Sunday, May 13, 2007
Di Tanah Kering Bebatuan

Ini bukan dongeng Indonesia, tapi yang teringat di kepala sepanjang perjalanan ini malah sebait lagu Indonesia, tepatnya lagu Ebiet G. Ade:

 

".....Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
hati tergetar menatap kering rerumputan
perjalanan ini seperti jadi saksi
gembala kecil menangis sedih....."

 

Kalau ditanya kota Dehradun itu seperti apa, jawabannya kira-kira seperti daerah pasar Jatinegara tapi gede banget. Sebetulnya Dehradun tidak sebesar dan sepadat Jakarta. Dehradun, ibu kota negara bagian Uttarakhand yang baru dibentuk 7 tahun yang lalu, hanyalah sebuah kota kecil, kalau dibanding dengan kota-kota lain di India yang besar-besar seperti Mumbai, Kolkatta, Delhi, Chennai, Hyderabad dsb. Letaknya di lembah di kaki Himalaya, 240km di utara New Delhi, pada ketinggian 640m di atas muka laut. Walaupun tidak sepadat Jakarta dan masih punya daerah pinggiran dan pedesaan yang cukup luas, Dehradun terasa seperti pasar Jatinegara yang besar karena kekumuhannya.

 

Sebetulnya kota ini terkenal sebagai kota dengan banyak sekolah bagus. Salah satunya adalah The Doon School, sekolah berasrama semodel pendidikan Inggris, tempat banyak politisi dan pembesar India bersekolah, termasuk Rajiv dan Sanjay Gandhi. Juga banyak sekali institut dan berbagai pusat penelitian di sini, termasuk sebuah kompleks militer, atau disebut cantonment, yang rapi, bersih dan cukup rimbun. Tapi entah kenapa kotanya tetap terlihat sangat kumuh.

 

Salah satu penyebabnya jelas iklim dan cuaca. India adalah sebuah subkontinen yang besar dan Dehradun letaknya tersembunyi di kaki pegunungan Himalaya, jauh dari laut. Kota kecil tetangganya, Mussoorie letaknya jauh lebih tinggi jadi masih dingin dan basah. Tidak Dehradun, iklimnya sangat kering. Hujan datang 2-3 bulan dalam setahun dalam jumlah cukup besar, tapi sisanya kering kerontang. Kalau bukan karena sungai-sungai yang bersumber dari lelehan salju dari Himalaya daerah ini bakal tidak bisa ditempati. Suhu bisa sampai 38 derajat Celcius. Sehari-hari panas terik membakar tanah coklat berdebu. Rumah, jalan, kendaraan, pakaian, wajah, semua coklat penuh debu.

 

Selain iklim, Dehradun jadi kumuh karena penduduknya. Sebetulnya di mana-mana di India kelihatannya masalahnya sama. Dehradun cuma salah satu potret kecil. Dengan populasi 1,1 milyar, sebagian besar tinggal di pedesaan di daerah gurun dan semi gurun, dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, dengan tingkat buta huruf yang tinggi, India punya banyak masalah kekumuhan. Ternyata tingkat kemiskinan dan melek huruf di India lebih buruk dari di Indonesia! Padahal India punya bilyuner terbanyak di Asia dan pasar, toko, pusat-pusat bisnis kelihatan ramai. Ekonomi jelas bergerak. Tapi tidak semuanya, kerna banyak yang ketinggalan.

 

 

Satu yang kelihatannya jadi masalah besar di India adalah masalah kasta. Dari hari ke hari di koran selalu saja ada artikel, tulisan, laporan dan liputan tentang masalah kasta. Tapi sepertinya masalah itu begitu ruwet, mendarah daging dan tidak berakhir. Ini masalah yang menurut banyak tulisan harus diatasi karena efeknya buruk sekali memelihara kemiskinan tapi terlalu ruwet untuk diatasi dengan mudah. Sudah mendarah daging, karena sebenarnya kasta bukan hanya berlaku di masyarakat Hindu, tapi juga masih terasa di masyarakat Muslim dan Kristen di sana. Seorang pastor Indonesia yang pernah bertugas di India bercerita bahwa umat Gereja Katolik di salah satu paroki di India pernah protes karena pastor kepala parokinya diganti oleh seorang pastor dari kaum Dalit, alias kaum 'tak tersentuh', yang terendah dari semua kasta yang ada. Padahal umatnya dari kasta-kasta tinggi. Ha? Di mana ajaran Yesus kasih untuk sesama manusia? Tapi rupanya budaya itu sudah mendarah daging sedemikian rupa.

 

Sebetulnya praktek diskriminasi berdasarkan kasta sudah dihapuskan dalam konstitusi India dan India juga punya pembesar dan politisi dari kasta rendah. Tapi kalau menurut artikel-artikel di koran masalah kemiskinan dan rendahnya pendidikan masih ada sangkut pautnya juga dengan masalah kasta. Selalu mereka yang berasal dari 'backward castes' yang ketinggalan dalam masalah kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan.

 

Kalau kita berjalan di pasar entah di Dehradun atau di Delhi, atau mungkin di kota-kota lainnya, apalagi kota super besar dan padat semacam Kolkatta atau Mumbai begitu banyak orang miskin, cacat, peminta-minta berkeleleran di jalan. Penyandang tuna ganda merambat-rambat di pinggir jalan. Betul-betul pemandangan yang menyakitkan. Dari kereta bisa terlihat begitu banyak gelandangan, anak-anak kecil yang mencari makan di tumpukan sampah. Mungkin sebagian besar dari mereka adalah kaum kasta rendah. Bahkan di daerah terkumuh di Jakarta tidak sampai begitu keadaannya.

 

Tidak heran Ibu Teresa menjadikan India tempat mengabdinya. Sentuhan yang diberikan Ibu Teresa sangat sederhana memberikan dignity, harga diri, pada kaum miskin dan Dalits. Memang kelihatannya itu yang pertama-tama sangat mereka butuhkan.

 

Singapore, 13 May 2007

 

 


Posted at 08:50 pm by koeniel

geekgirl
June 6, 2007   02:26 AM PDT
 
wah.. betul mbak.. aku tanya temen2 india yg pada sekolah di sini, rata2 dari 2 kasta tertinggi di india.. begitulah yg bisa sekolah di luar negri, walaupun pakai beasiswa.. (tidak cukup kaya utk bayar sendiri)
awi
May 15, 2007   12:07 PM PDT
 
Hari gini masih bicara kasta, oh my god, sedih mengetahui di belahan dunia lain, kemiskinan masih begitu banyak dan tidak teratasi. thanks ya
Lili
May 15, 2007   09:03 AM PDT
 
Waaa, kangen banget baca tulisan mbak Nila yg kayak gini dan juga yg lainnya itu... aku gak sabaran baca dulu baru deh tulis ini komen.

First, makasih yaa doanya. Iyah sejak usg 4 dimensi, aku dah ngenali kalau Syafiq akan mirip Fawwaz..he.he..

wes, dari akistan lalu India, lalu kemana lagi nih mbak? aku trenyuh deh soal kasta-kastaan...

mpokb
May 14, 2007   04:31 PM PDT
 
duh, kapan yak bisa ke kaki himalaya, nepal.. hiks hiks *intip celengan*
btw, konon, india bisa jauh lebih hebat kalo nggak ada sistem kasta. dipikir2.. masih enakan jadi orang indonesia yak? hehe
Name : Wieda
May 14, 2007   07:24 AM PDT
 
wow..ikutan komen yah : perjalanan anda menarik....saya suka travelling tapi blom pernah ke negeri yg anda ceritakan...thx for sharing
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON