Tuesday, September 25, 2001
Dari Kampus

Teman-teman,

Akhirnya aku udah sampai kampus!!!! Bukan tanpa perjuangan. Karena rencana awal hancur berantakan oleh teroris yang menyerang WTC. Rencananya sehabis mengunjungi kekasih di LA aku akan terbang pulang ke Jakarta dua hari, untuk mengambil barang-barang bekal hidup setahun dan membereskan urusan keuangan dengan bank, supaya aku tidak kekurangan uang di sini. Semua gagal. Bahkan kalau bukan karena kebaikan hati seorang teman di travel biro yang berjuang menukarkan tiketku, mungkin aku tidak akan bisa sampai di London untuk memulai studi tepat waktu.

Tapi akhirnya aku sampai di sini. Walaupun tanpa barang-barang yang seharusnya kubawa untuk tinggal setahun di sini. Walaupun hanya berbekal sebuah tas kecil berisi pakaian liburan musim panas, untuk menghadapi musim gugur dan musim dingin, serta setahun belajar di sini.

Tapi lupakan dulu semua itu. Aku masih terpana dengan keindahan kampusku. Aduh kampus ini indaaaaaaahhhh sekali. Gedung pusatnya sudah tua (sekolah ini berdiri tahun 1886). Berbentuk kastil dari bata merah. Ada menara dengan jam besar dan lonceng. Loncengnya berbunyi seperti lonceng gereja, tiap jam, terdengar dari semua sudut kampus, sampai ke desa seberang, tempat flat mahasiswa berada, sampai kamarku.

Lingkungannya hijaaaauuuu sekali. Pepohonan lebat di sana-sini. Bahkan ada hutan di dalam kampus. Ada kolam ikan dengan bebek-bebek berenang ceria. Suara burung di mana-mana. Tupai. Kelinci. Kadang-kadang rusa mengintip dari balik semak, memandangiku dengan sepasang mata hitamnya yang polos.

Asramaku letaknya di seberang kampus, 3 menit jalan kaki jauhnya dari gedung pusat yang bak kastil itu. Gedung geologi tempatku kuliah masih jauh ke belakang lagi, menuruni bukit di sisi sebelah barat. Kapel Anglikan di dalam kampus tua dan indah, seperti sebuah katedral mini. Kapel ini dipakai bersama semua umat Kristen, kebaktiannya bergiliran. Untuk umat Katolik biasanya hari Minggu jam 10.

Aku tiba di sini Minggu siang. Seturun dari kereta api di stasiun hanya bisa berdiri celingukan dan kebingungan. Sampai seorang supir mendekati, ternyata dia supir bis sekolah, yang tugasnya adalah menjemputi mahasiswa baru di stasiun. Persis seperti cerita- cerita Mallory Towers atau St Clare karangan Enid Blyton, yang kubaca semasa remaja dulu.

Kamarku lumayan besar. Isinya tempat tidur, meja belajar, lampu belajar, lemari pakaian (kecil sekali!) dan rak buku serta beberapa laci. Di pojok ada kamar mandi mungil, isinya shower, toilet dan wastafel. Saat ini, karena yang kubawa ke negeri asing ini cuma diriku, baju yang menempel di badan dan sebuah tas kecil, ya cuma itu isi kamarku :)

Kamarku ini salah satu dari 8 kamar dalam satu flat. Di flat kami ini ada juga sebuah dapur dengan kompor listrik, oven, microwave dan dua kulkas, yang dipakai bersama ke-8 penghuni flat. Flat ini adalah bagian dari sebuah gedung besar tiga lantai yang beridentitas Blok 3, yang memuat 6 flat. Dua flat per-lantai. Di depan Blok 3 ada blok 1 dan di samping kiri ada Blok 2. Masing-masing juga berisi 6 flat, dan masing-masing flat berisi 8 orang. Tetangga-tetanggaku di asrama Highfield Court.

Aku sudah bertemu 6 dari 7 rekan se-flat. Semua mahasiswa post-graduate, ada yang studi magister sepertiku, ada yang doktoral. Ada Luisa dari Colombia yang belajar ekonomi, Miltos dari Yunani yang belajar IT, Maria dari Siprus yang belajar Sastra, seperti Kotoha dari Jepang. Lalu ada Andy dari Inggris, dan Nenggi warga Inggris keturunan Nigeria yang teman sekelas Miltos. Yang satu lagi adalah mahasiswa doktoral geologi, berarti temanku sekampus. Tapi batang hidungnya belum kelihatan sama sekali.

Hari pertama setelah sampai di sini aku bingung dan kelaparan. Aku belum punya makanan, piring, sendok dsb. Seharusnya aku belanja dulu sebelum ke sini, tapi karena tadinya belum tahu seperti apa suasana yang akan dihadapi, ya beginilah akhirnya.

Susahnya lagi, kampus ini letaknya di desa, bukan di kota besar seperti London yang punya banyak toko. Dan aku belum kenal lingkunganku. Untung malamnya ada acara penyambutan mahasiswa baru dengan barbecue gratis. Lumayan, aku makan sebanyak-banyaknya. Lapar.

Hari Senin betul-betul membuat capai. Pagi-pagi aku harus registrasi ke sana-sini. Karena kampusnya luas dan aku masih belum mengenal jalan-jalannya, sering sekali aku tersasar. Padahal kampus ini di daerah perbukitan. Baru sebentar nafasku sudah tinggal satu-satu. Naik-turun bukit.

Siangnya aku turun ke kota. Turun ke kota, karena kampus ini memang letaknya di desa, dan di puncak sebuah bukit, dikelilingi kawasan taman, hutan dan rumah-rumah pedesaan. Kota kecil Egham yang adalah kota terdekat, letaknya di kaki bukit kurang lebih 3 km dari kampus. Kira-kira 30 menit jalan kaki. Kota ini mungil sekali, hanya seperti kota-kota kecil berstasiun yang sering kita lewati saat naik kereta di jalur selatan jawa. 'Pusat kota' adalah sebuah jalan sepanjang 1/2 km, yang kanan-kirinya didereti toko-toko kecil khas Inggris, serta dua buah supermarket kecil. Di belakang jalan ini ada sebuah stasiun. Di sepanjang 'jalan raya' ada beberapa kantor dan tempat usaha - pengacara, akuntan, toko mebel, sekolah, penginapan, restoran kecil, apotek. Beberapa pub. Setelah itu perumahan. Dan pedesaan.

Di supermarket aku belanja piring, mangkok, sendok, garpu, pisau, roti, mentega, keju, cereal, susu, orange juice, deterjen. Semuanya kira-kira 20 pound. Hah!! Mahal sekali :( Setelah keluar dari supermarket baru tersadar. Sebegitu banyaknya barang dan plastik di tangan, harus digotong menaiki bukit sampai ke flat. :(( Persis seperti naik gunung. Capeeeekk sekali.

Malam itu aku harus mencuci bajuku yang cuma sedikit itu. Ada ruang laundry di basement Blok 1, isinya 6 mesin cuci dan 6 mesin pengering yang memakai koin. Harga satu kali cuci 1 pound 20 pence (sekarang ini 1 pound sama dengan 14000 rupiah ya?), harga pengeringnya 20 pence per 15 menit. Jadi satu kali cuci biasanya 2 pound. Kelihatannya aku bakal hanya kuat mencuci seminggu sekali. Wah problem. Sebagian besar baju-bajuku masih tertinggal di Indonesia, gara-gara aku tidak sempat pulang untuk mengambilnya sebelum berangkat ke sini :(

Pagi ini aku bangun pagi sarapan sereal dengan susu dan segelas orange juice. Dikarenakan kehidupan mahasiswa, ya harus mengirit! :) Untuk makan siang aku sudah menyiapkan sandwich isi tuna, campur keju dan asinan buah. Aneh ya? :) Untuk makan malam nanti sudah ada sup kalengan dan buah, juga salad. Yah, sementara seperti ini dulu, sampai aku bisa memonitor kondisi keuanganku. Please jangan cerita tentang bakmi ato nasi goreng. Atau nasi dan sambel dan lalap dan ikan bakar slurrrppp.... hiks....

Sekarang ini aku menulis email dari gedung pusat komputer, yanga da beberapa buah di kampus. Setiap murid diberi alamat email, login, password. Pokoknya email dan internet bukan barang aneh di sini. Asik ya? Untuk pekerjaan di rumah aku mamakai laptopku.

Siang ini baru akan ada pertemuan dengan departemen geologi untuk pertama kali. Baru saat itulah aku akan tahu jadwalku seperti apa dan juga teman-teman sekelasku, dosen-dosen dan komunitas tempat aku bakalan hidup selama setahun ini.

Di sini dingiiiiiiin sekali. Padahal ini masih akhir musim panas-awal musim gugur. Dan semua pakaian musim dinginku masih tertinggal di Indonesia, dan yang ada padaku sekarang cuma pakaian musim panas! Untung sebelum meninggalkan LA untuk terbang ke sini kekasihku meminjami jaket, syal tebal, sepatu dan kaus kaki tebal. Lalu, kemarin ada seorang teman yang berbaik hati meminjami sweater, karena trenyuh mendengar ceritaku yang tiba di Inggris di musim gugur hanya dengan sebuah tas kecil berisi pakaian musim panas. Bless you girl, sementara ini aku tidak perlu kaku kedinginan.

Dan aku bisa jalan-jalan menjelajahi kampusku yang indah ini. Yang hijau sekali. Dengan banyak pepohonan - ada pinus, apel dan banyak lagi yang aku tidak tau namanya :) Dengan banyak burung, tupai, kelinci. Dan yang jelas, dengan banyak cowok ganteng :))

Sudah dulu ya cerita dari sini. Tolong aku dikirimi kabar. Juga cerita dari tanah air. Di sini aku masih kesepian, belum banyak berteman. Dan sering kedinginan....


Posted at 05:56 pm by koeniel

arthur ashidiqy
December 24, 2005   09:32 AM PST
 
Selamat pagi,
Disini saya kirim dari kantor, dan jam menunjukkan pukul 09.29 WITA,
saya sekarang di Kalimantan, tepatnya kerja sebagai procurement manager di Agribusiness asing..
Saya sangat terkesan ceritanya lucu dan menarik, sbg orang indonesia yg belajar di UK.
Penjelasan mulai turn stasiun dan kampus yg indah sanga membuat saya bangga dan mudah mudahan kamu berhasil di sana.
Bagaimana awalnya bisa kesana, apakah sperti saya yg notabene nye kerja bisa belajar di sana.
Asal tahu aja, bos asing ku kebanyakan lulusan UK dan India,
saya sangat sedih sebab orang kita hanya berada di bawah mereka.
Padahal mereka hidup dan mencari makan ditanah kita.
Saya ingin menunjukan ke mereka bahwa orang Indonesia juga bisa.
Makanya saya yakin bahwa utk meyakinkan mereka adalah dengan pendidikan dan belajar.
O ya, saya bekerja sbg procurement manager di sini.Emailku procurement_oilmine@yahoo.com;procurement_agricole@lycos.com;procurement_sec@yahoo.com
Sekarang di sini sedang musim durian dan buah sawo..enak lo rasanya cokelat dan manis, dimensinya cukup besar dibanding Sawo di Jawa, sebesar bola tenes.
Saya sendiri Jawa, di Kalimantan hanya kerja dan mencari pengalaman dan ilmu sebanyak banyaknya.

Trims
Shidiq
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON