Thursday, March 18, 2004
Dari Dasar Kolam

tentang kesadaran & kendali diri

Tulisan ini memang oleh-oleh dari dasar kolam. Tepatnya dasar kolam renang Cilandak Sport Centre, di belakang Citos, tempat hura-hura favoritku. Memang benar-benar dari dasar kolam, bukan dari permukaan atau pinggirannya. Yaitu dari pengalaman menelusuri sudut-sudut dan dasar kolam seperti ikan selama 4 jam. Walaupun, oleh-oleh sebenarnya baru terbentuk setelah kemudian aku duduk melamun di tepinya sambil menikmati malam dan menyeruput teh panas. Ya, lamunan ini lahir setelah pengalaman pertama berlatih 'SCUBA diving' alias menyelam di dasar kolam. Ada dua hal yang buatku sangat mengesan, yaitu - perubahan total dan kesadaran, serta takut dan kendali diri.

Perubahan total, betul-betul perubahan totallah yang kualami pada latihan pertama itu. Aku harus mengubah total kebiasaan bernafas - menarik dan menghembus udara - melalui hidung, menjadi bernafas melalui mulut. Ah gampang, kata temanku yang jago berenang tapi belum pernah menyelam. Tapi tidak buatku. Karena mengubah kebiasaan tidaklah mudah. Manusia itu harus diakui banyak bergantung pada 'habit', kebiasaan.

Dan mengubah kebiasaan tidaklah mudah, apa lagi kebiasaan yang sudah menyangkut refleks mempertahankan hidup. Tanpa bernafas manusia akan mati, maka daya pertahanan hidup menggariskan bahwa otak kita pasti memerintahkan otot-otot dan peralatan nafas kita untuk selalu melakukan kegiatan itu, tanpa perlu diperintah oleh kesadaran. Maka secara refleks nafas dilakukan, dan karena kita hidup merenangi udara, maka bernafas dilakukan melalui hidung. Tidak mudah mengubahnya menjadi kegiatan bernafas melalui mulut. Apalagi karena di dalam kegiatan menyelam masih diperlukan kegiatan meniupkan udara melalui hidung - tapi menyedot udara melalui hidung tetap terlarang, karena airlah yang bisa tersedot hhkkk.... srkkk.......uhuk...uhuk...

Maka untuk itu betul-betul kesadaranlah yang jadi salah satu senjata utama selama menelusuri dasar kolam. Selama berjam-jam merambahi dasar kolam, kesadaran jadi kunci. Pikiran harus tetap fokus. Lamunan terlarang untuk datang. Khayalan yang biasanya memenuhi hari-hariku harus ditinggal terkunci rapat di balik gudang otak. Sadar. Atur nafas. Tarik, buang, tarik, buang, tarik, buang. Semua melalui mulut. Ketika alat nafas - saluran udara penyambung nyawa itu - harus dilepas di bawah air, juga kesadaran yang diperlukan. Fokus, buang nafas pelan-pelan melalui mulut. Cari alat nafas yang copot tadi. Pasang lagi, tiup melalui mulut. Tarik nafas melalui mulut. Mulut. Mulut. Mulut. Ketika masker berembun tarik sedikit bagian atas, biarkan air masuk memenuhi masker lalu tekan bagian atas lalu tiup udara keras-keras melalui hidung supaya air keluar. Tiup keras. Tapi INGAT, setelah itu tarik nafas melalui mulut. MULUT. Bukan hidung. Konsentrasi. Fokus. Konsentrasi. Mulut. Tarik, tiup. Mulut. Tarik, tiup. Fokus.

Dalam kehidupan sehari-hari aku adalah orang yang sangat pelupa. Sudah sering aku dikritik - kurang konsentrasi! Kurang kesadaran. Memang harus kuakui, aku terlalu banyak melamun. Membiarkan otak melayang-layang terbawa mimpi atau arus pikiran. Akibatnya telepon genggam tertinggal, kacamata hilang, dompet tertinggal. Aku juga manusia yang sangat tergantung kebiasaaan, yang menggantikan kesadaran untuk mengarahkanku selama pikiranku melayang. Sehari-hari membawa mobil ke dan dari kantor melalui jalur yang selalu sama, sehingga kadang ketika hendak melakukan hal yang lain - semisal harus mampir berbelanja di Carrefour - karena melamun, jadi belokan yang harusnya diambil sudah terlewati. Grrrhhhh....... Salahku sendiri.

Maka latihan menyelam jadi terapi yang baik juga untukku. Karena selama 4 jam aku berlatih tanpa kehilangan kesadaran pikiran, selalu konsentrasi, fokus pada berbagai kegiatan rumit yang harus dilakukan demi keselamatan di bawah air. Nafas melalui mulut, tarik, tiup, tarik, tiup. Kuping sakit, auw, maka lakukan 'equalisation' alias penyeimbangan tekanan antara rongga-rongga di kepala dengan tekanan air. Sambil jangan lupa tarik, tiup lewat mulut. Masker berembun. Bersihkan, tiup udara lewat hidung tapi tarik nafas lewat mulut. Cek kawan. Cek kedalaman. Cek tekanan gas. Nafas lewat mulut, tarik-tiup. Menabrak dasar kolam auch.... Kembungkan pelampung sedikit. Jaga supaya badan tidak langsung melesat ke permukaan. Tenang. Tarik-tiup.... Terapi yang baik, terapi kesadaran.

Senjata utama yang lain yang diperlukan ketika menyelam adalah kendali diri. 'SCUBA diving' bukanlah sekedar 'snorkeling' yang sudah biasa aku lakukan. Ketika ber-snorkeling kalau kita kesulitan bernafas yang perlu dilakukan adalah menyembulkan kepala ke permukaan maka udara yang bersahabatlah yang dijumpai. Tapi saat menyelam tidak akan ada lagi kemewahan itu. Udara hanya akan datang dari tabung bertekanan di pundak, melalui selang nafas. Selang nafas bisa tersenggol dan terlepas. Masker dan hidung bisa penuh terisi air. Dan air yang berkerapatan jauh lebih besar dari udara mengantar gelombang suara lebih cepat, sehingga suara terdengar keras, aneh dan tidak tentu arah. Air dengan kerapatan tinggi juga membuat pandangan terdistorsi. Benda-benda jadi lebih besar, jadi lebih dekat. Teman yang terlihat bisa diraih ternyata masih jauh. Semua begitu berbeda dan menakutkan. Membuat takut. Panik. Tapi takut dan panik adalah musuh terutama. Maka, aku berlatih untuk tenang. Mengandalikan diri dan pikiran. Berhenti untuk tenang, bernafas. Berpikir. Jangan terbawa panik. Tenang. Ini adalah terapi yang bagus untukku yang sangat emosional ini. Yang gampang panik, marah dan bersumpah serapah, ketika menyetir misalnya. Berhenti, bernafas, tenang, berpikir. Terapi bagus.

Maka, selain memenuhi nafsu berpetualangku, maka latihan menyelam ini juga sebetulnya memberikan dua terapi bagus - melatih kesadaran dan kendali diri. Berguna buat hidupku sehari-hari. Setelah berhasil mengendalikan rasa takut dan berkonsentrasi penuh selama 4 jam, dari pinggir kolam aku tersenyum. Mengingat sulitnya berenang di dasar kolam. Mengembungkan dan mengempiskan pelampung, menjaga supaya tidak terantuk dasar, tapi juga tidak melesat ke permukaan. Atau supaya tidak terguling ketika membelok. Menjaga keseimbangan dan arah. Aku jadi bisa mengapresiasi sulitnya Harry Potter dan Ron Weasley belajar terbang di sapu terbang :) Dan ternyata menjadi Deni Manusia Ikan atau si Mark Harris the Man from Atlantis tidaklah mudah........

Cilandak, Kamis 18 Maret 2004


Posted at 06:00 pm by koeniel

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON