Monday, April 09, 2001
Coretan Musim Semi: 4. Pulau

Episode 1
Dengan ditemani secangkir kopi susu panas, kusebrangi selat itu dengan kapal feri, menuju sebuah pulau kecil di ujung selatan Inggris. Dingin, dingin saja yang kurasa, dan kabut saja yang kulihat.

Episode 2
Sepanjang jalan, sambil menggeletar kedinginan di dalam bis, dari balik kaca kupandangi rumah-rumah mungil yang melintas berlarian di balik kabut. Rumah-rumah pedesaan yang bak lukisan. Bunga-bunga daffodil yang kuning cemerlang tertunduk mengangguk-angguk. Kedinginan juga mungkin.

Episode 3
Rumah tua milik keluarga aristokrat tua. Karena alasan ekonomi ia harus menjadi penginapan dan menerima kami, orang-orang asing, di lantai kayunya, di atas karpet mewahnya, kamar-kamar besarnya, di depan perapian-perapian tuanya. Tangga kayu berkeriut-keriut di bawah sepatu hikingku, terbeban berat badanku ditambah sebuah ransel raksasa, sebuah traveling bag dan sebuah tas kamera. Lukisan-lukisan tua, cermin-cermin dan karpet tebal menawarkan suasana dua abad yang lalu. Dan kubiarkan batinku tenggelam ke dalam bayang-bayang masa lalu, memandang tokoh-tokoh buku-bukuku berloncatan keluar dari halaman-halamannya.

Sebagai satu-satunya perempuan di grup ini, kawan, aku selalu dimanjakan. Kamar terbaik diberikan padaku. Jendela kaca besar memandang ke arah laut, dengan lapangan berumput di bawah yang melandai ke arah ujung tebing. Dan tebing. Dan laut. Ombak berdebur-debur. Dari atas balkon berlantai kayu yang diterpa angin dingin, aku menggeletar kedinginan memandangi laut. Nun jauh di horison sana adalah ujung tanah Spanyol. Tanah tua juga, dengan wajah-wajah latin bertemperamen tinggi. Dan di baliknya lagi... Afrika! Anganku melayang jauh. Ke tanah panas bertabur mentari. Kelak, kelak, kawan, akan kuinjakkan kakiku juga ke sana! Dan akan kurasakan keliarannya! Kaki-kakiku yang selalu gelisah ingin mengarungi dunia ini bergetar gembira.

Bulan purnama gemerlap keperakan mengintip di balik awan. Sinarnya menyentuh lembut permukaan laut, menebar sejuta berlian di atasnya dan menyeka lantai kamarku. Sambil bersembunyi di balik selimut tebal, kudengarkan suara deburan ombak yang mengingatkanku pada tebingku di Wonosari sana. Dan dunia mimpi pun datang merangkum.

Episode 4
Pagi yang kejam. Semburan air bertubi-tubi mengucur dari langit, awan gelap bergulung-gulung, angin kencang menerpa-nerpa kaca jendela kamar makan mewah ini, dan hatiku mengkeriut. Di sini, di dalam kehangatan ruang dengan pediangan api, dingin tak terasa. Tapi di luar sana?

Air sedingin es mengucur memukul-mukul payungku, angin menyambar-nyambar. Di balik kaus tebal, sweater tebal, dan jaket tebal, di balik stocking, celana ketat, celana hiking, kaus kaki dan sepatu, dan di balik kaus tangan tebal dan syal tebal, tangan, kaki dan tubuhku bergetar hebat. Dingin, dingin. Kuusahakan berkonsentrasi pada kertas data seismik berbungkus plastik di tangan kiriku, sambil mendengarkan tutor yang sibuk menunjuk-nunjuk pada tebing di muka kami. Berusaha menghujamkan pengetahuan di kepala kami. Gagal. Yang terdengar di telingaku adalah debur kemarahan ombak yang menerpa-nerpa kaki tebing di bawahku.

Episode 5
Akhirnya alam bermurah hati juga. Setelah sepiring ikan dan kentang goreng panas serta segelas bir dari sebuah pub pedesaan bertengger dengan nyaman hangat di perutku, mentari menampakkan senyumnya. Dan keriangannya menular. Maka akupun bergegas menuju tebingku.

Tebing kapur ini kawan, hampir seperti tebing Wonosari kita, tempat kita sering mancing semalaman. Mereka sama-sama kapur, gamping. Hanya tebing ini sangat-sangat tua. Tebing kita 'baru' berumur 20 juta tahun. Tebing di depanku ini, kawan, dibentuk kira-kira 140 juta tahun yang lalu. Tebing kita, dibentuk di lautan biru dangkal yang ceria, dari koral-koral yang tegar menantang ombak, yang haus matahari, dan cangkang kerang dan siput yang berenang-renang ria di baliknya. Tebing ini, kawan, dibentuk selama jutaan tahun di dasar laut yang dalam, dingin dan sepi, oleh cangkang-cangkang binatang laut super kecil yang pelan berjatuhan ke atasnya.

Setiap kali aku berhadapan dengan batuan kawan, kurasakan diriku mengecil. Berapa umurmu sekarang? Bandingkan dengan umur 150 juta tahun batu yang kugenggam ini! Dia menjadi saksi saat tanah ini masih dikuasai binatang-binatang raksasa! Dinosaurus saling memangsa, dan alam masih belum tersentuh manusia. Kita ini sangat-sangat muda kawan, dibandingkan dengan batuan yang kita injak. Kalau semesta dibentuk dalam 24 jam kawan, manusia pertama, nenek moyang kita, mahluk kasar yang berevolusi dari kera itu, dia baru muncul pada detik terakhir sebelum hari yang baru dimulai lagi. Kita bukan apa-apa dibanding alam yang tua. Batu di tanganku ini, dia mengingatkan pada keagungan.

Episode 6
Dari puncak bukit kulihat tanah ini. Hati berdesir penuh kerinduan. Bukan, ini bukan tanahku. Tanahku tropis dan bermandi matahari, dan lekuk-lekuknya kasar dan liar, muda. Tanah ini, yang pelan-pelan muncul dari balik kabut, adalah tanah tua. Sejarah yang lewat. Tanahku adalah sejarah baru! Ia sangat muda dan bersemangat. Gunung-gunungnya memuntahkan api, dan pelan-pelan ditariknya dan ditelannya kerak bumi di dasar Samudra Hindia! Tanahku tanah aktif. Tanah ini tanah pasif. Pelan-pelan dia tenggelam dan tenggelam, sampai nanti akhirnya tersungkur di bawah laut.

Epidode 7
Akhirnya, di bawah sinar matahari yang menyiram-nyiramkan kehangatan, kutinggalkan pulau ini. Sekali lagi menyeberangi selat dengan feri, kali ini tanpa secangkir kopi panas. Dari atas dek kulayangkan pandangan ke pulau itu. Bunga-bunga daffodil dan daisy mengangguk-angguk ceria, melambaikan tangan padaku.

Isle of Wight, 9 April 2001


Posted at 08:00 pm by koeniel

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON