Tuesday, March 02, 2004
Plesiran Tempo Doeloe

Hari Minggu kemarin adalah kali kedua aku mengikuti Plesiran Tempo Doeloe di seputaran tempat-tempat bersejarah Jakarta, yang diadakan oleh teman-teman Sahabat Museum. Satu hal yang membuatku sempat terhenyak - ternyata kota kelahiranku ini, yang sepintas kelihatannya hanya penuh dengan mall ini, punya banyak potensi untuk menjadi tempat turisme sejarah!

Dari dulu aku memang suka berjalan-jalan 'mblusuk-mblusuk' di tempat-tempat bersejarah. Ketika teman-teman sibuk berbelanja barang-barang bermerek harga murah, aku lebih suka menyisiri jalan-jalan kota kecil Malaka di pantai barat Semenanjung Malaya dan Georgetown di Pulau Penang, atau Chinatown dan Little India di Singapura, untuk melihat perpaduan budaya Cina, Muslim, Hindu dan Eropa. Untuk memotret orang-orang yang bersembahyang di kelenteng, gedung-gedung tua bergaya kolonial, meriam-meriam tua, gereja, mesjid dan makam-makam Muslim tua. Memotret sembari menyusuri kastil dan jalan-jalan di kota-kota tua di Eropa juga sangat menyenangkan - karena di situ rasanya tokoh-tokoh dari novel-novel sejarah yang kubaca jadi seperti berlompatan keluar dari halaman-halaman buku dan berlakon langsung di depan mata.

Tapi, di negeri lahir sendiri ternyata itu tidak sering kulakukan! Selain tempat-tempat bersejarah yang high-profile seperti Prambanan, Borobudur dan Istana Ratu Boko, atau istana-istana di Yogya dan Solo, rasanya aku belum pernah melakukan turisme sejarah di negeri sendiri. Maka acara Plesiran Tempoe Doeloe di hari Minggu terakhir bulan Januari dan Februari kemarin jadi terasa menyegarkan - menambah pengetahuan. Sepulang plesiran kubeli buku Adolf Heuken, The Historical Sights of Jakarta. Tulisan Romo Heuken tentang betapa warga Jakarta tidak ingin mengenal kampung dan sejarahnya jadi terasa menyindir sekali. Maka berniatlah aku belajar tentang kota lahirku ini.

Dalam buku tersebut disebutkan bahwa Jakarta memang tidak setua Beijing (+/- 300 BC), Hanoi (8M) atau Kyoto (794),tapi masih lebih tua dari ibu kota-ibu kota lain di sekitarnya seperti Bangkok (1796), Sidney (1788), Kuala Lumpur (awal abad 19) atau Singapura (1819). Menurut Heuken Jakarta tidak punya pamandangan menakjubkan seperti Hongkong, juga tidak punya istana-istana dengan patung emas seperti Bangkok, tidak punya daerah-daerah hijau di tengah kota seperti Singapura, atau keteraturan dan kehijauan seperti Kuala Lumpur, tetapi Jakarta adalah kota tua yang punya jejak sejarah, yang bila dilestarikan bisa menjadikannya kota istimewa, bukan sekedar kota modern yang hiruk pikuk dengan jejak kehidupan modern.

Dalam bayanganku, bila pemerintah, masyarakat pariwisata dan kita semua serius menyadari bahwa jejak sejarah jangan sampai terhapus, maka Jakarta bisa serius menjual pariwisata sejarah, pariwisata kota, seperti Malaka atau Georgetown. Memang mungkin secara perhitungan ekonomi hasilnya kecil dibanding apabila bangunan-bangunan tua dirombak dan diganti dengan pusat perbelanjaan, tetapi apakah kita ingin menjadi bangsa yang tidak berakar? Bila tidak ada keterikatan sejarah, maka tidak ada keterikatan emosional. Bia tidak ada keterikatan emosional, maka tidak ada cinta untuk Jakarta dari penduduknya, begitu kata Sarwono Kusumaatmaja.

Plesiran Tempo Doeloe naar Passer Baroe di bulan Januari mengajak kami selama satu jam menyusuri Pasar Baru, melihat bangunan-bangunan tua bergaya Cina dan Eropa art deco yang masih tersisa, mendengar cerita tentang pengusaha Tio Tek Hong yang jejak-jejaknya masih tersisa di Pasar Baru. Kami berkesempatan memotret Gedung Pos, Gedung Kesenian Jakarta yang punya sejarah panjang, juga sekolah Ursulin (yang adalah sekolahku dulu :P...). Kami juga disuguhi film pendek yang menggambarkan situasi kota Batavia di awal abad 20, yang sudah memiliki 'busway' versi jaman dulu - yaitu trem.

Hari Minggu kemarin Plesiran Tempo Doeloe naar Chineesche Kamp mengajak kami mengitari daerah sekitar Glodok, yang konon namanya berasal dari pelafalan lidah Cina terhadap bunyi air "grojok... grojok... grojok." Kami diajak menyusuri gang-gang sempit yang menyembunyikan keindahan Klenteng Kim Tek Ie dan Toa Sai Bio, yang tidak kalah menarik dari klenteng-klenteng di Malaka. Kami juga disuguhi pemandangan menarik sebuah gereja Katolik dengan bangunan kuno bergaya Cina, lengkap dengan inskripsi di bubungan atap. Lalu kami mampir pula di gedung SMA Negri 19, yang punya sejarah panjang. Sungguh perjalanan yang menarik untuk mencari obyek fotografi.

Menyusuri jalan-jalan di sekitarnya yang masih ditaburi di sana-sini dengan bangunan-bangunan bergaya Cina yang tua dan sayangnya banyak tidak terawat, aku jadi bisa membayangkan maraknya perdagangan dan hiruk-pikuk kehidupan kampung ini di masa lalu. Apalagi ditambah setelah itu memandangi foto-foto dan lukisan tentang daerah tersebut dari buku Heuken. Sepulang jalan-jalan, berputar-putarlah aku dengan mobil di daerah sekitar kota, menikmati detil bangunan bergaya Cina yang punya sentuhan art deco juga, diselingi gedung-gedung peninggalan pemerintahan kolonial. Betapa sesungguhnya daerah ini bisa jadi tujuan wisata yang unik dan menarik - jika didandani dan dirawat!

Begitulah, dengan acara jalan-jalan Minggu pagi yang mengalirkan banyak keringat ini maka aku jadi sedikit mengenal warisan sejarah Jakarta, dan jadi menghargai mereka-mereka yang berjuang melestarikan gedung-gedung tua warisan sejarah, tanpa banyak bantuan dari pemerintah maupun masyarakat. Aku juga jadi sangat menghargai teman-teman dari Sahabat Museum yang dengan semangat sukarelawannya sudah berkiprah dalam proses mengangkat Jakarta menjadi kota yang punya jati diri.

Jakarta, Selasa 2 Maret 2004


Posted at 08:00 pm by koeniel

abraham
January 12, 2007   12:18 AM PST
 
hmm menarik sekali perjalanan plesiran tempoe doeloe anda.
saya seorang mahasiswa arsitektur dan tertarik dengan klenteng di glodok. Bisa mohon petunjuk lokasi persis dari Kim Tek Ie dan Toa Sai Bio?
trims
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON