click picture for more photos
Sampai saat ini semua prediksiku mengenai hasil pertandingan-pertandingan babak kedua putaran final Piala Dunia masih tepat. Jerman menang terhadap Swedia, Argentina mengalahkan Meksiko, Inggris menang atas Ekuador dan terakhir tadi pagi dini hari Portugal menang atas Belanda. Turut berduka cita wahai para suporter grup-grup yang kalah!
Seorang teman merasa sedih saat Korea Selatan kalah di babak awal putaran final, tidak bisa mengulang kesuksesannya 4 tahun lalu saat bertanding di kandang sendiri. Dia sedih karena tidak ada lagi wakil Asia di 16 besar dan seterusnya. Mungkin sebagai bangsa Asia harusnya aku berpikir begitu juga ya. Tapi sayangnya tidak ada satupun tim Asia yang menarik buatku untuk mengidentifikasikan diri. Tidak Korsel, tidak Jepang, tidak Iran, apalagi Arab Saudi. Biarlah dianggap pengkhianat rumpun Asia, aku tetap lebih suka sepak bola Eropa atau Amerika Latin. Tapi pasti akan lain halnya kalau Indonesia bisa masuk ke putaran final. Wah, pasti mati-matian kusuporteri! Kepingin juga rasanya melihat bendera Indonesia berkibar di stadion saat putaran final Piala Dunia dan lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di situ. Pasti aku akan mbrebes mili (menitikkan air mata).
Oke, kembali ke alam nyata. Pertandingan Jerman lawan Swedia kemarin tidak begitu kukuatirkan karena pikirku akan mudah dimenangkan oleh Jerman. Dan ternyata memang betul. Bagai tank Jerman menggilas Swedia 2-0.
Pertandingan Argentina lawan Meksiko-lah yang kutunggu-tunggu malam itu. Susah buatku mau membela yang mana. Dua-duanya Amerika Latin, dua-duanya aku suka. Tapi aku lebih berharap Argentina menang. Dan memang mereka yang menang. Menonton pertandingan ini juga menyenangkan sekali, temponya cepat, walaupun akhirnya melambat juga setelah sampai ke masa perpanjangan waktu. Dan gol penentu kemenangan Argentina oleh Rodriguez itu bagus sekali! Tapi aku juga kasihan pada pemain Meksiko Borgetti yang kelihatan melakukan gol bunuh diri. Walaupun gol itu akhirnya diputuskan dilakukan oleh pemain Argentina Crespo, sepertinya Borgetti ikut berperan. Setidaknya dari beberapa sudut tv yang kutonton, kelihatannya Borgetti yang menyebabkan bola melenting masuk ke gawangnya sendiri. Pasti dia akan dicaci maki di negaranya. Kasihan!
Pertandingan tadi malam antara Inggris dengan Ekuador berjalan lambat, mungkin karena cuacanya panas. Dan Beckham kelihatan sakit, tapi gol hasil tendangan bebasnya masih cantik. Betul-betul semodel Bend It Like Beckham. Seperti yang kuperkirakan, Inggris menang walaupun Ekuador sempat hampir membuat skor juga.
Nah, pertandingan tadi pagi yang betul-betul ramai. Temponya cepat. Sayangnya agak terlalu emosionil sampai ada pemain yang hampir berkelahi segala. Lalu juga terlalu ’main fisik’ sehingga kartu-kartu kuning dan kartu merah (akibat kena dua kali kartu kuning) berjatuhan bagai hujan – 16 kartu kuning dan 4 kartu merah diberikan oleh wasit. Walaupun bola lebih banyak dimainkan pemain Belanda, akhirnya Portugal yang menang. Kasihan juga Belanda, padahal Cocu sempat hampir membuat skor, hanya tendangannya melenting di tiang gawang.
Untuk sisa pertandingan di babak 16 besar ini harapanku hasilnya semoga seperti ini: Brazil menang dari Ghana dan Spanyol mengalahkan Perancis. Perancis betul-betul payah selama putaran awal. Jagoku jaman dulu ini sekarang keok betul. Gemas melihat hasil pertandingan mereka di putaran awal. Makanya aku jadi lebih suka melihat Spanyol menang. Tentang Italia lawan Australia, aku tidak begitu peduli siapa yang akan menang. Australia menunjukkan prestasi yang lumayan selama babak awal, sedang Italia tidak begitu cemerlang. Tapi karena punya lebih banyak pengalaman, kupikir sih Italia masih mungkin menang. Soal Swiss dan Ukraina, aku juga tidak punya preferensi, mestinya Swiss yang akan menang. Jadi di perempat final Italia akan bertemu Swiss dan Brazil akan bertemu Spanyol. Harapanku yang akan keluar sebagai pemenang adalah Italia dan Brazil.
Yang sudah pasti Portugal akan bertemu dengan Inggris. Di putaran final Piala Eropa 2004 lalu Portugal mengalahkan Inggris. Aku sih berharap Portugal akan menang, walaupun dengan Deco terkena kartu merah dan Ronaldo cedera, mereka bakalan repot memilih pemain. Lho kok, kenapa Portugal yang dibela? Sebenarnya memang aku lebih banyak berafiliasi dengan Inggris, setelah bertahun-tahun bekerja pada sebuah perusahaan minyak Inggris dan sekarang juga bekerja pada perusahaan konsultan dari Inggris. Aku sendiri pernah sekolah di sana dan suka sekali pada negara itu, yang sudah kuangap sebagai home away from home. Tapi entah kenapa, kalau menyangkut tim sepakbolanya, aku tidak pernah terlalu suka. Untung teman-teman Inggrisku tidak bisa bahasa Indonesia, jadi mereka tidak akan tahu ’pengkhianatan’ku ini :)
Antara Jerman dan Argentina? Tentu saja aku berharap Argentina yang menang! Walaupun ini bakalan susah lantaran Jerman main di rumah sendiri dengan dukungan penonton yang kuat. Juga mereka punya stamina tinggi dan selama ini bermain baik. Tapi Argentina punya taktik bagus dan pemain bagus. Semoga mereka yang menang.
Jadi idealnya menurut harapanku di pertandingan semi final akan berhadapan Argentina dengan Portugal dan Italia dengan Brazil. Lalu di final? Yah, final yang ideal menurutku adalah antara Argentina dan Brazil! Kalau bisa begini partai final nanti, siapapun di antara keduanya yang memenangkan piala, aku akan tetap senang.
Singapura, 26 Juni 2006