Wednesday, January 03, 2007
Potongan

 

Mendengar cerita-cerita ibuku tentang 'kesejahteraan' pegawai negri sepertinya hatiku jadi trenyuh campur kesal. Trenyuh membayangkan betapa sedikitnya penghasilan guru PNS macam ibuku dan kesal mendengar kisah potongan-potongan yang dikenakan pada penghasilan itu. Potongan-potongan tidak resmi tentunya.

Uang tunjangan beras yang dihitung 6000 rupiah perbulan untuk setiap anggota keluarga misalnya. Ibuku seharusnya mendapat jatah 18000 perbulan (untuk beliau, bapakku dan adikku lelaki yang  masih kuliah), tapi seringkali hanya diberi 15000. Lho, yang 3000 kemana bu? Sambil tertawa beliau menjawab, "Ya untuk petugasnya." Lho, emangnya resmi? Ibuku hanya tertawa, "Ah, kok kayak nggak tau aja. Ya nggak resmi. Tapi nggak ngaruh. Nyatanya toh kita nggak bisa apa-apa. Katanya sih bagi-bagi rejeki." Lho, bagi-bagi rejeki kok maksa. Bagi-bagi rejeki itu kalo ibu dan teman-teman pake uang itu di pasar atau warung untuk beli beras atau sayur. Itu bagi-bagi rejeki. Ibu tertawa lagi tanpa berkomentar.

Padahal ongkos untuk naik kendaraan mengambil uang tunjangan itu di kantor walikota bisa 10000 rupiah.
"Lho rugi dong bu."
"Iya makanya dulu pernah ibu coba ambil 3 bulan sekali. Eh katanya yang bulan pertama sudah hangus karena dua bulan tidak diambil."
"Hangus?"
"Iya hangus," katanya.
"Ada buktinya?"
Beliau tertawa lagi, "Ah nduk ya mana ada sih bukti-bukti begituan."

Lalu diceritakannya bahwa akhirnya para guru di sekolahnya bersepakat untuk menunjuk seseorang untuk mengambilkan tunjangan beras seluruh guru di situ sekaligus. Si pengambil membawa surat-surat kuasa. Lalu si petugas bertanya, "Mana meterainya?"  Lho, cuma 18000 sampai 24000 kok pakai meterai. "Tiap surat kuasa harus pakai meterai!" bentak si petugas, sembari menempelkan meterai ke surat kuasa. Lalu uang yang diberikan dipotong 6000 rupiah per surat kuasa. Tapi menurut pengantri yang ada di belakang teman ibuku itu, ternyata meterai-meterai tadi lalu dicopoti dan dipakai untuk surat-surat kuasa dari pengantri-pengantri berikutnya. Alasannya? Kehabisan dan tidak sempat beli di luar. Lho jadi dengan modal beberapa meterai mereka bisa memunguti banyak uang dari banyak surat kuasa!

"Nggak bisa menang kan?" kata ibuku.
Melihatku melongo karena bingung kok bisa para petugas itu terang-terangan korupsi ibuku tertawa. "Ah biasa. Udah tau-sama taulah. Petugasnya memang udah nggak punya malu."

Pernah suatu ketika beliau bersama beberapa guru lain mengantri untuk mengambilkan sebuah tunjangan untuk teman-teman mereka (entah tunjangan apa, "Banyak nduk tunjangan, kecil-kecil. Macam-macam namanya. Aneh-aneh juga. Mungkin lebih gampang korupsinya kalo kecil-kecil gitu," Kata beliau). Lalu si petugas memotong tunjangan seseorang dari 62000 rupiah jadi 54000 rupiah. Teman ibuku, sebut aja Ibu Hartini, bertanya, mengapa tunjangan rekannya itu dipotong tanpa ada keterangan jelas. Tidak ada jawaban, hanya pandangan dingin. Karena kesal beliau lalu berseru keras, "Tolong disaksikan ya, bukan saya yang menyunat tunjangan Ibu Linda lho ya. Memang sudah dipotong sama petugasnya dari sini tanpa bukti lho ya." Seluruh ruangan bersemangat menjawab, "Iyaaaaa.. disaksikaaaan..." Tapi si petugas tetap cuek, seolah tidak bersalah.....

Benar-benar tidak bisa berkata-kata, aku cuma melongo memandangi ibu. Kok begitu parahnya. Sama sekali tidak ada rasa malu atau rasa bersalah. Ibuku tertawa tanpa berkata apa-apa lagi. Pandangannya seolah menyatakan bahwa aku ini sudah terlalu lama hidup di awan, lupa pada bobroknya keadaan di negeri ini.

Sebetulnya penghasilan ibuku akhir-akhir ini tidak kecil-kecil amat. Dengan bangga beliau bercerita tentang gaji dan tunjangan-tunjangannya yang beberapa bulan terakhir ini jadi 1,7 juta perbulan, bahkan setelah disunat sana-sini. Tapi ibuku adalah pegawai negeri golongan
IV A, cukup tinggi, dan beliau sudah mengajar selama 28 tahun. Sebegitu lamanya mengajar, hanya segitu?
"Lho ini sudah naik banyak lho, tadinya cuma 1 juta. Baru-baru ini aja banyak tunjangan ini itu. Katanya sih dari gubernur DKI. Kok baik bener. Ada maunya kali."

Padahal biaya hidup di Jakarta kan tinggi sekali. "Lha iya." Kata beliau lagi. "Makanya teman-temanku harus suami-istri dua-duanya kerja, lalu masih harus sambi kanan-kiri, ngasi leslah, terima jahitanlah. Kalo nggak ya nggak bisa nyekolahin anak."

Ironis sekali. Guru bisa hampir tidak kuat menyekolahkan anak. Katanya pendidikan gratis, bu? Beliau tertawa sambil terus mengaduk wajan yang penuh sambal goreng ati  kesukaanku. Lama kami diam. Aku masih menjogrok dipojokan dapur dikelilingi bumbu-bumbu untuk membuat rendang. Beliau mau membuat rendang juga untuk kubawa ke Singapura. Lumayan bisa makan enak beberapa hari.

Lalu tiba-tiba ibu berkata lagi, "Makanya ibu bersyukur, kita ini hidup cukup. Bapakmu kerja gajinya cukup, kalian semua bisa sekolah tinggi, kamu kerja gaji besar. Kita bisa hidup cukup. Jauh lebih baik dari teman-teman sekerjaku atau tetangga-tetangga kita. Makanya ibu ya nggak ribut dengan potongan-potongan itu. Dan ibu berusaha banyak
membantu tetangga. Hidup mereka susah. Sudah penghasilan kecil masih dipotong sana-sini. Nggak bisa protes, nggak bisa marah. Nrimo aja. Kalo bukan kita yang bantu, siapa lagi."

Begitulah di negaraku yang konon gemah ripah loh jinawi ini masyarakatnya memang hanya bisa saling bertumpu di antara mereka sendiri, tanpa banyak bisa berharap dari mana-mana. Berjuang menyusuri hidup, memberikan bekal pada anak-anak mereka, berharap mereka bisa lepas dari lingkar kemiskinan. Aku jadi terjatuh dari awan, tersungkur
menjejak bumi lagi.

 


Posted at 11:14 am by koeniel

cupi
January 19, 2007   11:39 AM PST
 
sama nasibnya seperti ibu bapak saya, menjadi guru sd di kampung, potongan sana sini tapi mereka tetep senang dan menjalani hidup dengan apa adanya .. salam kenal ..
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON