Coretan Musim Semi: 9. Menang
Ladang hijau kuning bertebaran di negeri sampanye
pohon-pohon anggur coklat, masih tak berdaun
bunga kuning putih di atas rumput hijau bergoyang-goyang
sapi dan domba melintas kabur di balik jendela kereta
yang berlari super cepat, nyaris tanpa suara
tak terdengar jes-jes dan jenggleng-jenggleng seperti kereta di kampungku
membuntut langkah seorang peliput sejarah
melacak jejak-jejak perang besar itu
saat dunia bergetar oleh manusia membunuh manusia
saling melontarkan peluru dan meriam
saling menusuk dan menikam
Demi kemuliaan? Demi kebebasan? Demi harga diri?
Ataukah keserakahan? Kebodohan?!?
Hening senyap. Hanya jatuhan bunga terdengar.
di sini salib-salib marmer putih bertebaran di lapangan rumput
di sana salib-salib besi hitam bertebaran di lapangan rumput,
yang sama hijau. beriaskan bunga putih kuning.
Hitam dan putih. Dua kubu yang berbeda
Kini dalam rengkuhan tanah yang sama
Dua kelompok manusia yang saling berbunuhan
Kini dalam rengkuhan bumi yang satu
Di sini, di bukit ini, lebih delapan puluh tahun lalu
para kembang negeri mengucurkan darahnya
lebih delapan puluh tahun yang lalu
pohon-pohon ikut mengucurkan getahnya
tanah menganga digali untuk berlindung
atau terterpa bola-bola besi maut
Kini bunga-bunga biru mengangguk-angguk damai disiram angin
Pohon-pohon hijau memayung tanah berumput lembap
Mana bekas-bekas darah itu
Tak ada lagi. Alam sudah melupakan.
Kehidupan selalu menang di akhirnya.
Chateau Thierry, 27 April 2001
Note: daerah ini adalah salah satu lokasi medan pertempuran besar dalam
perang dunia pertama (1914-1918). Berbulan-bulan kedua belah pihak saling
baku tembak dari kubu masing-masing, sampai akhirnya pasukan Jerman menyapu
seluruh daerah dengan kekuatan penuh. Beribu-ribu orang gugur di sini,
sebagian besar kaum muda. Beribu-ribu korban dari kedua belah pihak
dimakamkan di sini, di taman-taman pemakaman yang asri, hijau, rapi dan
indah. Sebagai catatan, 11% dari seluruh penduduk Perancis, 9% dari seluruh
penduduk Jerman dan 8% dari seluruh penduduk Inggris Raya menjadi korban
langsung, cacat atau tewas, selama perang dunia pertama. Sebuah tragedi
besar umat manusia.