Sunday, November 21, 1999
Kisah Musim Dingin: 1. London

 

Kami sampai di London hari Sabtu tanggal 20 Nov jam 5 pagi waktu setempat. Waktu Greenwich, waktu meridian 0 dunia. Wow. Aku ada di dekat meridian 0 dunia!

Terminal airport sepi dan dingin, kupikir "Alamak, ACnya lebih dingin daripada di kantor." Sambil tertawa David bosku berkomentar, "Dingin ya? Tapi ini bukan AC lho..." Ternyata memang bukan, itu dingin asli alam, 3 derajat Celcius suhu udara saat itu...brrrhhh.... Di luar udah ditunggu oleh Pat, supir CEO Charles Jamieson. Duduk di jok belakang, tempat CEO biasa duduk. Ternyata rasanya biasa-biasa saja, sama seperti duduk di mobil Kijang jemputan pagi........ Waktu itu London masih gelap. Jalan-jalan sepi. Kami melewati siluet gedung-gedung tua dengan batang-batang pohon tak berdaun.... agak mengerikan.

Sesampai di flat kantor aku langsung mandi, lalu jam 9 kami bertiga, aku, Wayne dan David, dua-duanya bosku, mulai merambahi trotoir kota London. Begitu bersemangatnya kami, karena ini pertama kalinya kakiku menginjak sebuah kota Eropa dan ini juga pertama kalinya Wayne berkesempatan meng-eksplore London. Sedangkan David berperan sebagai tuan rumah, dengan begitu senangnya ia menunjukkan London tempatnya mengambil master degree dulu (dia kuliah setahun di Imperial College, sebuah kolese berlokasi gedung tua indah di barat London). Kami membeli Travelday Ticket yang bisa dipakai naik tube alias underground (kereta api

bawah tanah) atau bis sesukanya selama sehari. Tapi nyatanya toh kami lebih banyak berjalan kaki. Pertama ke Buckingham Palace, yang letaknya tidak jauh dari flat kantor. Lalu menuju ke timur, ke Tower of London dengan Tower Bridge-nya, melewati Westminster Abbey tempat para anggota keluarga kerajaan menikah, juga gedung Parlemen dan Big Ben-nya. London, kota metropolitan yang indah, indah karena tua!! Lalu lintasnya seperti Jakarta, ramai. Tapi disiplinnya beda, jelas. Manusianya juga banyak sekali. Tapi suasananya itu lho! London bukan hutan beton bertingkat seperti Jakarta! Bahkan toko-toko dan supermarket modern pun memakai gedung asli yang tua dan antik di bagian luarnya.

Lalu dari ujung timur itu kami kembali ke tengah, menuju Charing Cross dan Trafalgar Square, berfoto dengan beratus-ratus burung di situ. Lalu masuk ke National Gallery dan menikmati lukisan-lukisan terkenal di sana - van Gogh, Monet, Manet, Degas, Pissarro, Renoir, Cezanne, Sisley, Picasso, Goya... semua yang tadinya hanya bisa kunikmati di buku sekarang tampak dalam ukuran aslinya! Dan museum itu penuh orang, tidak sepi seperti museum-museum di kampungku di Jakarta. Turis, anak sekolah, penduduk London.....

Di tepi sungai Thames kami melewati seorang pemusik jalanan yang sedang memainkan flute-nya di pinggir sungai. Tiba-tiba seorang laki-laki tua yang berjalan mendekat, agak sempoyongan sambil tangannya memegang botol. Mabuk rupanya. Si Pemabuk ini memberikan komentar pedas tentang permainan musik si Pengamen. Langsunglah tinju si Pengamen menghantam si Pemabuk, dan bergulung-gulunglah mereka berkelahi di tepi sungai, dengan ditonton oleh orang banyak, termasuk Wayne, David dan aku yang sibuk memotreti mereka J

Begitulah, seharian penuh kami memakai kaki. Aku mesti berlari-lari kecil mencoba menyamai langkah panjang dan cepat Wayne & David. Udara dingin menyengat. Tanganku sampai mati rasa, sehingga tiap beberapa jam kami harus mencari cafe atau pub buat menghangatkan diri dengan secangkir kopi atau segelas bir.

Sore-sore kami berputar-putar di daerah Piccadily Circus dan Leicester Square, menontoni pertunjukan jalanan dan pengamen. Walaupun judulnya pengamen, mereka betul-betul pro dan memainkan musik yang bagus. Ada satu grup musik tiup, ada pemain harpa tunggal. Seniman pertunjukan jalanan seperti pelawak, pesulap, pemain acrobat dan sebagainya juga memberikan pertunjukan yang menarik dan bermutu. Bagus betul. Yang menonton juga luar biasa banyak. Sehingga untuk berjalan pun sulit - begitu banyaknya orang.

Tanpa pulang dulu malam itu juga kami menonton drama musikal di Soho, karcis termurah ( 10) dengan tempat di balkon paling atas. Pengantri karcis berderet-deret di sepanjang jalan. Masing-masing antrian betul-betul panjang. Tampaknya pertunjukan teater dan drama musical betul-betul diminati di sini. Sepulang nonton aku sempat merenung iri - alangkah banyaknya santapan kultural yang bisa dinikmati di sini: museum, galeri, teater..........

Tapi kami sempat juga berjalan melewati para tunawisma. Mereka tidur di pinggir jalan berbalut sleeping bag, berbagai selimut, kardus dan karton tebal. Ah kasihan betul jadi orang miskin di sini, di udara yang dingin begini! Tapi menurut David mereka masih jauh lebih beruntung daripada orang miskin di Indonesia. Mereka diberi tunjangan oleh negara, sehingga banyak di antara mereka yang sebetulnya bisa bekerja sengaja tidak bekerja. Ah.. apa iya, pikirku. Apakah sebegitu mudahnya mencari pekerjaan di sini... apakah mereka bukan korban juga. Kupikir orang tidak akan bisa merasa nyaman hidup terus-menerus dari tunjangan yang pas-pasan itu.

Paginya aku bangun telat, karena baru tertidur sejam sebelumnya. Setelah mandi aku sibuk mengepak koper super besarku yang isinya kebanyakan seismic sections dan laporan-laporan, dengan celana-celana dalamku berjejal di antaranya. Waktu aku keluar kamar, kedua bosku David dan Wayne dengan rukunnya sedang memasak sarapan. Mereka sempat bingung, tidak tahu cara menyalakan kompor elektronik canggih yang ada di situ. Waktu mereka bertanya padaku aku Cuma tertawa di rumahku kami masih memakai kompor minyak J dapur itu terlalu canggih buatku. Karena gagal, akhirnya terpaksalah telur dan bacon dimasak di dalam microwave. Lalu kami makan pagi dan aku mencuci piring. Kemudian turun ke lapangan parkir di basement dan menaiki mobil sedan sewaan, meluncur ke utara menuju ke Derbyshire.

(bersambung)


Posted at 10:10 pm by koeniel

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


me:
female, Indonesian
geologist, diver
bookworm
photography hobbyist
Jakartan
lives in Singapore







Travel Photo Album



Book Collection



All About Diving



Movie Page


All About Dog




kotak sapaan:



   






Home


Previous Entries

  • About Books and Films
  • From Diving Trips
  • Travel Notes

  • Sepakbola! Ole Ole Ole!
  • Gempa, Tsunami & Bencana Geologi

  • Tentang Jomblo, Jodoh & Perempuan
  • Tentang Bangsaku
  • Saat Merenung....

  • Keluarga, Teman & Hidup Sehari-hari
  • About Dogs and Puppies
  • Di Negeri Orang

  • Dunia Kerja
  • My Offshore Life

  • Kala hati bicara....


  • Written in English





    'Neighbours'

    Bule Irish
    All About Chocolate
    Krisna
    erwin@terong
    Dongeng Geologi
    Ekonomi Migas
    Indonesia Today
    Bataviase Nouvelles
    Planet Singapura
    Mimbarnya Pak Mimbar
    A Little Bit of Everything
    Beritakan
    Lamunan Sejenak
    Busy Brain
    Di Suatu Hari
    Warung Kopi MpokB
    Razar Media
    Irene's Journeys
    Carpe Dieblog
    Mi Familia
    Deedee's World
    Mia's Lounge
    Qeong Ungu

    'Lounges and Coffee Shops'

    Kapal Selam Underwater Photography
    Kapal Selam Dive Club
    AREK KAJ
    Sahabat Museum
    Sahabat Museum @ Friendster






    Old Musings & Stories


    Dive Notes
    Balinese Underwater Monster
    Butterfly & Layang Layang
    Underwater Countdown
    My First Mola mola
    Mola mola
    Tergila-gila Pada Kehidupan Bawah Air
    Sanghyang, Where Underwater Deities Dwell
    Tentang Penyu
    Life Wins
    Bumi Berguncang Lagi
    Not Just A Shark Tale
    Dari Dasar Laut
    Dari Dasar Kolam


    Travel Notes
    Di Tanah Kering Bebatuan
    Minus
    Beijing
    The Moon Over Alton
    The Way To Travel
    A Rainy Day in Ambon
    The Irish Experience
    Bukan Hantu
    Kota Bata Merah
    Tentang Penyu
    Kampungku Indah
    Persembahan Untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Plesiran Tempo Doeloe
    Mandi Ditemani Pelangi
    Kalau Ingin Menyepi...
    Barcelona
    Coretan Musim Semi: 10. Akhir
    Coretan Musim Semi: 9. Menang
    Coretan Musim Semi: 8. Romansa
    Coretan Musim Semi: 7. Hantu
    Coretan Musim Semi: 6. Sacre Triduum
    Coretan Musim Semi: 5. Granit
    Coretan Musim Semi: 4. Pulau
    Coretan Musim Semi: 3. Matahari
    Coretan Musim Semi: 2. Hujan
    Coretan Musim Semi: 1. Semi
    Monument Valley
    Grand Canyon
    Kisah Musim Dingin: 11. Business Class
    Kisah Musim Dingin: 10. London
    Kisah Musim Dingin: 9. York
    Kisah Musim Dingin: 8. Salju
    Kisah Musim Dingin: 7. Aberdeen lagi
    Kisah Musim Dingin: 6. Edinburgh
    Kisah Musim Dingin: 5. Aberdeen
    Kisah Musim Dingin: 4. Ke Utara
    Kisah Musim Dingin: 3. The Field Trip
    Kisah Musim Dingin: 2. Derbyshire
    Kisah Musim Dingin: 1. London
    from the Peninsula: 17. An enlightening trip
    from the Peninsula: 16. War and other things
    from the Peninsula: 15. Back in Singapore
    from the Peninsula: 14. A night on the bus
    from the Peninsula: 13. Back to Malaysia
    from the Peninsula: 12. The City of Angels
    from the Peninsula: 11. Palaces & Dead Soldiers
    from the Peninsula: 10. the train journey
    from the Peninsula: 9. About Penang
    from the Peninsula: 8. The Drive around Penang
    from the Peninsula: 7. About KL
    from the Peninsula: 6. About Malaka
    from the Peninsula: 5. in old Malaka
    from the Peninsula: 4. Green Singapore
    from the Peninsula: 3. About Museums
    from the Peninsula: 2. the amazing Singapore
    from the Peninsula: 1. my 1st trip abroad
    White beaches, Coconut trees, Gorgeous sunset
    Wild Whirling Wet WhiteWater Adventure!
    Gunung Gede


    Book and Film Reviews
    Bobby
    Babel
    What The [Bleep] Was That?
    Joining The Throng - The Book Baton
    Manusia Kesepian
    Horor
    Mencari Tuhan
    The Last Samurai
    Coretan Musim Semi 7: Hantu


    Kisah-Kisah Bumi
    Negeri Bencana
    Dongeng Tukang Akik Tentang Gempa
    Bukan Supranatural
    Bumi Berguncang Lagi
    Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami


    About Dogs and Puppies
    Home is Where the Heart is
    The Hunter
    The Little Dog and The Sea
    No Puppies for Chocolate
    All Dogs Go to Heaven
    Aku Jatuh Cinta


    Football!
    16 Besar
    Tangguh
    Bola Lagi
    The Underdog
    Euro 2004: Lebih baik menyerang
    Euro 2004: Non Partisan
    Euro 2004: Bukan Dongeng Yunani
    Euro 2004: Kursi Panas


    Tentang Perempuan
    Hari Perempuan
    Bencana
    Kartini
    Jodoh
    Sekuhara
    Katakan Aku Cantik
    24
    Dark Energy
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Lagi-Lagi Tentang Diskriminasi
    Perempuan dan Lelaki
    Bahagia Menurut Para Ilmuwan
    Si Lajang
    The Last Samurai
    My Frist Shalwar Khameez


    Tentang Bangsaku
    Negeri Bencana
    Jakarta, The Next Atlantis
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Berebut Cepu
    Milik Siapa?
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    Anak Yang Hilang
    A Dark Cloud Over Bali
    Manusia Kesepian
    Bukan Anak-Anak Yang Salah
    Masih tentang Sopan Santun
    Sopan Santun
    Lampu Hazard
    Macet!!
    Pisang
    SMOS SMOS
    Kampungku Indah
    A Thirst for Knowledge
    Berita dari Aceh
    Bumi Berguncang Lagi
    Ini Bagian dari Kita Juga
    Persembahan untuk Para Sahabat
    Lawang Sewu dan Fullerton, Semarang dan Malaka
    Tanah dan Air
    Pemilu di Kampungku
    TKI vs TKF
    Pemilu yang Membingungkan
    Plesiran Tempo Doeloe
    Orang Indonesia belum layak punya kebun binatang!
    Kalau Ingin Menyepi....
    Sekali Lagi....
    Sesaat
    Damai
    Dunia Yang Marah


    Work Work Work
    Marah
    Belajar Sabar
    Thank you, SQ
    Minus
    Beijing
    Cosmopolitan
    The Way To Travel
    Topi Sombrero
    A Block in The Blog
    Anak Yang Hilang
    To Jump or Not To Jump
    Mencari Tantangan
    A Thirst For Knowledge
    A Prison In the Middle of The Sea
    Lagi-lagi Tentang Diskriminasi
    Tentang Kerja Fisik
    Graveyard Shift
    Tentang Ruang Pribadi
    Tanah dan Air
    Perempuan dan Lelaki
    My Frist Shalwar Khameez
    Mandi Ditemani Pelangi
    One Usual Grey Afternoon
    Yang Terbaik
    Ketidakpastian
    Comfortable With Uncertainty
    Sunsparc or Sunflower
    Exciting!
    Sudah Tertawa Lagi
    Marah
    Sepi
    Tidur
    Capek
    Masih Tentang Kehidupan di Rig
    Serba-serbi hidup di rig...
    Bad Day
    Sebelum drilling dimulai
    Pride Pennsylvania
    Takut
    Pasca Kebakaran
    Kebakaran!


    Home Away From Home
    Hot Whiskey
    Miskin
    Jauh
    Cosmopolitan
    Balada Si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Rumah Hantu
    Indo? Indon? Indonesa? Indonesia?
    A Block in The Blog
    The Kuatir
    Tidak Sendiri
    Nostalgia
    Berubah
    Bukan Hantu
    My First Shalwar Khameez
    Masih tentang Pakistan
    Sekelumit Tentang Pakistan dan Islamabad
    Assalamualaikum & Shukriya
    Jenggot
    One year Flew By...
    Setahun Berlalu Bagai Angin....
    Sepi
    Temptations
    Hari Ini Dunia Tiba-Tiba Berwarna
    Lent
    Dingin Tapi Sehat
    Hartland-Kilve Field Trip
    Masih Miskin, dan lain-lain
    Mahasiswa Miskin
    Jadi Mahasiswa Lagi
    Dari Kampus
    Terdampar...
    Tragedi



    Family and Friends....
    Untuk Pak Ton
    Home is Where the Heart is
    Juara
    Kopdar
    Hot Whiskey
    Jauh
    All Dogs Go To Heaven
    Cinta Jilid 1
    Potongan
    Natal Di Kampungku
    Aku Jatuh Cinta
    Balada si Dengkul
    Kempes
    Bencana
    Menunggu
    Kartini
    Rumah Hantu
    Kuatir
    Tidak Sendiri
    Jodoh
    Sekuhara
    Melindas (Flu) Burung
    Tanpa Listrik
    24
    Dengkulku Somplak
    Dark Energy
    Pisang
    Jetlag
    Oret-Oret Seputaran Valentine
    Masih Banyak Lagi
    Si Lajang
    Pemilu di Kampungku
    The Last Samurai
    Mandi Ditemani Pelangi
    Bukan Kacang....
    Setahun Berlalu Bagai Angin......
    One Usual Grey Afternoon
    Dunia Itu Memang Kadang Sempit
    Pagi Setelah Wanarek
    Duka










  • 2000 Koeniel


    Contact Me


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    since 25 March 2006
    rss feed

    Blogdrive





    You can copy or forward these writings, but please mention the source and provide the link to this page

    Silakan mengkopi tulisan-tulisan ini tapi sertakan sumbernya dan link ke halaman ini
    http://my-musings.blogdrive.com








    Clip arts courtesy of Barb's Pic, Barry's Clipart and Microsoft Office Clipart Gallery






















    My Favourite Films:












    CURRENT MOON