|
Pas betul. hari ini hari Bumi dan tadi pagi hujan deras sekali. Seperti Ibu Gaia menangis mengingatkan kita bahwa manusia sudah terlalu banyak merusak bumi atas nama pembangunan, kesejahteraan, kemajuan ekonomi dan sebagainya. Rakus. Tapi sudahlah, sudah banyak toh yang pastinya akan berbicara tentang ini, yang penting dilakukan hari ini adalah mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih bisa dilakukan untuk gantian memberi kepada Gaia, jangan cuma mengambil saja. Beberapa hari yang lalu seorang rekan kerja, Sidsel perempuan muda asal Jadi hari ini saya sisihkan satu jam selama makan siang untuk berhitung, hal apa yang sudah saya lakukan dan apa yang masih bisa saya lakukan. Tentu saja hari ini makan siang saya tidak mengandung daging merah sama sekali, karena seperti yang diberitakan di Discovery News baru-baru ini, beberapa studi menunjukkan bahwa daging merah adalah penghasil gas rumah kaca terbesar dibanding sumber protein lain seperti ikan atau ayam. Walaupun saya penggemar berat daging babi dan sapi, akhir-akhir ini konsumsi kedua jenis daging itu saya kurangi. Yah, lebih bagus juga sih untuk kesehatan. Oke mari berhitung. Semenjak pindah ke Singapura saya tidak lagi memakai mobil pribadi. Buat apa, wong transportasi umum di sini bagus sekali kok. Satu poin saya berikan pada Ibu Gaia. Sayangnya saya masih sering sekali terbang, baik untuk pekerjaan maupun pribadi. Lha bagaimana, semua yang saya cintai – belahan jiwa, dua anjing kesayangan, serta keluarga saya masih di Tapi saya menanam tanam-tanaman yang saya taruh di balkon. Lalu saya juga mendaur ulang semua sampah kertas, botol plastik dan kaleng. Botol plastik dan kaleng saya cuci dan keringkan lalu saya kumpulkan dan seminggu sekali saya bawa ke tempat sampah daur ulang di kantor. Sampah kertas juga begitu. Yang penting-penting saya hancurkan dulu dengan mesin shredder (yang pakai tenaga tangan bukan tenaga listrik). Yang lain saya pisah-pisahkan lalu saya buang di tempat sampah daur ulang di kantor. Kadang orang di kereta bingung melihat bawaan saya – tampang pekerja kantoran, tapi bawaannya kayak tukang pungut barang bekas :) Beberapa teman heran kok saya mau repot-repot membuang waktu menyortir sampah lalu menggotong-gotongnya ke tempat sampah khusus. Saya belajar dari calon ibu mertua saya. Di Irlandia masyarakat dipaksa untuk mendaur ulang sampah-sampahnya. Sampah daur ulang diangkut gratis oleh pemerintah, tapi sampah yang tidka disortir dan didaur ulang dihargai tinggi. Semakin banyak sampah tidak didaur ulang semakin tinggi dendanya. Akibatnya masyarakat di Saya dan kekasih sedang membangun rumah di Kami juga meminta kontraktor sebisa mungkin memastikan kayu-kayu yang dipakai bukan hasil penebangan liar. Entah ini mungkin atau tidak, tapi kami bilang bahwa kami tidak ingin kayu murah yang hasil rampokan bumi. Shower head dan keran-keran juag dipilih yang punya sistem mencampurkan udara ke dalam semprotan air, sehingga air tetap terasa mengalir kencang walaupun volume yang dikeluarkan lebih kecil dari yang biasa. Memang dengan segala rupa permintaan supaya rumah kami jadi lebih ramah lingkungan ini akhirnya biaya jadi membengkak. Tapi kami sudah bertekad. Kalau kita tidak memulai dari diri sendiri, tidak bakal ada perubahan. Ini baru sebagian usaha kami mengurangi perampokan atas Ibu Gaia. Besok saya coba ingat-ingat lagi, apa yang sudah dan masih bisa kami lakukan. Singapura, Hari Bumi 2008
|
| Demona July 31, 2008 11:50 AM PDT Hai mbak...pa kabar udah lama aku ndak baca posting nya, kangen juga...as always selalu enak dibaca n direnungkan. Aku juga lagi ngeberesin rumah mbak..our very first house!!!!! With all the limited budget, kita terpaksa kreatif n forget about idealism hiks hiks....belum lagi urusan dengan tukang yang brengsek. But really good to learn how you build your very home, tulis donk biar aku terinspire he he he....ditunggu ya | ||
| geekgirl May 11, 2008 05:01 AM PDT wahh pengen tuh shredder kertas yg dari tenaga tangan.. beli di mana yak? | ||
| mpokb May 7, 2008 02:42 PM PDT inspiring post, niel.. memang semuanya terpulang ke kita sendiri yak. apakah kita merasa bumi ini milik kita dan dimanfaatkan sesukanya, atau pinjaman yg harus dikembalikan untuk dipakai generasi mendatang.. | ||
| d-eby April 23, 2008 02:37 PM PDT Dear Mbak Koenil, alo sudah luamaaaa buanged gak mampir nih, aniwei senanglah baca blognya yang masih kritis seperti dulu..he..he.. btw, loveeee it so much about your green house idea. Aku juga lagi cari2 idea buat bikin rumah yang pro green dan beberapa idenya mbak bisa nih aku catet di the big book perencanaan rumah masa dueeepannn bangedku :). Kalo ada ide2 mutakhir tentang ini cantum lagi yah di blognya :) | ||
| Leave a Comment: |