Thursday, September 18, 2008
Cinta jilid 5

Hari itu ulang tahun ibuku dan kebetulan aku ada di Jakarta. Kuundang kekasihku untuk datang. Saat bertemu ibu, diciumnya pipi ibu kiri kanan seperti adat kampungnya. Kulihat ibuku sedikit jengah lalu tertawa-tawa geli. Maklum ibuku perempuan Jawa yang agak kuno – tidak biasa dengan acara cipika cipiki dengan lelaki asing. Apalagi kekasihku brewokan, makanya ibuku merasa geli.

 

Tapi aku lumayan kagum juga dengan usaha ibu untuk menyesuaikan diri dan menerima kebiasaan-kebiasaan ‘aneh’ dari kekasihku, dan berusaha menerimanya sebagai bagian dari keluarga. Aku sampai terharu. Misalnya tentang anjing kesayangan kami, Chocolate. Buat ibuku, anjing bukan bagian dari keluarga. Anjingku dulu tidur di luar, tidak di rumah. Oleh ibu, Nero dulu dirawat dengan baik, tapi tidak disayangi, hanya ditolerir. Lain sekali dengan Chocolate yang sudah kami anggap seperti anak, kami gendong-gendong, sayang-sayang dan kami cium-cium. Buat ibuku tentu saja itu kebiasaan aneh yang susah diterima. “Tinggalnya di dalam rumah?” Tanyanya suatu ketika. “Iya mam, malah sering dibawa tidur ma dia.” Beliau kelihatan kaget dan tidak setuju. Tapi waktu Chocolate dibawa datang lalu dia kupeluk-peluk dan kubiarkan menjilatiku, Ibu kelihatan menunjukkan toleransinya. Beliau, walau dengan sedikit takut-takut, berusaha mengelus kepala Chocolate. Dan dibiarkannya Chocolate bermain di dalam rumah. Adikku saja lumayan kaget mendengarnya, “Serius mbak, bawa Chocolate ke rumah? Dan Ibu gak papa?”

 

Pada hari Paska kekasihku mengirimkan sms ucapan selamat Paska, lalu sembari bercanda bertanya kapan ibu akan memasak rawon atau rendang lagi. Memang kekasihku suka makanan Indonesia dan rendang serta rawon buatan ibu adalah favoritnya. Lama tidak ada jawaban, lalu wajahnya jadi kuatir. “Menurutmu bapak-ibumu akan menjawab smsku atau tidak? Apa bahasaku kurang sopan ya?” Kukatakan bahwa dia tidak perlu kuatir. Bapak-ibu tidak selalu memegang telepon mereka. Betul, beberapa jam kemudian ada jawaban, bapak menyatakan terimakasih, dan kalau kekasihku ingin rendang atau rawon dia bisa kirim sms, ibu bakal memasakkan makanan itu untuknya dan dia boleh datang ke rumah untuk mengambilnya. Wajah kekasihku langsung bersinar-sinar dan dia berjingkrak-jingkrak. Lucu juga melihat orang dewasa bertingkah begitu. Kekasihku lumayan jauh lebih tua dariku, 8 tahun, tapi saat itu dia kelihatan seperti anak-anak. “Lihat nih, rasanya aku sudah dianggap bagian dari keluargamu ya? Mereka sayang aku juga ya?” Katanya sembari penuh harap. Dia ingin jadi bagian keluargaku, katanya, dan ingin dianggap anak juga oleh ibu dan bapakku.

 

Suatu saat aku sedang mengobrol dengan Ibu di belakang. Sementara kekasihku mengobrol dengan Bapak di teras depan. Tetangga banyak bergerombol di depan pagar. Memang selalu begitu, kekasihku dan Chocolate selalu jadi tontonan tetangga. “Hah? Si oomnya doyan krupuk?” “Yeee, orang dia rendang aja doyan kok, bude tuh yang bilang.”  “Ya ampun, itu anjingnya makan wortel. Emang anjing makan wortel mak, bukannya anjing makannya daging ya?” “Eh itu anjing  masih kecil apa udah gede sih, kok badannya pendek banget gitu.” Kami jadi sudah biasa. Kekasihku juga cuek saja dijadikan tontonan begitu. Dia tetap mengobrol dengan Bapak.

 

Kata kekasihku tadinya mereka mengobrol biasa tentang hal-hal umum, tapi lalu tiba-tiba Bapak bertanya, “Bagaimana hubunganmu dengan anakku?” Wah kekasihku langsung bingung, apa maksudnya ya, apakah ini sebuah tes lagi, seperti waktu pertama dulu? Lalu dijawabnya hati-hati, “Kami baik-baik saja. Apa Bapak kuatir?” Jawab Bapak, “Yah, saya tahu sendiri betapa keras kepalanya anak itu. Bukan hal yang gampang dihadapi.” Kekasihku lalu menjawab, “Ah ya tapi kami saling mengerti kok. Saya biasanya switch myself off kalau dia mulai begitu.” Bapak kelihatan lega, “Oh begitu. Baguslah. Kamu harus sabar ya menghadapi dia.”

 

Rupanya Bapak masih kuatir tentangku. Apa aku selama ini memang sangat sulit dihadapi ya? Apa ini yang membuat hubungan-hubunganku dulu selalu gagal? Sambil berpikir begitu kuperhatikan kekasihku, mau bertanya padanya apa aku ini betul-betul parah. Tapi dia malah sedang tersenyum-senyum sendiri. Ternyata dia bangga dan bahagia sekali Bapak curhat padanya. Bolak-balik dipamerkannya kotak-kotak makanan yang dibawakan ibu untuknya. Kali ini cuma sayur gori (nangka), tempe goreng dan krupuk. Tapi dia senang sekali.

 

Setelah itu malah beberapa kali kekasihku pergi dengan Bapak dan Ibu tanpa aku, entah menengok rumah yang baru dibangun, entah mengajak mereka makan siang di restoran. Dia tetap tidak bisa bahasa Indonesia (memang tidak berbakat belajar bahasa, guru bahasa Indonesianya pun mengeluh) dan ibuku tetap tidak bisa bahasa Inggris. Tapi mereka lumayan akrab, entah bagaimana caranya berkomunikasi. Malah pernah dia pamer, bahwa ibuku sekarang sudah tidak jengah lagi saat dicium pipi brewokannya.

 

Suatu saat ibuku terpaksa dilarikan oleh tetangga ke rumah sakit, padahal tidak ada siapa-siapa lagi di rumah – Bapak di kantor, tidak bisa dihubungi, aku jauh di Singapura, adik perempuanku di Lembata di ujung timur sana dan adik lelakiku di Bandung. Begitu mendengar kabar itu kekasihku langsung pamit dari kantor dan menuju rumah sakit. Di situ dia duduk di samping tempat tidur ibu selama dua jam dalam diam, tidak bisa berkomunikasi karena keterbatasan bahasa, sampai akhirnya Bapak datang. “Ndak bosen Yang?” “Yah, aku kasihan sama ibumu,” jawabnya.

 

Aku jadi terharu karena orang-orang yang kucintai ini saling berusaha mendekatkan diri. Apa ini demi aku ya? Berarti mereka memang betul-betul sayang padaku.

 

 

 

 


Posted at 08:44 pm by koeniel

Lili
October 26, 2008   11:18 PM PDT
 
Lengkap, jilid yg aku baca dari bawah sampe atas....beneran mbak... he's the one for you.
Syl
September 26, 2008   04:55 PM PDT
 
Koenil, saya terharu sekaligus saluutt ama kebaikan kekasihmu itu.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON