Wednesday, April 23, 2008
Untuk Gaia jilid 1

 

Pas betul. hari ini hari Bumi dan tadi pagi hujan deras sekali. Seperti Ibu Gaia menangis mengingatkan kita bahwa manusia sudah terlalu banyak merusak bumi atas nama pembangunan, kesejahteraan, kemajuan ekonomi dan sebagainya. Rakus. Tapi sudahlah, sudah banyak toh yang pastinya akan berbicara tentang ini, yang penting dilakukan hari ini adalah mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih bisa dilakukan untuk gantian memberi kepada Gaia, jangan cuma mengambil saja.

 

Beberapa hari yang lalu seorang rekan kerja, Sidsel perempuan muda asal Denmark yang idealis sekali, datang lalu menjogrokkan pantatnya ke kursi di seberang meja kerja saya. Dia bilang dia merasa dia sudah mengkhianati prinsip hidupnya dengan bekerja di dunia minyak. "Harusnya aku bukan jadi petroleum geologist tapi jadi volcanologist saja," katanya. Setelah dia selesai berkeluh kesah panjang lebar saya bilang bahwa saya percaya seorang pekerja minyakpun bisa jadi pecinta lingkungan.Bukan cuma menghibur diri sebagai salah satu pekerja minyak, tapi saya memang termasuk yang percaya bahwa setiap orang bisa berbuat sesuatu, dan walaupun kelihatannya impact-nya cuma kecil, tapi kalau semua orang melakukan, hasilnya bakal terasa juga. Industri minyak toh tetap harus ada. Aktivis lingkungan juga butuh bensin untuk naik kendaraan untuk berkampanye. Yang penting gaya hidup kita sehari-hari yang harus ditata sebaik mungkin supaya lebih ramah lingkungan.

 

Jadi hari ini saya sisihkan satu jam selama makan siang untuk berhitung, hal apa yang sudah saya lakukan dan apa yang masih bisa saya lakukan. Tentu saja hari ini makan siang saya tidak mengandung daging merah sama sekali, karena seperti yang diberitakan di Discovery News baru-baru ini, beberapa studi menunjukkan bahwa daging merah adalah penghasil gas rumah kaca terbesar dibanding sumber protein lain seperti ikan atau ayam. Walaupun saya penggemar berat daging babi dan sapi, akhir-akhir ini konsumsi kedua jenis daging itu saya kurangi. Yah, lebih bagus juga sih untuk kesehatan.

 

Oke mari berhitung. Semenjak pindah ke Singapura saya tidak lagi memakai mobil pribadi. Buat apa, wong transportasi umum di sini bagus sekali kok. Satu poin saya berikan pada Ibu Gaia. Sayangnya saya masih sering sekali terbang, baik untuk pekerjaan maupun pribadi. Lha bagaimana, semua yang saya cintai belahan jiwa, dua anjing kesayangan, serta keluarga saya masih di Jakarta semua je. Ah, berarti satu poin untuk Ibu Gaia tadi jadi terambil lagi. Sedihnya.

 

Tapi saya menanam tanam-tanaman yang saya taruh di balkon. Lalu saya juga mendaur ulang semua sampah kertas, botol plastik dan kaleng. Botol plastik dan kaleng saya cuci dan keringkan lalu saya kumpulkan dan seminggu sekali saya bawa ke tempat sampah daur ulang di kantor. Sampah kertas juga begitu. Yang penting-penting saya hancurkan dulu dengan mesin shredder (yang pakai tenaga tangan bukan tenaga listrik). Yang lain saya pisah-pisahkan lalu saya buang di tempat sampah daur ulang di kantor. Kadang orang di kereta bingung melihat bawaan saya tampang pekerja kantoran, tapi bawaannya kayak tukang pungut barang bekas :)  

 

Beberapa teman heran kok saya mau repot-repot membuang waktu menyortir sampah lalu menggotong-gotongnya ke tempat sampah khusus. Saya belajar dari calon ibu mertua saya. Di Irlandia masyarakat dipaksa untuk mendaur ulang sampah-sampahnya. Sampah daur ulang diangkut gratis oleh pemerintah, tapi sampah yang tidka disortir dan didaur ulang dihargai tinggi. Semakin banyak sampah tidak didaur ulang semakin tinggi dendanya. Akibatnya masyarakat di sana terpaksa sadar lingkungan. Tiap hari calon ibu mertua saya memproses sampah rumah tangganya, mencuci dan menyortirnya, lalu menaruhnya di luar sesuai jadwal. Hari Senin sampah plastik, hari Rabu sampah kertas, hari Jumat sampah kaleng, dan seterusnya. Sampah organik beliau jadikan kompos di sudut halaman.

 

Saya dan kekasih sedang membangun rumah di Jakarta. Di rumah kami juga akan ada sudut untuk membuat kompos. Akan ada biopores dan sumur resapan. Kami akan pakai panel surya untuk lampu halaman dan pemanas air. Rumah dirancang dengan banyak ventilasi dan atap dan dinding dipasangi insulasi supaya tidak perlu terlalu banyak energi dipakai untuk mendinginkan ruangan di dalamnya. Kami akan coba kombinasi kipas angin dan dehumidifier ketimbang AC. Kami akan melapisi dinding dengan tanaman rambat dan memasang taman di atas dak atap. Yang paling ambisius adalah sistem greywater, alias kami akan mendaur ulang air bekas cuci dan dari wastafel, mencampurnya dengan air hujan dan memakainya lagi untuk menyiram toilet, menyiram tanaman dan sebagainya.

 

Kami juga meminta kontraktor sebisa mungkin memastikan kayu-kayu yang dipakai bukan hasil penebangan liar. Entah ini mungkin atau tidak, tapi kami bilang bahwa kami tidak ingin kayu murah yang hasil rampokan bumi. Shower head dan keran-keran juag dipilih yang punya sistem mencampurkan udara ke dalam semprotan air, sehingga air tetap terasa mengalir kencang walaupun volume yang dikeluarkan lebih kecil dari yang biasa. Memang dengan segala rupa permintaan supaya rumah kami jadi lebih ramah lingkungan ini akhirnya biaya jadi membengkak. Tapi kami sudah bertekad. Kalau kita tidak memulai dari diri sendiri, tidak bakal ada perubahan.

 

Ini baru sebagian usaha kami mengurangi perampokan atas Ibu Gaia. Besok saya coba ingat-ingat lagi, apa yang sudah dan masih bisa kami lakukan.

 

 

Singapura, Hari Bumi 2008

 

 


Posted at 12:04 am by koeniel

Demona
July 31, 2008   11:50 AM PDT
 
Hai mbak...pa kabar udah lama aku ndak baca posting nya, kangen juga...as always selalu enak dibaca n direnungkan.
Aku juga lagi ngeberesin rumah mbak..our very first house!!!!!
With all the limited budget, kita terpaksa kreatif n forget about idealism hiks hiks....belum lagi urusan dengan tukang yang brengsek. But really good to learn how you build your very home, tulis donk biar aku terinspire he he he....ditunggu ya
geekgirl
May 11, 2008   05:01 AM PDT
 
wahh pengen tuh shredder kertas yg dari tenaga tangan.. beli di mana yak?
mpokb
May 7, 2008   02:42 PM PDT
 
inspiring post, niel.. memang semuanya terpulang ke kita sendiri yak. apakah kita merasa bumi ini milik kita dan dimanfaatkan sesukanya, atau pinjaman yg harus dikembalikan untuk dipakai generasi mendatang..
d-eby
April 23, 2008   02:37 PM PDT
 
Dear Mbak Koenil,

alo sudah luamaaaa buanged gak mampir nih, aniwei senanglah baca blognya yang masih kritis seperti dulu..he..he..

btw, loveeee it so much about your green house idea. Aku juga lagi cari2 idea buat bikin rumah yang pro green dan beberapa idenya mbak bisa nih aku catet di the big book perencanaan rumah masa dueeepannn bangedku :).
Kalo ada ide2 mutakhir tentang ini cantum lagi yah di blognya :)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON