Saturday, September 20, 2008
Jodoh jilid 2

Dua tahun yang lalu aku menulis tentang jodoh. Di situ kubilang tadinya kukira istilah jodoh itu terjemahan dari soulmate. Ternyata bukan. Terjemahan soulmate adalah belahan jiwa, dan jodoh adalah belahan jiwa plus plus. Plus plus di sini adalah perkawinan. Kubilang waktu itu kukira aku sudah menemukan jodohku tapi ternyata belum. Aku sudah menemukan belahan jiwaku, tapi dia bukan jodohku karena dalam lingkup kultur Indonesia ada syarat lain - ikatan perkawinan. Karena itu waktu itu lalu kubilang aku tidak ingin mencari jodoh, aku sudah cukup bahagia dengan belahan jiwaku.

 

Bukan hal yang gampang karena keputusan itu jelas bertentangan dengan norma dan kultur sekitar. Sampai bosan kami mendengar pertanyaan, "Apa lagi sih yang kalian tunggu?"  Mau marah nggak sih, mendengar pertanyaan seperti itu dari orang-orang yang tidak mengerti persoalan yang kami hadapi. Seringkali untuk gampangnya aku pura-pura tidak punya pacar saja. Pura-pura jomblo, lebih gampang.

 

Tapi aku tidak bisa menipu teman-teman dekat, apalagi mereka tahu ada banyak masalah-masalah lain yang dulu kami hadapi, badai-badai yang membuat hubungan kami naik-turun dan putus-sambung, tapi akhirnya sudah kami selesaikan. Makanya kepada mereka kujelaskan masalah terakhir yang kami hadapi - alasan kenapa kami tidak bisa menikah juga. "Karena menurut Gereja Katolik dia masih menikah." Kepada teman-temanku yang melongo itu kujelaskan bahwa kekasihku pernah saling menerimakan sakramen perkawinan dengan seorang perempuan yang dulu dikasihinya. Mereka sudah bercerai secara hukum tapi di Gereja Katolik tidak ada istilah cerai, dan dia tidak bisa menikah lagi.

"Tapi kan ada annulment Nyil?"

"Kasusnya gak bisa di-nullify, gak ada alasan."

"Bikin-bikin gak bisa ya?"

"Gila lu, emangnya pengadilan kita, bisa dibikin-bikin. Ini Gereja bok. Lagian buat apa si bo'ong. Mo nyari berkah kok pake cara nggak bener. Ya sama aja gak dapet berkahlah."

"Lho lha kalian nikah sipil aja toh."

"Yeeee... kalo bisa begitu mah udah dari kemaren-kemaren bok. Di Indonesia tuh nggak ada nikah sipil, adanya pencatatan. Nikahnya musti tetap secara agama."

"Oh gitu. Ya wis nikah di greja lain aja Nyil, kayak Katon."

"Yah itu mah namanya cuman formalitas, memperalat gereja. Gak lah."

"Nunggu mantannya mati Nyil? Atau pake pembunuh bayaran aja."

"Hehehehe... iya ya. Udah pendosa ini, sekalian aja lebih berdosa lagi hihihi... Tapi males juga kan kalo ketangkep terus dipenjara."

"Iya, brarti lu ma dia kan berdosa banget Nyil, nurut Gereja Katolik. Uda kepikiran gitu?"

"Ya udah si. Ya berat si....... Gak tau gue mau bilang apa. Dosa mana ya klo gue njalanin ini sama klo gue jadi orang miserable."

"Ortulo bilang apa?"

"Ya sedih pastilah."

"Yah, susah dong. Lu ganti cowok aja Nyil."

"Gilalu, kalo mo ganti cowok mah dari dulu-dulu aja. Repot-repot gue jabanin bertahun-tahun mosok sekarang gue lepas. Gak bisa say, gue udeh cinta mati ama yang satu ini. Lu tau sendiri brapa kali gue pacaran, tunangan, putus-sambung. Yang ini yang paling bisa bertahan je."

"Kok lu yakin dia bakal setia ama lu. Istrinya aja dia tinggal."

"Ya gak tau juga sih. Tapi pertanyaannya bisa dibalik, kok dia yakin gue bakal setia ama dia. Udah brapa kali gue gak setia ama tunangan-tunangan gue dulu?"

"Iya ya, kok klean berdua bisa yakin gitu loh, yang ini yang terakhir."

 

Bagaimana pernah yakin? Tapi kupikir cinta kami saat ini cukup kuat, kami berdua bukan cuma kekasih tapi juga sahabat. Kami bisa saling menerima apa adanya, saling tahu kelemahan-kelemahan kami, dan tidak merasa perlu mengubah si pasangan. Karena dia yang bisa menenangkan gejolak-gejolak jiwaku, yang bisa membuat aku tidak ingin berpaling lagi. Karena aku merasa dia belahan jiwaku.

 

Waktu berlalu dan akhirnya semua menerima bahwa betul si bandel ini sudah menemukan belahan jiwanya. Mungkin orang tuaku juga sudah putus asa, karena umurku makin bertambah-tambah. Kata Bapakku waktu kekasihku menghadap dan melamarku, sebetulnya beliau tidak setuju karena menurut Gereja Katolik dia masih menikah. Tapi kalau memang cinta kami sedemikian besar, apa boleh buat. Dulu Yakub juga merebut berkah dan hak kesulungan dengan menipu dan berbuat curang, tapi dari keturunannya bisa lahir Sang Penyelamat. Siapa tahu walaupun perkawinan kami tidak sepenuhnya menurut 'jalan yang benar' suatu saat bisa membawa berkah. Yah Pak, paling tidak berkahnya adalah membuatku bahagia, kataku. Beliau cuma tersenyum sedih. Tapi lalu diambilnya kamera dan diberikan padaku lalu dimintanya kekasihku untuk berdiri diantaranya dan ibu. Ah, berarti beliau menerima kekasihku jadi bagian keluarga. Sambil memotret mereka sebetulnya air mataku hampir menitik, ah Bapak dan Ibuku yang baik hati itu.......

 

Begitulah akhir cerita masa pacaran kami yang penuh liku, maju mundur, putus sambung, yang hampir selalu dijalani berjauhan jarak, yang dibumbui dengan tubrukan antar budaya, yang dibebani dengan sisa-sisa masa lalu. Seperti dalam dongeng tadi pagi kami bergandengan tangan mengucap janji. Sayangnya memang tidak ada adegan berjalan di dalam gereja menuju ke altar. Janji saling setia  kami – dalam untung dan malang, dalam sehat dan sakit, dalam susah dan senang, dalam kaya dan miskin - 'hanya' diucapkan di muka seorang petugas catatan sipil Singapura, dua orang dekat yang jadi saksi, dan di muka orang-orang yang kami cintai. Apakah ini hubungan yang tidak diberkati? Entahlah, mungkin memang tidak.Bisakah kami melangkah tanpa Berkat? Entah. Tapi yang jelas orang-orang yang kucintai ada di sini, menguatkan.

 

Di depan mereka dia memasangkan sebuah cincin di jari manis kiriku. Bukan seperti yang lalu yang bermata berlian, yang ini bundar polos. Katanya melambangkan ikatan yang tak terputuskan. Kupasangkan juga cincin yang serupa di jarinya. Semoga harapan itu tercapai - tak terputuskan sampai mati. Hari ini diriku terasa lengkap lagi. Jari manis kiri yang terasa kosong dan ringan semalam karena tidak lagi dilingkari cincin tunangan, sekarang sudah terasa normal lagi. Semoga, kalau memang benar dia jodohku, semoga belahan jiwaku ini akan menemaniku sepanjang hidup.

 



Posted at 08:46 pm by koeniel

Name
July 19, 2011   12:27 PM PDT
 
Hi, I came across your site and wasn’t able to get an email address to contact you. Would you please consider adding a link to my website on your page. Please email me back and we'll talk about it.

Thanks!

Hailey William
haileyxhailey@gmail.com
d-eby
April 4, 2009   01:06 AM PDT
 
dah lama ta' berkunjung dan berita baik yang tertulis...selamat mbak nila semoga pernikahan ini membawa banyak berkah :)
pengunjung-setia
February 20, 2009   05:16 AM PST
 
dear mbak koenil, aku dah lama ngikutin blog ini (dari blognya lili lengkana). aku suka baca cerita2 mbak. dan masalah mbak soal "jodoh plus2" mirip sama masalahku hehehe.. semoga akhirnya aku juga bisa berjodoh dgn belahan jiwaku. mungkin musti nunggu setua mbak =D

soal berkat pernikahan mbak, aku yakin berkat. karena tuhan tidak sempit. tuhan maha memberkati, maha mengayomi. kalau di agama2 lain belahan jiwa mbak boleh melamar mbak, maka berarti aturan2 itu bukan mutlak aturan tuhan. heaven knows. :)

selamat menempuh hidup baru! all the best!
adel
December 15, 2008   12:42 PM PST
 
Nil, baru buka lagi blog nya...ternyata ada kabar gembira...Selamat ya bu, semoga awet & bahagia selalu....Amien
Wawan Satriawan
December 6, 2008   09:50 AM PST
 
Mbak Nila,

Lama banget gak pernah mampir ke blog ini. Ternyata ada kabar bahagia dari empunya.
Selamat berbahagia, mbak!

Salam, Wawan
Hanny
November 5, 2008   05:47 PM PST
 
Congratz mbak Nila :)

I'm touched baca rentetan cerita nya..

Harus awet sampai aki nini yah.. titip salam buat mas nya :)
Lili
October 26, 2008   11:10 PM PDT
 
syukurlah...seperti fairytale mbak Nil, soulmate memang kudu dipertahankan.. dan happy ending...

Congratulation yaa Mbak Nil....seperti di email...ikutan berbahagia dgn episode terbarunya...
Holly
October 11, 2008   10:11 PM PDT
 
selamat menempuh hidup baru ya Nil, semoga lebih bahagia dari sebelumnya..dan segera di berkati sama gereja..mudah mudahan ada jalan lain.
Bomby
October 8, 2008   11:15 AM PDT
 
Koenil,
Congrats!!! So happy for you to find your man!
Don't worry about not having a bless from the church. It's not a bad omen.
The secret of a successful marriage is a good luck. Every couple start out with the same good intentions but who's to tell how it will work out?
So, just enjoy your journey of togetherness. Hope you have lots of fun!

PS: Tips: if you go out with your bule hubby in Jkt Mall, you should wear something nice but not too nice. From my experience, if I wore something daggy, people would thought that I'm pembantu who got married to bule. But if I wore something too nice, they would thought that I'm the bule's whore. Tricky, eh?
Agnes Habsari
October 7, 2008   08:50 AM PDT
 
Koenil bin Nila yang bersuami mas Martin..

Selamat yach, akhirnya Tuhan mempertemukan jodoh yang terbaik sesuai dengan rencanaNya..bila ada batu kerikil di depan kalian, tetaplah maju, jangan pandang yang lain, ingat akan janji kalian di depan Tuhan, ingat cincin melingkar yang melingkar polos (spt yang aku pakai, tanpa permata & emblem2), melambangkan ikatan yang tak terputuskan, ok..smoga bahagia selamanya..dan selamat menanti momongan dan sejenak meninggalkan hobby lama :-)...skrg namanya jadi madame Nila dunk yach..?
bernardoni
September 26, 2008   01:48 PM PDT
 
Proficiat ya Niel..
Aku doakan, pernikahan, keluarga dan perjalan hidup kalian ke depan, akan terberkati dan juga akan jadi berkat bagi orang-orang di sekitar kalian..

dhE
melati
September 26, 2008   09:27 AM PDT
 
whoaaa..! akhirnya... selamat mbak yu semoga bahagia dan bahagia. amin.
Name Tata
September 26, 2008   08:18 AM PDT
 
Koenil,
dah lama gak ketemu atau bertukar kabar.
Selamat berbahagia...
Mc Tri S
September 25, 2008   01:27 PM PDT
 
Selamat ya, akhirnya berlabuh juga
Selamat berbahagia, dan jangan terlalu keras dengan diri sendiri ya

Turut berbahagia

Mc. Tri S
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • ©2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON