Saturday, August 05, 2006
Balada si Dengkul

Dengkul kananku ngadat lagi. Empat hari memakai sepasang kruk akhirnya aku masuk ke ruang operasi. Keluar dari situ kruk masih terpakai walaupun hanya satu. Dan aku masih harus berjalan seperti ayam sakit.

Ini kedua kalinya aku mengalami hal yang sama. Lutut tiba-tiba seperti terkunci dalam keadaan setengah tertekuk. Tidak bisa diluruskan, tidak bisa ditekuk lebih jauh. Kalau dipaksa.... auuuuwww....... sakit sekali. Akibatnya: tidak bisa jalan, harus digendong.

Kejadian pertama di Pakistan tahun 2003 saat lututku mengalami banyak beban karena tiba-tiba diajak beraktivitas tinggi untuk naik gunung, jogging, menari dan main golf. Kejadian kedua ya sekarang ini. Setelah dua hari beraktivitas keras menggotong dua tangki udara di punggung dan berenang 200 meter dengan perlengkapan SCUBA lengkap plus tangki ekstra, malamnya tiba-tiba dengkulku terkunci lagi. Sebelum itu, dan di antaranya sudah pernah ada beberapa trauma dan kejadian 'hampir terkunci' (baca 'Dengkulku Somplak').

Sekali lagi masuk ke ruang radiologi untuk difoto X-ray. Lalu masuk ke lorong MRI. Lalu kedua ortopedik yang merawatku menjejer-jejerkan dua set x-ray dari tahun 2003, satu set dari tahun 2005 dan satu set dari kejadian terbaru. mereka melihat bahwa di lutut kananku di antara tempurung dan tulang kering ada sesuatu. Di lutut kiri yang normal tidak ada apa-apa, hitam saja. Tapi di lutut kanan ada sesuatu.

Lalu gantian hasil MRI dijejer-jejer, dari tahun 2003, tahun 2005 dan yang terbaru. Mereka saling berpandangan, lalu menggelengkan kepala lalu memandangku dan berkata, "Well, this is quite a rare case. We've seen it before, but it is quite rare." Deg. Apa ya. "You see the white bits here?" Katanya sambil menunjuk hasil MRI. "This is what we call PVNS."  "I'm sorry? PV something?"  "Pigmented Villonodular Synovitis. It's a kind of tumour."  Gedubrak. Tumor? "Don't worry, PVNS is usually benign."  Tentu saja benign, tidak mungkin cancerous-lah. Wong benda itu sudah ada dari sejak tahun 2003, walaupun tidak terdeteksi, dan seandainya cancerous pasti sudah terdeteksi dari level darah putih yang meninggi atau sebagainya. Nyatanya selama ini hasil pemeriksaan kesehatanku oke saja.

Dokter-dokter muda itu meneruskan bahwa PVNS adalah sejenis tumor yang tumbuh dari lapisan luar sendi di lututku. Pigmented, karena warnanya kuning kecoklatan, Villonodular karena tumbuhnya seperti nodul-nodul dan Synovitis, karena yang tumbuh adalah synovial tissue, yaitu bagian luar dari sendi, yang biasanya mengeluarkan cairan pelumas untuk memuluskan pergerakan antar tulang dan sendi. Kok bisa tumbuh? Belum diketahui penyebabnya. PVNS lumayan jarang terjadi, biasanya menyerang orang berumur 20-45 tahun. Kebanyakan lelaki. PVNS tidak malignant seperti kanker, artinya tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain. Tapi dia termasuk tumor agresif, karena kalau dibiarkan membesar bisa 'memakan' persendian dan 'menginvasi' tulang lain.

Setelah meraba-raba dengkulku si ortopedik menggelengkan kepala lagi lalu berkata bahwa si tumor bandel ini harus diangkat. Apalagi karena sebagian sudah tumbuh jauh ke bawah, ke bagian atas tulang keringku. Dia menunjuk ke benjolan yang memang sudah sejak lama ada di bawah dengkulku.

Jadi si tumor PVNS bandel inilah si culprit yang menyebabkan aku sering cedera lutut. Karena dia 'mengganjal' di sendi antara lutut dan tulang kering, selama ini beban tubuh tidak jatuh di tempat-tempat semestinya. Makanya si dengkul ini sering cedera.

Jadi begitulah. Si tumor harus diangkat. Operasi dijadwalkan hari Kamis sore. Paginya aku masih melompat-lompat seperti kelinci sakit di kantor. Lalu sore hari minta ijin pulang cepat dan langsung naik taksi ke Rumah Sakit Gleneagles. Setelah mendaftar aku diantar ke kamar. Tidak lama kemudian seorang perawat masuk menyuruhku memakai baju operasi seperti jubah yang terbuka di belakang. Lalu aku didorong ke ruang operasi. Di situ dokter ahli anestesi mengajakku ngobrol dan tiba-tiba aku tidak ingat apa-apa lagi. Saat bangun kukira dokter baru akan melakukan operasi, tapi ternyata tidak - arthroscopy sudah dilakukan.

Teknologi masa kini sudah memungkinkan dokter melakukan operasi lutut tanpa harus membuka seluruh bagian. Dengan arthroscopy dokter memasukkan sejenis teleskop fiber optic ke dalam lutut kananku dan mencari-cari si PVNS. Dari satu lubang lain di sisi lain si lutut dimasukkannya alat untuk menghancurkan si PVNS. Begitu ketemu dihancurkannya si PVNS dan ditariknya keluar. begitu seterusnya dia mencari-cari tumor coklat-kuning itu dan menghancurkannya sampai bagian dalam lututku terlihat bersih - berwarna putih sendi dan pink otot, seperti terlihat dari foto-foto yang ditunjukkannya padaku.

Jadi sekarang seharusnya dengkulku sudah tidak bermasalah lagi. Tinggal menunggu bekas operasi sembuh. Setelahnya aku akan bisa berjalan normal dan menempatkan beban tubuh di tempat-tempat yang seharusnya. Dan tidak akan gampang cedera lagi. Kita lihat saja!

Singapura 4 Agustus 2006

 

Tentang PVNS:

http://familydoctor.org/469.xml

http://www.childrenshospital.org/az/Site1074/mainpageS1074P0.html

http://www.wheelessonline.com/ortho/pigmented_villonodular_synovitis

http://www.kneeandshoulder.md/pvns_01.html

http://www.aafp.org/afp/991001ap/1404.html

http://www.stoneclinic.com/PVNS.htm

 


 


Posted at 10:08 am by koeniel

Ayu
July 1, 2010   02:58 PM PDT
 
Hi mba..salam kenal,
aq baru aja operasi dengkul juga,kata dokter sih PVNS..
lututku disobek lmyn panjang..
skrg lagi terapi karna baru bisa ditekuk 95 derajat..

dengkul mbak gmn skrg?apa sudah tidak pernah sakit lagi?
lili
March 2, 2007   10:52 PM PST
 
Mbaaaak, duh kangen...waa akhirnya di operasi juga yaa. Untungnya mbak Nila pas di Singapore, coba kalo masih di Indo...cara operasi yg modern gituh udah ada belum yaa?..hi..hi..
semoga lekas sembuh yaa.
Padahal aku minggu lalau ke Singapore 10 hari, tapi karena sibuk ngurusin mertua aku operasi juga di Singaopre National Eyes Centre, jadi lupa deh ...
Insya Allah bisa ke sana lagi, kali ini mau dong HP-mu di sana, jadi bisa ta' kontak.
zuki
September 8, 2006   12:37 PM PDT
 
wah baru baca ... udah sehat ya? turut berdoa semoga bisa lekas naik gunung lagi ... :)
Since
September 5, 2006   11:27 PM PDT
 
Telat nih mbacanya.
Gimana dengkulmu sekarang? Udah aman?
Zee
August 13, 2006   08:26 PM PDT
 
Wah mbak, udah lega ya... Atau waktu keluar hasil diagnosa mbak biasa2 aja? Kalo gw sih pasti udah deg2an, hehe...
Dodol Surodol
August 6, 2006   07:06 PM PDT
 
Semoga lekas berjalan normal dan menempatkan beban tubuh di tempat-tempat yang seharusnya :)
Qee
August 5, 2006   11:59 AM PDT
 
Haiihhh...ga kebayang kalo itu terjadi padaku mba, apalagi namanya operasi. Phobiaku bakal kambul and ga bisa bangun lagi. Gubrakss....
Terus gimana reaksi Ibu di Jkt?
Qee
August 5, 2006   11:59 AM PDT
 
Haiihhh...ga kebayang kalo itu terjadi padaku mba, apalagi namanya operasi. Phobiaku bakal kambul and ga bisa bangun lagi. Gubrakss....
Terus gimana reaksi Ibu di Jkt?
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON