetahuan jaman sekarang ada pertanyaan-pertanyaan yang tak
ada jawabannya tentang mekanisme perbintangan. Salah satu dari
pertanyaaan itu ialah mengenai pendekatan Hercolubus, planet yang
disebut demikian oleh ilmu pengetahuan yang kuno dan yang mana pende-
katannya ke sistem tata surya kita bukan hanya kenyataan yang akan
segera terjadi, yang akan dilihat oleh semua orang, tetapi juga mengaki-
batkan guncangan-guncangan yang sangat besar di seluruh pelosok dunia.

Seperti bolak-balik kehidupan, semuanya kembali ke awalnya dan ke
akhirnya, larena sudah terjadi pendekatan Hercolubus sebelumnya yang
menghancurkan kebudayaan Atlantis. Fakta-fakta ini, yang dikenal baik
oleh semua manusia yang sepanjang sejarah memiliki Kesadaran yang
Menggugah, sudah diceritakan sebagaimana mestinya melalui semua
"Air Bah Universal" dari berbagai agama dan kebudayaan.

Sepangjang semua jaman, para penulis yang bermacam-macam telah berbicara
tentang fenomena kosmis seperti itu. Salah satu darinya, V.M. Rabolu,
adalah seorang manusia yang memiliki kepandaian dari Kesadaran yang
Menggugah yang mengijinkannya menyelidiki tentang pendekatan planet
tersebut itu. Inilah beberapa paragraf dari karyanya yang berjudul
"Hercolubus atau Planet Merah".


"Kalau Hercolubus datang semakin dekat dengan Bumi dan sejajar dengan
Matahari, wabah-wabah yang membawa maut akan mulai berkembang dan
menyebar di seluruh planet. Para dokter dan ilmu pengetahuan resmi tidak
mampu mengidentifikasi penhakit-penyakit ini atau menemukan cara
pneymbuhannya. Mereka tidk akan berdaya menghadapi wabah-wabah ini."

"Kemudian datang kejadian yang menyedihkan dan kegelapan : gemetaran,
gempa bumi dan gelombang tsunami. Manusia akan mengalami gangguan jiwa,
karena mereka tidak bisa makan atau tidur. Dalam menghadapi bahaya,
mereka akan pergi berbondong-bondong untuk melemparkan diri ke jurang
yang curam sebab mereka betul-betul gila."

"Apa yang saya nyatakan dalam buku ini adalah suatu ramalan yang akan
segera terjadi, karena saya tahu dan sangat yakin dengan akhir planet
kita. Saya tidak ingin menakutkan siapa pun, hanya memperingatkan
sebab saya merasa sangat cemas tentang Umat Manusaia yang lemah ini.
Peristiwa-peristiwa ini tidak akan menunggu dan tidak ada waktu lagi
untuk dihamburkan dengan hal-hal yang khayal."

Dalam buku ini V.M.Rabolu mengajarkan dengan jelas cara penghilangan
cacat atau kekurangan psikologis dan teknik proyeksi perbintangan
sebagai satu-satunya rumusan yang ada untuk menghindarkan diri dari
kataklisme yang akan datang Beliau mengkahiri dengan berkata :

"Pembaca yang terhormat, saya berbicara dengan sangat jelas supaya
anda mengerti keperluan yang ada unutk mulai bekerja dengan serius.
Karena ia yang sedang bekerja akan selamat dari bahaya. Ini tidak
berarti bahwa manusia harus mengembangkan teori-teori dan diskusi-
diskusi, tetapi sypaya mereka mengalami pengajaran yang murni yang
saya berikan di buku ini, karena tidak ada lagi jalan keluar"

Untuk mendapatkan informasi selanjutnya tentang buku "Hercolubus atau
Planet Merah", anda bisa menghubungi :

Penerbit Abdi Tandur

Jalan Kemiri Raya Nomor 68

Ciputat 15418-Banten INDONESIA

E-mail : dinastindo@yahoo.com

abi...
April 9, 2007   01:58 PM PDT
 
saya seorang mahasiswa geologi disalah satu universitas di bandung,saya sangat tertarik sekali tentang tektonika di indonesia...kalau boleh saya bertanya,bisakah bapak memberikan penjelasan mengenai benua mikro yang terdapat diindonesia dan apa hubunganya tentang kandungan SDM yang terdapat disekitar daerah tersebut.satu lagi yang ingin saya tanyakan mengenai batuan yang terdapat didaerah karangsambung yang katanya dulu merupakan batuan ciri laut dalam.
uline
April 6, 2007   07:19 AM PDT
 
kerrreeen....
Jadi tau deh apaaja penyebab gejala di bumi ini. Q jg tau besok mo ngomong apoaaja ma murid2 q. thanx ya..
lili
March 2, 2007   11:00 PM PST
 
Thanx ya mbak, Jadi aku kayak berasa jadi ahli batu akik juga...he.he..lengkap banget deh...

Mbak ke yogya kah?

Tambahan bencana alam, di sulawesi 3 desa kerendam banjir...nah kalo ygini karena hutan2 di sulawesi sudah banyak yg gundul, alah siapa???

Mampir2 ke tempatku yaa mbak?
panchai_dhew
January 21, 2007   09:42 AM PST
 
bener2 komplit banget...!!!!! makasih yach atas infonya!!!!
muliyana
December 21, 2006   11:40 AM PST
 
sangat menarik, kami di padang sekarang ini sudah diberi jalur2 evakuasi tsunami??
apakah itu berarti kami disini tidak aman lagi...
eka_ugi
August 17, 2006   06:33 PM PDT
 
anda tahukah memang bumi itu bulat....?
anang, yb
July 21, 2006   10:48 AM PDT
 
Hai,
Tulisannya lengkap banget...
Minta ijin untuk saya link ke blog www.JejakGeografer.com ye..
JaF
July 21, 2006   09:22 AM PDT
 
Wow.. great work mbak'e. Tulisannya juga nge pop banget. Kalau sudah ada ini, kelewatan deh kalo ada yang masih baca email2 nggak jelas itu..

Satu lagi: bisa nggak jelasin kabar yang mulai ramai di forward di email2 bahwa setiap fenomena gempa selalu diawali dengan adanya awan tegak lurus di langit yang disebabkan oleh medan magnit dari pergeseran bumi.. Udah pernah lihat emailnya, kan?
rahim-jogja
July 11, 2006   01:10 PM PDT
 
ada fenomena menarik ketika gempa di jogja... ketika gempa itu datang... orang2 panik bukan cuma karena gempa itu sendiri, tp juga isu tsunami,. mungkin masyarakt kita belum paham tentang keterkaitan gempa dan stunami sepertia apa...
penjelasan tentang keterkaitan lebih jelas mohon dijelaskan
rahim_unhas@yahoo.com
ameliadewi
June 27, 2006   02:38 PM PDT
 
wahh informatif banget! thanx ya mba...
pertanyaannya... bandung daerah batuan seperti apa???
was2 juga kalo gini kan?
sihombing ,Armada
June 24, 2006   12:19 PM PDT
 
salam hangat, ada 2 hal yg membuat saya tambah bingung.

1.Gempa tjadi karena pergerakan tiba-tiba batuan, akibat terlepasnya secara tiba-tiba regangan (strain).

Nah,yang ingin saya tanyakan. Apa yg menyebabkan hal itu terjadi ?
Apakah ada faktor lain selain faktor terlepasnya strain ?
Secara umum apakah faktor itu yg dominan menyebabkan terjadinya gempa ?

Mungkin biar lebih jelas saya narasikan sbb :
tangan saya gatal trus tiba-tiba saya menggaruk,
kenapa saya bisa menggaruk pasti ada beberapa hal yg menyebabkan gatal (seperti panu, digigit nyamuk, kepinding atau nenek lampir ,hihi )

maaf saya sangat awam ,
tapi saya ingin mengetahui lebih jauh ttg gempa,sesar, karst, dll

postingan selanjutnya ditunggu ya mbak. Sangat ilmiah,jelas dan dengan bahasa yg mudah dipahami

Terima hormatku kakak pertamaaa...
(hihi,,kebanyakan lihat Jet Li )
-tikabanget-
June 23, 2006   01:49 PM PDT
 
waahhh.. kereennn.. gw mo nulis banyak gini, udah pegel duluan.. :p
lantip
June 22, 2006   05:17 PM PDT
 
ulasan yang komplit! luar biasa! terimakasih. :)
Rovicky DP
June 20, 2006   12:05 PM PDT
 
Asyiik, ada kawan untuk menjelaskan gempa dan bencana ... great !

rovicky@gmail.com
IndraPr
June 19, 2006   03:46 PM PDT
 
Wah, memang beda penjelasan seorang ahli geologi. *ehem2* :)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON